Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
hadiah untuk ryan


__ADS_3

Akhirnya mereka sedang memilih baju untuk diri mereka sendiri.


untuk Aina dan Rian membebaskan adik-adiknya itu untuk memilih jenis pakaian apapun yang diinginkan.


Tentu saja si kembar tidak bisa memilih baju model aneh-aneh karena mereka sendiri berjilbab.


Berbeda dengan Bima yang memilih celana pendek dan kaos seperti halnya Rian yang menyukai hal itu.


"Mbak, boleh nggak kami beli piyama? Aku ingin punya juga Mbak," tanya Raisa.


"Tentu saja boleh, beli saja yang kalian mau, toh kalian menggunakannya saat tidur, dan Ingat jangan digunakan untuk keluar rumah," pesan Aina.


"baiklah Mbak, tapi kami boleh beli Hoodie nya tiga gak ya, buat Gonta ganti gitu," mohon Raina.


"ambil saja, kan mbak sudah bebaskan, Terserah ambil saja yang kalian inginkan, asalkan hoodie nya punya tutup kepala itu lebih bagus, jadi kalian bisa menggunakannya saat darurat," terang Aina.


"Baiklah bos, kami mengerti," jawab keduanya.


Akhirnya terketik kedua gadis itu pun memilih Hoodie yang mereka inginkan, sekarang mereka tinggal menunggu Aina yang sedang membayar.


Ryan tadi awalnya ingin bayar, tapi Aina yang menolaknya, toh dia juga mengunakan kartu milik suaminya itu


Saat menunggu, tiba-tiba terdengar lagu yang sedang di putar.


"Kali ini ku tlah jatuh ke dalam


Dosa begitu besar


Terlalu mencintai


Begitu dalam


Mata itu berhasil hipnotisku


Menjerat nafsu jiwa


Mengurungku kedalam keindahan


Menciummu hingga lemas


Memelukmu hingga terlelap


Kau bagaikan simbol semesta alam

__ADS_1


Dan aku pemujamu


Setiap saat bersimpuh dihadapmu


Kau memegang semua kehidupanku


Keluar dari derita


Menuju kedamaian yang Ilahi


Menciummu hingga lemas


Memelukmu hingga terlelap


Tuhan tolong segera sadarkan


Aku dari semua


Pengaruh sihir cinta mati


Aku kepadanya


Menciummu hingga lemas


Memelukmu hingga terlelap


Ku ingin ini bukan hanya


Sekedar mimpi belaka


Ku ingin ini menjadi


Dosa terindah dalam hidupku..." suara Raisa yang mengikuti alunan lagu itu


Aina yang mendengar pun tak menyangka jika suara adik iparnya itu cukup bagus.


"ini belanjaan kalian, sudah di pisah di masing-masing tas, sekarang kita mau kemana lagi?"


"kita mau ke tempat penjual mie ayam," kata semua orang.


Aina tersenyum saja, bima sudah di gandeng oleh Ryan, sedang Aina mengandeng dua adik perempuannya.


Saat mereka akan menyebrang, ternyata mereka melihat sosok yang familiar.

__ADS_1


Dan sosok itu tampak tak bisa bergerak saat melihat Ryan dan rombongan


"ada apa mas..." tanya Aina yang melihat suaminya membisu.


"tidak ada dek, sudah ayo kita pergi," ajak Ryan yang menekan lampu rambu untuk mereka bisa menyebrang.


Wanita itu pun juga hanya bisa melirik saat mereka berpapasan.


dia tak menyangka sosok Ryan yang dulu dia hina habis-habisan karena miskin.


Kini bisa berbelanja seperti itu, dan pria itu kini tampak bersih dan semakin tampan.


"kenapa kamu begitu lama!!" bentak pria yang bersama wanita itu.


"maaf..." lirih wanita itu.


Sedang Ryan pun cuek bebek, toh semua sudah berakhir, jadi sekarang dia harus fokus pada istrinya yang masih muda dan cantik.


mobil pun melaju menuju warung mie ayam langganan, ternyata orang tua mereka juga ada di sana.


"hek eleh... Romantisnya makan berdua saja, tak ingat tuh tiga bocah, enak sekali..."tegur Ryan dengan kesal.


"alah Ryan, sekali-kali, jarang-jarang loh kami bisa berduaan begini,"


"iya deh, Bu pesan mie ayam biasa, dan tolong satu mangkok kosong ya," kata Ryan.


"anu mas, sate telur puyuhnya habis, bagaimana," kata pemilik warung itu


"ceker saja kalau begitu, dan saya minta satu porsi ceker ya," kata Aina yang mengejutkan keluarganya.


Sejak kapan Aina menyukai bagian itu, bahkan mama Wulan masih ingat bagaimana gadis itu sakit setelah melihat ceker di piringnya.


"sayang kamu nggak sakit kan," tanya Ryan memastikan hal itu.


"Tidak kok Mas, aku hanya ingin saja, memang tidak boleh." kata Aina sedih.


"Bukan tidak boleh, cuma kamu membuat Mama syok, Lihatlah Mama sampai diam begitu," kata Ryan


Aina menoleh dan melihat mana mertuanya itu terheran-heran, "Habis.. habis ... dia tidak pernah makan itu yang namanya ceker, dan kenapa sekarang dia minta ceker, kamu tidak masalah kan nak, takutnya kamu malah jatuh sakit dan masuk rumah sakit loh, ingat terakhir kali Mama buat soto ceker, itu membuatmu tidak bisa bangun selama seharian, mama tak mau kamu jadi sakit," kata mama Wulan yang sedikit berlebihan.


"Ah Mama... bikin malu saja, itu kan memang Kondisi badanku tidak enak saat itu, jadi yang sebenarnya aku memang sudah sakit dari awal."bantah Aina


"Ya sudah, terserah kamu, asalkan jangan sampai kamu drop ya, Ingat jaga kesehatan."

__ADS_1


"Iya .... Mamaku sayang," jawaban wanita Aina sambil memeluk wanita itu.


__ADS_2