
'Hari ini kelas berlangsung dengan lancar, aku juga sudah lega tokoh utama sudah berada disisinya sekarang aku harus pergi ke pertemuan kesiswaan,' gumam Reina sambil tersenyum
"REINAAAAAAA..." teriak Yuria sambil memeluk Reina
"Yuria bisakah kamu tidak teriak-teriak aku heran kepadamu bagaimana bisa kamu masuk ke kesiswaan dengan sifatmu seperti itu," ucap Shun sambil menatap tajam
"Tentu saja bisa, aku ini jenius dalam menggunakan lingkaran sihir itu hal sulit yang cuma bisa dilakukan beberapa orang tau," ucap Yuria sambil tersenyum bangga
"Hah...walaupun itu benar tapi karaktermu tidak ada bagusnya, aku yakin kalau kamu jadi ketua kesiswaan lama-lama kesiswaan bisa hancur kalau ditanganmu tapi untunglah ketua kesiswaan kita seorang Duke yang hebat," ucap Shun dengan menyeringai
"SHUN APA KAMU BILANG BARUSAN?" teriak Yuria sambil menarik Shun
'Mereka sepertinya memang tidak boleh dekat kalau dibiarkan mereka bisa meledakkan sekolah, aku harus menghentikan mereka berdua,' ucap Reina didalam hati
"Yuria Shun emm.. bukankah hari ini kita ada rapat pertemuan kesiswaan? bagaimana kalau kita ke sana?" ucap Reina dengan senyuman kaku
"Yang dikatakan Reina benar, daripada disini bertengkar lebih baik sekarang kita pergi rapat, ayo Reina tinggalkan saja anak lambat itu," ucap Yuria dengan nada meledek sambil menarik tangan Reina
'Aku heran ada karma apa aku di masa lalu dengan perempuan ini kepadaku? Yah mau bagaimana lagi dia memang berbeda dari bangsawan lain,' ucap Shun menggelengkan kepala dan mengangkat bahu sambil berjalan menyusul Yuria dan Reina
__ADS_1
*Tok....tok...tok" Suara ketukan pintu
"Masuk," ucap Derick sambil melakukan pekerjaannya
"Maafkan kami terlambat," ucap Reina dan Yuria dengan nafas tersengal-sengal
"Kalian tidak terlambat sama sekali, kalian tiba 7 menit 37 detik lebih awal dan kenapa kalian tersengal-sengal begitu?" ucap Derick sambil melepaskan kacamatanya dan menoleh ke arah Yuria dan Reina yang berada di depan pintu
"Ka..mi pi..kir k..a..mi a..ka..n ter..lamba...t un...tuk me..ngi..kuti ra...pat, j..ad..i k..am..i b...er..lari ke..si...ni," ucap Yuria dengan nafas tersengal
"Padahal kalian tidak perlu berlari-lari seperti itu, kalian berdua duduk dan istirahat lah sebentar nanti kalau ada yang lihat aku dikira memberi kerjaan kepada bawahan yang sakit gara-gara kalian seperti orang yang sesak nafas tersengal" ucap Derick sambil menghela nafas yang panjang
"Ah.. itu tenang saja, dia akan menyusul Shun memang lambat," ucap Yuria sambil mengambil cangkir teh
Tok...tok..tok
"Apa aku telat?" ucap James sambil membuka pintu
"Tidak, kami bahkan belum memulai rapatnya sama sekali," ucap Reina sambil tersenyum
__ADS_1
"Dimana Albern tidak bersamamu? Apa dia sudah melupakan tunangannya yang cantik dan manis ini?" tanya Derick sambil tersenyum
"Humm.. dia sedang memandu murid baru itu, dia bilang tidak akan hadir rapat mungkin dan aku diminta kesini untuk menggantikan dia rapat," ucap James sambil berjalan masuk menuju kursi
"Reina kamu tidak marah? murid baru itu terlihat akrab dengan Albern loh," ucap James sambil menyeringai
"Aku tidak masalah, kenapa aku harus memarahinya? dia hanya memandu siswa baru, bukankah itu adalah tugas kita sebagai kesiswaan," ucap Reina sambil tersenyum kecil
'Kurasa ini juga yang terbaik untuk dirinya dan untukku,' ucap Reina di dalam hati
"Kalau dia berselingkuh di belakang tunangannya aku akan membantumu memukulnya Reina," ucap Yuria sambil menyeringai
"Sebaiknya kamu hentikan itu Yuria, keluargamu bisa dihukum gantung," ucap Shun sambil meminum teh
"SHUN DARIMANA KAMU MUNCUL?" teriak Yuria sambil mencubit pipi Shun
Dari mana Shun muncul? Apakah Albern akan memiliki perasaan kepada sang tokoh utama? apakah Reina benar-benar bisa mengubah takdirnya? Akankah Reina membatalkan pertunangannya? takdir seperti apa yang akan menanti?
REINKARNASI REINA
__ADS_1