Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 210 Kamu belum pulang ke timur tengah?


__ADS_3

Di kamar yang besar dan mewah itu, seorang gadis menghabiskan waktunya untuk memulihkan dirinya dari luka yang berasal dari tusukan pedang...


"Aku padahal sudah baik-baik saja tapi Albern sama sekali tidak membiarkan aku keluar dari ruangan ini,"


"Jujur memang menyenangkan karena aku bisa menghabiskan waktuku dengan buku-buku yang belum sempat aku baca tapi aku sekarang bosan karena tidak bisa melakukan apapun," Gumam Reina sambil menatap tumpukan buku yang telah menggunung di atas lantai itu


"Tok... tok... tok..." Suara ketukan pintu yang kemudian di susul oleh pintu terbuka


"Reina, kakak bawakan kamu kue kesukaanmu," ucap Dalbert sambil berjalan masuk


"Kakak, apakah kakak baik-baik saja keluar masuk secara bebas di istana? Entah kenapa aku merasa kakak berkunjung setiap hari seperti keluar masuk rumah sendiri," ucap Reina tanpa pikir panjang


"Siapa bilang kalau kakak datang ke istana seperti rumah sendiri ? Kamu harus tau kalau kakak sudah satu minggu ini menginap di istana kekaisaran untuk lembur,"


"Kakak juga memiliki kerjaan di istana dan bisa di bilang kerjaan ini sangatlah banyak mengingat pengganti raja baru dan posisi bangsawan yang berubah karena banyaknya faksi-faksi yang mengikuti pemberontakan sehingga strukturnya harus di ubah sepenuhnya," ucap Dalbert dengan tatapan lelah


"Berubah? Kalau begitu apakah posisi keluarga kita juga berubah?" tanya Reina dengan tatapan kebingungan


"Tentu saja tidak karena keluarga kita sudah turun temurun memutuskan untuk berada di titik yang tidak terlalu banyak ikut campur dalam dunia politik karena nantinya bisa menyebabkan perang," ucap Dalbert dengan tatapan serius


"Oh begitu, Kalau begitu nantinya siapa yang akan mengisi posisi perdana menteri yang kosong karena pemberontakan? Dan kalau semua tatanan pemerintahan di kekaisaran di ubah berarti orang-orang yang berjasa dalam perang ini bisa mendapatkan gelar bangsawan dan menjadi salah satu darah biru bukan?" ucap Reina sambil memegang piring kecil yang berisi kue


"Benar sekali, dan organisasi NHBNTA milik keluarga kita secara turun-temurun menjadi salah satu organisasi yang diberikan kebebasan untuk bergerak oleh kekaisaran," ucap Dalbert sambil tersenyum tipis


"Oh begitu, kakak apakah ayah dan ibu baik-baik saja? Dan kapan kita akan pulang?" ucap Reina sambil menikmati kue yang diberikan


"Mereka baik-baik saja dan sedikit mengkhawatirkan dirimu tapi mereka tidak bisa berpergian karena cuaca yang buruk,"


"Setelah rapat besar atau rapat terakhir ini selesai kita akan pulang kembali ke mansion,"


"Dan juga menyiapkan menyiapkan pesta penyambutanmu," ucap Dalbert sambil tersenyum dan mengelus kepala Reina


"Kakak, itu tidak perlu dilakukan, karena kita hanya pulang ke ruma-"


"Tok... tok... tok..." Suara ketukan pintu

__ADS_1


"Kakak buka pintu sebentar," ucap Dalbert sambil berjalan ke arah pintu kemudian membukanya


"Master, sebentar lagi rapat besar akan dimulai sebentar lagi, ada baiknya kita berangkat sekarang," ucap laki-laki itu sambil memberikan hormat kepada atasannya


"Baiklah, tunggu sebentar," ucap Dalbert kemudian menoleh ke adik perempuannya yang masih menikmati cemilan


"Reina, kakak pergi rapat dulu," ucap Dalbert sambil berjalan ke arah adik perempuannya itu sambil mengelus kepalanya


"Baiklah, hati-hati di jalan,"


"Semoga semuanya berjalan dengan lancar," ucap Reina sambil tersenyum tipis yang dijawab dengan anggukan oleh Dalbert yang setelah itu keluar dari ruangan itu...


Di sebuah ruangan yang dipenuhi oleh para darah biru...


"Hah... Dalbert, pasti akan lupa waktu,"


"Karena bagaimanapun adik perempuannya adalah nomor satu dan pekerjaan adalah nomor dua apalagi kalau ada rapat kita bisa dijadikan yang terakhir," ucap seorang laki-laki dengan tatapan bosan


"Kamu juga setiap hari mengatakan hal yang sama, memangnya tidak ada satu hari yang tidak membosankan? aku saja bosan mendengarkannya," ucap perempuan yang tidak jauh darinya menyambung pembicaraannya


"KAMU BILANG APA BARUSAN DEZRIA?" ucap Ernest dengan nada yang meninggi


"Kalian berdua bertengkar terus lama-lama bisa jadi pasangan, banyak sekali yang telah membuktik-"


"TIDAK MUNGKIN DAN JANGAN MENGADA-ADA!!" teriak keduanya ke arah laki-laki yang duduk di tengah meja itu


'Dalbert dan Albern, tolong cepat datang ke ruangan rapat ini aku tidak tahan berada di tengah-tengah kedua orang yang seperti memiliki cara bicara mereka sendiri dalam bahasa cinta,' ucap Derick di dalam hatinya dengan pasrah


"Derick, kamu masih saja, ingin terlibat dalam pertengkaran orang-orang itu, biarkan saja mereka berdua bertengkar sampai orang yang memimpin rapat tiba ke sini," ucap seorang laki-laki yang sedang bermain catur dengan kembarannya


"Yang dikatakan oleh Kakak benar, lebih baik kamu bergabung bersama kami berdua bermain catur," ucap perempuan itu sambil menatap pion yang di jalankan


"Kalian berdua bukan bermain catur tapi sedang memikirkan strategi untuk menumpas para bandit di jalur perdagangan barat dekat perbatasan,"


"Jadi mana bisa itu dibilang seperti permainan catur," ucap Derick dengan senyuman pahit

__ADS_1


"Kamu tidak ingin mengajak aku bermain bersama Absyuri?" sambung seseorang yang duduk tidak jauh dari kembar itu


"Tidak, karena kamu bukan orang yang menyenangkan ditambah lagi kamu sama licinnya seperti ular yang berkeliaran," ucap Absyuri dengan senyuman yang lebar


"Oh begitu ya, kamu lupa kalau kamu masih ada janji denganku besok Absyuri?" ucap laki-laki itu sambil menaikkan kacamatanya setelah mendengarkan ucapan dari laki-laki itu dia langsung merasakan merinding karena bagaimanapun dia memiliki hubungan kontrak dengan orang yang ada di depannya


"Kalian sepertinya sangat beradaptasi dengan lingkungan dan ruangan yang bukan milik organisasi ya?" ucap seorang laki-laki yang masuk ke dalam ruangan itu


"Aku tidak masalah karena aku bisa melihat sisi lain dari seniorku," ucap Albern sambil tersenyum


'Kamu bilang tidak masalah Albern, kamu tidak tau betapa beratnya bersama orang-orang seperti mereka,'


'Setelah kamu berada di sini berbulan-bulan nantinya kamu akan tau rasanya,' ucap kedua saudaranya di dalam hati dengan serentak


"Dezria, kamu belum pulang ke timur tengah? Apakah tidak apa-apa?" ucap Dalbert sambil berjalan ke arah kursi yang kosong


"Tidak masalah karena aku selalu pulang dan mengerjakan semua pekerjaan yang ada,"


"Setelah ini selesai mungkin aku harus segera mencari seorang perempuan untuk dijadikan tunanganku dan ratuku,"


"Karena masalah ini selalu diperdebatkan oleh mereka ketika aku kembali ke istana," ucap Dezria sambil menatap ke arah langit-langit kemudian menatap Dalbert


"Apa perlu aku membantu dirimu mencarikan seorang ratu?" tanya Dalbert dengan tatapan serius


'Dia akan menikah? Kenapa dia bisa dengan cepat memenuhi keinginan orang-orang dibandingkan keinginannya sendiri?' ucap Ernest di dalam hatinya sambil menatap Dezria dengan serius


"Tidak perlu, aku bisa mencarinya sendiri karena aku tidak ingin orang yang memiliki kuasa politik menjadi istri kontrakku," ucap Dezria dengan gelengan pelan


"Baiklah kalau begitu keinginan darimu," ucap Dalbert dengan sedikit anggukan kepala


"Bagaimana kalau sekarang kita mulai rapat resminya?"


"Karena bagaimanapun kita harus menetapkan ketentuan-ketentuan baru untuk negara ini," ucap Dalbert sambil tersenyum yang hanya di jawab dengan senyuman dan anggukan setuju


Apakah rapat tersebut akan berjalan dengan baik? Apakah yang akan mereka bicarakan saat rapat? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2