Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
aku tak marah


__ADS_3

Mobil sampai di rumah, ternyata masih ada Azizah dan Mak Yem, juragan Baron langsung menggendong istrinya dan membawanya ke kamar dan memintanya istirahat.


"kamu istirahat, biar aku ke depan sebentar ya," kata juragan Baron.


"mas jangan pergi," kata Wulan memohon.


"istirahat dulu, aku akan membawakan air hangat untuk mu, tolong jangan membantah kali ini," kata juragan Baron yang langsung bergegas keluar dari kamar.


sedang Wulan juga merasa jika istrinya itu cuma salah sangka, tapi dia harus memastikan putranya baik-baik saja dan tak ada masalah lagi.


Juragan Baron yang langsung ke depan dan tak lupa dia mengecek putranya Ryan yang sudah tertidur karena pengaruh obat.


Azizah menaruh minuman di meja untuk semua orang, "Monggo... Sekecaaken," kata wanita itu sopan.


"baiklah terima kasih Azizah," kata pak Dikin.


"kamu bekerja di sini Azizah," tanya Bu pawoh yang sedikit merasa terbantu jika memang iya.


"kata Bu juragan masih di pertimbangkan, karena Bu juragan tak mau ada yang menyiapkan keperluan juragan dan juragan kecil," kata Azizah.


"kalau itu aku tau, tapi sekarang semua tak sama," kata Bu pawoh.

__ADS_1


"mulai besok kamu bekerja di sini, dan tugas mu pastikan istriku tak melakukan apapun, jangankan menyentuh pisau dia tak boleh ktkyar dari kamar untuk satu bulan ke depan," kata juragan Baron tegas.


"baik juragan," jawab Azizah yang memang tau apa yang baru terjadi.


Bu pawoh tak menyangka jika menantunya itu akan melakukan hal sejauh itu, tapi semua di lakukan demi putrinya.


Akhirnya mereka berdua pamit pulang, terlihat pak Dikin merasa kasihan dengan juragan Baron.


Ya dia baru tau semua yang di alami Wulan selama menikah dulu, dan itu terlihat sangat menyakitkan untuk dirinya.


"kamu sedang memikirkan aia dek?" tanya pak Dikin pada istrinya itu.


"apa aku perlu datang ke rumah Wulan, aku takut jika dia bisa dan malah stres karena peraturan suaminya," kata Bu pawoh yang juga khawatir.


"itu lebih baik mas, terima kasih kamu sudah begitu pengertian padaku," kata Bu pawoh.


Di warung tempat Mak tun berjualan, wanita itu sudah beberapa hari berjualan seorang diri.


Saat siang itu ada tamu yang tak terduga datang, "Mak kopi biasa,"kata bekan yang sekarang jadi tangan kanan juragan Sukoco.


"eh iya mas bekan dan juragan Sukoco, tunggu sebentar ya," kata Mak tun yang langsung membuatkan pesanan kedua pria itu.

__ADS_1


Mak Tun pun tak melihat ada orang lagi cuma berdua saja, "tumben juragan cuma berdua?"


"iya semua anak buah ku sudah menikah dan kabur dariku, sekarang malah jadi orang Baron semua, tapi aku tak melihat Ajeng," kata juragan Sukoco yang ingin melihat wanita itu.


Karena dia dengar dari orang-orang jika wanita itu sudah berubah menjadi wanita yang seksi dengan tubuh yang aduhai.


"ya juragan tidak tau, Ajeng setelah menikah ini ikut suaminya ke kos selama bekerja di sini, dan saat Minggu dia ikut pulang ke rumah mertuanya, kadang dia juga kesini jika di kostnya dia kesepian," jawab Mak tun.


"berarti tak jodoh ya, karena tak bisa mengucapkan selamat atas pernikahannya," kata bekan.


Tanpa di duga, tiba-tiba motor Ajeng datang dan terlihat seorang wanita dengan badan bagus turun dari motor itu.


Meski kulitnya masih sama yaitu sawo matang, tapi lekuk tubuhnya sangat menggoda iman.


Belum lagi sekarang wajahnya tampak cerah dan tampak bahagia, "assalamualaikum Mak,"


"wa'alaikumussalam, tak kira tak jadi datang, tadi sudah izin suami belum kalau kesini?" tanya Mak tun.


"tentu saja sudah, nanti siang dia juga kesini kok, selamat pagi pak bekan dan juragan Sukoco," sapa Ajeng yang masih ingat bagaimana dia di hina pria tua sialan di depannya itu.


"kamu tampak cantik ya sekarang, sudah tobat atau masih bekerja seperti itu," kata juragan Sukoco yang membuat Ajeng tak suka.

__ADS_1


"tentu saja aku taubat, memang aku melakukan apa, aku menjual aset ku bukan aset orang lain, dan lagi juragan ingat ucapan terakhir anda, itu tak akan pernah aku lupakan," kata Ajeng yang langsung masuk kedalam warung milik ibunya.


terlihat juragan Sukoco tak bisa melawan karena Ajeng tampak begitu tenang


__ADS_2