Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
fitnah kejam lagi


__ADS_3

Akhirnya sore setelah puas bertemu putra mereka, Wulan dan juragan Baron pun pamit untuk pulang karena mereka tau jika sudah habis jam berkunjung.


Ryan yang mendapatkan banyak makanan langsung merapikan di lemari miliknya dan tak lupa menguncinya, ya karena semua barang miliknya sering hilang.


Jadi dia meminta pada pihak pengurus untuk mengizinkan mengunci lemarinya.


Toh setiap Satri juga memiliki satu lemari pribadi masing-masing, di tambah semua santri masuk jajaran anak mampu semua.


Setelah selesai membereskan barangnya, dia pun berangkat untuk ke masjid.


Ya dia dan teman barunya bernama Yunus akhirnya sampai di masjid untuk melaksanakan sholat setelah itu tadarusan untuk menambah hafalan


Sedangkan di rumah, juragan baron baru sampai di rumah, dia menidurkan kedua putrinya yang sudah terlelap karena perjalanan jauh mereka.


"mas mau di buatkan sesuatu?" tanya Wulan pada suaminya itu yang tampak lelah.


"boleh sayang, aku minta jamu saja deh,beras kencur ya,"kata juragan Baron.


"mas capek ya, biar aku buatkan ya," kata Wulan yang langsung bangkit dan menuju ke dapur.


tapi tanpa di duga juragan Baron juga mengikutinya ke dapur dan langsung memeluknya dari belakang erat,merasa aneh wulan pun berbalik dan memberikan ciuman pada suaminya itu.


"kenapa mas?"


"entahlah hari ini aku merasa begitu lelah, kadang aku juga heran dengan tubuh ku,"kata pria itu sambil memeluk istrinya dan membiarkan blender itu bekerja.


"kenapa?"


"jika aku tidak minum jamu buatan mu, dan melihat mu dalam pakaian sedikit terbuka saja, kenapa si Otong ini langsung berontak, tapi saat aku di jalan, melihat wanita yang berpakaian minim dia tak tertarik," kata juragan Baron yang langsung membuat Wulan terkekeh.


"kenapa bisa begitu, jangan berbohong hanya ingin membuat ku merasa cantik, mas tak lihat tubuh ku belum kembali seperti semula, ya terutama bagian perut ya," kata Wulan sedih.


"tidak kamu tetap cantik, dan yang terpenting kamu seperti ini karena melahirkan anak kita, dan lagi sayang ukuran mereka juga membesar loh," kata pria itu menekan sesuatu.


"dasar, sudah ini jamunya sudah siap, ambil roti jika tidak mas pasti kepahitan," terang Wulan tersenyum.


juragan Baron pun mengambil stok roti di dalam kulkas, tapi tiba-tiba ponselnya berdering, ternyata itu adalah telpon dari Andik.


Ya dia adalah salah satu orang yang baru bekerja satu bulan bersama dengan juragan Baron.


Itupun atas permintaan dari bekan, karena pria itu adalah sepupunya yang lama menganggur.


"iya ada apa?" tanya juragan Baron yang mengambil ponselnya.


"juragan ada masalah di peternakan," kata pria itu.


"kenapa menelpon ku, di sana sudah ada penanggung jawab masing-masing," kata juragan Baron santai.

__ADS_1


"iya juragan, tapi mereka semua tak ada yang di hubungi," kata pria itu membujuk.


"baiklah aku akan datang kesana," kata juragan Baron.


Azizah malam itu di antar oleh Rojak, untuk menemani Wulan di rumah.


"Rojak ikut juragan ke peternakan, aku merasa khawatir, terlebih pria yang menelponnya itu adalah orang baru," kata Wulan yang merasa jika akan ada hal yang tak beres.


"baik ibu juragan," jawab pria itu.


mereka berdua pun pergi, dan Wulan langsung memeriksa semua CCTV yang sengaja di sambungkan ke gudang tempat penyimpanan beras.


tapi tak ada yang tau jika semua usaha milik juragan Baron ini ada CCTV yang merekam semuanya.


Rojak dan juragan Baron sampai di peternakan, tapi memang semuanya terlihat begitu sepi tanpa ada yang tampak aneh


Atau keributan yang terjadi karena sesuatu, melihat itu juragan Baron merasa ada yang tak beres.


"kita pulang Rojak, sepertinya kita di jebak," kata juragan Baron yang menoleh dan kaget Rojak sudah terkapar.


"maaf juragan," kata pria itu langsung di pukul di belakang kepala.


Semalam suntuk, Wulan dan Azizah tak bisa tidur, saat subuh hari, saat Mak Yem datang setelah di jemput oleh Azizah.


Keduanya langsung bergegas ke peternakan, tapi anehnya di peternakan sapi tak ada sesuatu yang aneh.


"loh Bu juragan semuanya tampak tenang,"


Saat sampai di gudang dia tak menemukan yang aneh di peternakan, hingga Azizah melihat sesuatu yang men-ji-jik-kan di sana.


bahkan itu terekam di semua kamera yang ada di tempat itu, "tapi kemana mereka," kata Wulan bingung.


Setelah mengambil semua data itu dan menaruhnya di ponselnya, dia juga menyimpan di sebuah flashdisk yang di masukkan kedalam dompetnya.


"kita ke sawah, atau mungkin ke toko," ajak Azizah yang juga merasa khawatir.


Akhirnya mereka berdua pun berangkat menuju ke tempat itu, tapi mereka terkejut melihat warga mengarak orang yang sepertinya tertangkap selingkuh.


"permisi, mereka kenapa, dan siapa," tanya Azizah pada salah satu warga yang ikut.


"apa kalian tidak tau, suami kalian tertangkap sedang bug** bersama seorang wanita muda, sepertinya mereka baru selesai berpesta," kata warga itu.


"tidak!!" teriak Azizah kaget.


Sedang Wulan hanya diam, tak mungkin suaminya melakukan itu, mereka berdua pun langsung menuju ke balai warga.


Di sana mereka menyaksikan suami mereka hanya mengenakan celana pendek dan sedang di lempari batu oleh warga.

__ADS_1


"seret saja, hukum mati,bikin malu, mentang-mentang dia juragan di kampung ini,bisa bertindak seenaknya!!" teriak Andik tapi bersembunyi di belakang warga.


Mendengar Provokasi seperti itu, warga pun makin kejam dengan melempari dua pria itu dengan batu.


Wulan yang melihat suaminya di perlakukan begitu kejam, langsung lari dan melindungi suaminya itu, bahkan tak memperdulikan dirinya sendiri yang terluka.


"dek..."


juragan Baron kaget melihat istrinya yang menghadang lemparan batu untuk dirinya, "semua warga sialan!!!" maki juragan Baron yang bisa memutuskan tali yang mengikatnya.


Dia berdiam bukan berarti mengakui kesalahannya, dia hanya malas berurusan dengan warga yang sedang marah.


Tapi jika itu menyangkut keselamatan istri dan keluarganya dia tak bisa tinggal diam.


Semua warga kaget melihat itu, sedang Rojak juga melakukan hal yang sama, tapi dia sedih karena azizah menatapnya dengan tatapan kecewa.


"beraninya kalian melukai istriku, padahal aku sudah menjelaskan bahwa tadi itu semua hanya jebakan," kata juragan Baron yang kini memeluk istrinya.


"alah semua itu bohong," bantah salah satu warga yang tak menyukai keluarga pria itu.


tanpa terduga wulan melepaskan jaket yang dia pakai dn menutupi tubuh bagian bawah suaminya.


"kalau begitu, kenapa hanya dua pria ini yang kalian hukum, seret wanita itu jemari aku ingin lihat wanita secantik apa yang di nikmati oleh suamiku, hingga dia menghianati diriku, dan jika ada yang ingin menghukumnya dengan lemparan batu silahkan,tapi bagi yang tak punya dosa sekecil apapun atau orang yang tak pernah membuat salah, cepat lakukan, pak RT mau melempari suamiku silahkan, aku Carikan batu yang besar," kata Wulan yang mengambil batu berukuran lumayan.


"kenapa diam, cepat kempat, jangan seperti anjing terus menggonggong tapi takut saat di gertak, karena kalian semua juga manusia yang pernah berbuat salah, dan kalian lupa siapa pria yang kalian perlakukan seperti binatang sekarang ini, dia adalah orang yang membantu semua warga, sekarang katakan dan jawab aku siapa yang tidak pernah di tolong oleh pria ini, jawab!!!" teriak Wulan marah.


"sayang tenanglah, kamu masih dalam masa pemulihan," kata juragan Baron merasa kasihan pada istrinya


"tidak mas, tolong jangan menyuruhku berhenti, mereka memperlakukan penolong mereka begitu biadab apa pantas, lihatlah dia tiga bulan lalu dia dan keluarganya kelaparan, tak ada satupun warga yang mau menolongnya, tapi kenapa tadi dia adalah orang yang paling semangat melemparkan batu ini padaku, apa dia tak punya otak atau hati.. Ah aku lupa jika dia itu lebih buruk dari pada hewan, anjing saja bisa memberikan hidupnya saat kita menolongnya, ternyata dia tak lebih baik dari anjing bukan," kata Wulan yang benar-benar membungkam semua orang.


Tanpa terduga seorang gadis di seret oleh Wawan yang baru tau karena dia kemarin malam minum obat penenang hingga tak menyadari segalanya.


"dia gadis yang anda minta Bu juragan," kata Wawan mendorong gadis itu hingga tersungkur.


"apa kalian buta, kenapa suamiku mau dengan gadis triplek begini, kaku menyukainya mas," kata Wulan menunjuk gadis yang sedang terduduk malu.


"aku bahkan tak mengenalnya, aku tadi bangun dan sudah di sergap warga, dan lagi aku tak tau karena semalam ada yang memukul kepala belakang ku hingga pingsan," kata juragan Baron.


Azizah mendekat dan langsung melihat wajah gadis itu, "gadis pelacur ini bukan berhubungan dengan juragan dan suamiku, tapi dia yang melakukan hal men-ji-jik-kan dengan lima penjaga di peternakan milik juragan Baron," kata Azizah yang membuat semua orang kaget.


"apa, itu tidak benar,semalam juragan yang memaksa ku untuk melakukannya bersama dengan anak buahnya,"


"kamu kalau mau bohong ya pakai otak," kata Rojak


"aku tidak bohong," bantah gadis itu.


"kamu bodoh ya, seandainya jika itu memang benar, Rojak akan jadi pilihan kesekian karena dia bukan orang kepercayaannya, jika itu memang benar pilihannya ada tiga, Wawan, pak Sardi dan tentu saja-"

__ADS_1


"ayah mertuanya," kata pak Dikin yang datang dengan menyeret Andik serta dua orang lainnya dan mendorongnya hingga kedepan kaki putri tirinya itu.


"aku punya bukti kalian saat melakukan hal men-ji-jik-kan itu, karena semua usaha milik juragan Baron memasang CCTV, jadi itu sudah cukup untuk membuat kalian semua membusuk di penjara," kata Wulan datar.


__ADS_2