Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
akhirnya berangkat beneran


__ADS_3

Dewi benar-benar memeriksa Tempat tinggal dari Gofar, dia tak menyangka, pria itu benar-benar menyiapkan segalanya, dan suasana tempat itu terlihat sangat nyaman dan hangat.


Setelah menyelesaikan Apa yang diperintahkan oleh Gofar, Dewi pun turun, dan pamit untuk pulang, Karena besok dia harus berangkat pagi, bersama teman-teman dan keluarga yang lainnya.


Juragan Baron dan mama Wulan mendatangi tempat peternakan, dan kaget saat melihat Dewi keluar dari sana.


"Lo Dewi dari mana Nduk," tanya mama Wulan dengan ramahnya pada gadis itu.


"Ini Bu juragan, Saya baru saja mengantar makan siang untuk Mas Gofar, Dan ini juga mau pulang, kan besok kita jadi wisata religi kan," jawab Dewi dengan senyum ramah dan antusias.


"Ya Allah Nduk, kamu itu kok gemes banget sih, Ya sudah, besok Ibu tunggu ya, jangan sampai ketinggalan, Awas lo ya, nanti Gofar sedih." Kata mama Wulan menggoda Dewi.


Mendengar itu Dewi pun hanya malu-malu, dan segera pamit pergi, dan juragan baron hanya tersenyum saja memperhatikan tingkah kedua orang itu.


"aku tau aia yang ada isi di kepala mu, Jangan-jangan Mama ingin menjodohkan Dewi dengan Gofar, Ayo," jawab jujur tanya gerakan Baron.


"Memang salah, kan mereka juga sama-sama tidak punya pasangan, kan nggak papa dong, bener kan ayah?"


"Yo wis terserah ya Mama saja, Ayah mah cuma nganut sama anaknya, mau apa ndak," jawab juragan Baron dengan nada suara yang sedikit pasrah.


Ya karena tidak ada yang bisa melawan istrinya, jadi dia pasrah saja dengan apapun keputusan dari mama Wulan.


Juragan Baron dan mama Wulan akhirnya masuk ke dalam peternakan, terlihat Gofar dan Kipli sedang istirahat.

__ADS_1


"ayah, mama," sapa Gofar yang menyapa dengan ramah


"iya le, kamu yakin nggak jadi ikut?? Ya Allah, Le kamu ini, kok ya, susah banget sih, di ajak jalan-jalannya, apa yang gak bosen, tiap hari Lihat sapi terus, oh, mama aja sampai bosan kalau seharian di sini," kata Mama wulan yang sedikit kesal dengan anak angkatnya itu.


"Ndak apa-apa Mama, ini sudah Enak kok di sini, aku juga tenang serta terbiasa, dan nanti tidak usah beli apa-apa ya, karena aku sudah nitip dengan Dewi, jadi Mama jangan beli apapun," kata Gofar yang membuat mama Wulan kaget


"Lho lho lho yang nggak bisa begitu, Mama akan tetap beli oleh-oleh untukmu, dan apalagi yang kamu butuhkan, kulkas bukan, di sini belum ada kulkas, Ayah ini gimana sih ruang tidur anaknya Kok nggak diisi kulkas atau apapun yang bisa mempermudah, kan kasihan itu Gofar,"


"kan Kan kamu tahu sendiri kan, akhirnya bagaimana? lihat sekarang Ayah yang salah kan, kamu sih disuruh beli kulkas nggak mau terus, itu salahin anaknya, jangan salahin Ayah, kenapa jadi ayah yang salah sih, ya sudah Nanti biar Ayah transfer uangnya, kamu beli kalau gak awas kamu ya," kata juragan Baron sedikit kesal pada Gofar sedang pria muda itu hanya nyengir kuda saja.


"Maaf Ayah habis perabotannya nanti kan bisa buat kamarku sempit, kalau kebanyakan,"


"Ya nggak gitu, kamu itu terus nolak, Mama itu nggak suka. Ya sudah, besok Mama nitip rumah ya, nanti kamu bisa, sekali-kali lihat kesana ya le, karena juga ada Pak Tono yang akan jaga."


"Hei mulutmu anak muda, pengen di cubit ya," kesal mama wulan mendengarnya


Keesokan paginya, Gofar datang ke rumah keluarga juragan Baron, dan juga untuk berpamitan kepada yang lain, terlihat Ryan juga langsung memeluk Kakak angkatnya itu.


"Mas, yakin nggak jadi ikut? ya Tuhan, Kenapa sulit sekali mengajakmu untuk jalan-jalan, dan Kenapa selalu saja suka untuk melihat itu badan sapi setiap hari." protesnya


"Kamu ngelindur Dek, Sudah berangkat sana, jangan ngomong yang nggak-nggak, tuh kasihan istrimu," kata Gofar memukul kepala Ryan.


"Ya elah ketus amat, kalau mas sendiri, gimana? belum punya istri, Kasihan deh, Nggak ada yang temenin Kalau tidur, ha-ha-ha."

__ADS_1


"Duh, mulutnya, nih anak, bikin gemes aja,pingin tak kaplok fuaek that?"


"Ayo kalau berani, Kita tanding dulu tha," tanyang Ryan


Geplak...


sebuah pukulan di berikan oleh pak Dikin pada dua cucunya itu.


"Hei kalian ini ngomong apa sih, sudah naik sana, Ryan jangan ganggu kakaknya, dan Mas Gofar Titip rumah ya, nanti mau kakek bawakan hadiah, dan oleh-oleh untukmu, mau apa? calon istri?" tanya pak Dikin dengan menggoda cucu angkatnya itu


"Nggak usah Mbah, nanti aku tak cari sendiri saja, di sini tidak kekurangan orang cantik, ya jadi nggak usah cari calon istri," kata Gofar


"Ya sudah, kalau begitu, nanti kami pulang, harus sudah ada calon, ya, kalau belum, Awas kamu tak jewer kamu ya! Aduh cucu ku yang ganteng," kata Bu pawoh yang juga memeluk Gofar penuh kasih sayang.


Gofar hanya mengangguk dan melepas semua kepergian dari keluarganya itu


Dia tak menyangka jika kehilangan keluarga terdekatnya, membawanya masuk ke dalam keluarga ya begitu hangat seperti ini.


Meski dia tidak tinggal bersama dengan juragan Baron, tapi dia tetap dianggap sebagai Putra kandung mereka sendiri.


Bahkan saat acara pernikahan Ryan pun, keluarga itu tetap mengadakan acara langkahan, Karena bagaimanapun, mereka sudah menganggap Gofar adalah putra pertama mereka.


Dewi pun Melambaikan tangan pada Gofar, saat bus itu melewati pria itu, dia tak menyangka, jika gadis Itu tampak cantik dengan jilbab di kepalanya.

__ADS_1


"Sayang, kamu masih SMA Dek, jika sudah lulus, pasti akan ku lamar, aduh bisa gila gue, lebih baik aku pulang kembali ke peternakan, dan istirahat." gumamnya.


__ADS_2