
Ryan menghubungi temannya untuk menyelesaikan apa yang dia dapat sebagai ganti rugi.
Dia harus menyelesaikan sertifikat rumah itu, dan pengambilan alih semua harta yang dimiliki oleh Bastian.
karena pria itu tidak hanya menyelewengkan uang saja, tapi juga banyak barang yang di gelapkan.
"apa yang harus di lakukan, kita tak mungkin dong disini saja, dan jika langsung pulang juga istri istri kita juga sedang ada di kampus," tanya kevin yang tak punya rencana.
"Ya Kamu benar, tapi kita mau apa juga di sini, karena aku tidak sedang tidak ingin ke mana-mana, karena biasanya yang punya ide itu Edo, atau kalau tidak Ivan."
"Ya saat seperti inilah aku merindukan mereka, karena mereka termasuk pria-pria yang suka jalan-jalan,"
Saat sedang santai di cafe, tiba-tiba Ryan ingat sesuatu, dia mengingat jika akhir-akhir ini istrinya sangat menyukai coklat.
Jadi dia akan memberikan kue untuk istrinya, dia juga tau toko kue yang enak di kota itu.
"Mau ikut tidak aku mau membeli kue untuk istriku?" tawar Ryan.
"Boleh deh, setelah beli kue sekalian kita pulang saja, aku lebih baik di rumah, menunggu istriku pulang, dan langsung menerkamnya saat dia sampai di rumah, ha-ha-ha impian yang gila ternyata," kata Kevin yang terdengar seperti pria kehausan.
"Wong edan!"
Mereka pun menuju toko kue yang menjual lapis khas Surabaya, dan juga beberapa jenis kue lainnya, Ryan juga membelikan pie kering untuk adik-adik nya.
Bahkan pria itu memborong cukup banyak jajanan,karena ingin membagi dengan seluruh keluarganya.
Setelah selesai, dia pun menyerahkan tugas-tugasnya, pada orang-orang yang dia percayai, dan dia memilih pulang untuk istirahat.
Di tempat lain Gofar sedang duduk bersama mama Wulan yang sedang berkunjung ke peternakan.
Ya wanita itu ikut datang bersama dengan suaminya, yang tadi akan menjual beberapa anak sapi yang berjenis kelamin jantan.
"Ada apa le? sepertinya kamu sedang sedih ya, jujur saja sama mama?" tanya wanita itu dengan lemah lembut.
"Tidak ada mah, aku hanya sedikit merasa pusing saja," jawab Gofar sedikit malas
__ADS_1
"pusing kenapa,"
"Setelah dari wisata religi, yang Kapan hari itu, Dewi tiba-tiba berubah mama."
"Dewi, anaknya basuni, kenapa dia berubah, Bukannya dia selalu saja dekat denganmu selama ini?" tanya mama Wulan.
"aku juga tak tahu, aku kira dia hanya sedang PMS saja awalnya, tapi ternyata, dia sepertinya marah, karena terbukti dia selalu menjauh dariku, saat datang mengantarkan titipan ku," jawab Gofar.
"Apa kamu melakukan kesalahan?" tanya mama wulan lagi.
"tidak mungkinlah, kesalahan apa, Bahkan aku saja kaget dibuatnya, karena aku tidak merasa melakukan hal yang salah," jawab Gofar.
"Kamu sama Ryan itu sama Le, sama-sama tidak peka dengan keadaan, Jadi kemungkinan kamu melakukan kesalahan tapi kamu tidak menyadarinya," Saut juragan Baron yang selesai melakukan transaksi.
"Aku tidak pernah melakukan kesalahan apapun Ayah, Entahlah, aku sendiri juga pusing, sudah tidak usah dibahas lagi," kata Gofar yang memilih pergi untuk membantu belantik itu menaikkan sapi-sapi jantan itu ke truk.
Melihat tingkah Gofar membuat keduanya saling bertatapan, "Apa perlu dibantu ya Yah," lirih Mama wulan
"Sebaiknya kita bantu, dan aku juga ingin tahu, kenapa gadis yang biasanya terlihat begitu bahagia saat bertemu dengan Gofar, tiba-tiba berubah," kata juragan Baron dengan tegas.
Keduanya pun menerima bukti transferan, dan Setelah itu mereka berdua pamit kepada Gofar dan juga Kipli yang sedang bertugas.
Pasangan itu pun menuju ke rumah Pak Basuni kediaman dari Dewi.
Saat mobil baru berbelok dan akan berhenti, Dewi yang awalnya di teras, tiba-tiba lari ke belakang.
"Kenapa dia seperti melihat hantu ya, Yah?" bingung Mama Wulan.
"Entahlah, sepertinya memang ada yang terjadi mah, tapi kita lihat saja nanti." jawab juragan Baron yang bergandengan dengan istrinya.
Belum juga sempat mengetuk pintu rumah, terlihat Bu Basuni sudah keluar dari dalam rumah.
Keduanya disambut oleh ibu Basuni, Ibu dari Dewi dan juga Kipli.
"Assalamualaikum.. " salam mama Wulan ramah.
__ADS_1
"Waalaikumsalam, bu juragan, Monggo Monggo Monggo, Silakan masuk, Aduh ada apa, Ada angin apa ini, kok tiba-tiba datang ke sini, padahal ini masih kerja loh, Bapak juga belum pulang dari sawah juragan." jawab wanita itu dengan ramah.
"Oh, tidak ada kok Bu, kami hanya ingin mampir, Oh ya, tadi saya melihat Dewi, kok tiba-tiba lari ya? Seperti melihat hantu saja," canda mama Wulan.
"Oh Dewi memang begitu Bu juragan, dia Tadi bilang katanya ada tamu, terus kemudian dia bilang mau pergi ke temannya sebentar katanya, jadi buru-buru pergi." jawab Bu Basuni.
"Oalah, begitu ya bu, tapi ngomong-ngomong, saya dengar-dengar, Dewi ini sekarang jarang ke peternakan, ya, Kenapa Bu?" tanya mama Wulan tanpa Tedeng aling-aling.
"Oh masalah itu ya Bu, ya Iya, Ya, saya juga kurang tahu, anaknya nggak pernah cerita, Bu."
Mendengar jawaban dari Ibu Gadis itu, mama Wulan dan juragan Baron sendiri tetap punya pertanyaan besar.
Karena mereka melihat sosok Dewi ini sebagai gadis yang baik, dan Gofar terlihat nyaman juga bersamanya.
Mereka tidak ingin ada hal yang buruk menimpa Gofar, Jadi mereka ingin membantu putranya itu dekat dengan Dewi.
"Kalau boleh bu, saya minta tolong, dewinya dipanggil, karena saya ada perlu, mau menawarkan sedikit lowongan pekerjaan, Jika dia mau," bohong nama Wulan
"inggeh inggeh inggeh bu, sebentar saya panggilkan ngeh, tunggu sebentar ," kata ibu Basuni dengan sangat sopan.
bu Basuni bergegas mencari putrinya itu, dan ternyata Dewi tidak ke rumah temannya, tapi bersembunyi di belakang, dengan cepat Bu basuni menyeret putrinya itu untuk menemui tamu.
"Emoh Bu Emoh, aku mau nemuoni ibu juragan karo juragan Baron, emoh..." mohon Dewi yang terus berontak
"Kamu itu kenapa, toh Nduk, itu loh Ibu juragannya mau menawarkan pekerjaan padamu, daripada kamu nganggur, baru juga lulus, kok tenggak tenggok di rumah saja," kata ibu Basuni.
Dewi pun tak bisa membantah, karena bagaimanapun, dia tidak mungkin melawan ibunya, jadi dia pun pasrah, diseret untuk ruang tamu.
Baru juga melihat sosok juragan Dewi langsung menunduk takut, dia tahu, apa yang membuat kedua orang tua itu datang ke rumahnya.
"aduh... aduh, Dewi Kenapa kamu tadi lari, bu juragan sampai kaget loh," Kata mama Wulan dengan sopan seperti biasanya.
"Maafkan saya bu juragan, bukan saya kabur karena melihat hantu, tapi saya hanya sedikit tidak enak, karena berpakaian seperti ini, jadi saya langsung mencari Ibu," bohong Dewi.
"Yakin tidak ada yang kamu sembunyikan,"
__ADS_1
"Mboten wonten bu juragan," jawab Dewi dengan menunduk sambil memainkan jarinya.