
Luna ikut mobil dengan Ryan, dan tentu saja orang tua Luna tak masalah toh putrinya itu bersama dengan juragan Baron.
Setelah berpamitan dengan keluarga, mereka bertiga pun pergi ke sekolah tempat Ryan menimba ilmu.
Dan saat sampai ternyata enam bus itu baru datang, dan tentu saja dia belas orang yang menjadi tim armada langsung menyapa pria itu dengan sopan.
"assalamualaikum juragan," salam mereka semua
"wa'alaikumussalam semuanya, bagaimana bisa aman kan, karena kalian bawa bos kecil nih," kata juragan baton yang menunjuk putranya yang sibuk menurunkan semua makanan yang di bawa.
"iya juragan, dan kebetulan kelas bos kecil ikut saya, tapi semoga bos gak kesal ya," kata pak Edi.
"dia bukan remaja jahat kok, tapi sedikit cerewet dengan beberapa hal, tapi selama kalian nyupir bus-nya dengan aman, pasti tak masalah," jawab juragan Baron.
"inggeh juragan, dan sepertinya enam bus juga baru datang, dan ini dari PO bus S travel,"
"loh namanya ganti ya?" tanya juragan Baron.
"iya juragan, setelah kehilangan putranya, tapi usahanya malah semakin besar,"kata pak Edi.
"hus,"
Ternyata Anto yang turun dari bus itu,pria itu juga menyapa juragan Baron, "tumben bos mu tak ikut?"
"ah itu juragan, bos sedang melakukan beberapa seminar di beberapa SMA, dan ibu bos juga sibuk dengan semua kegiatannya,maklum dua-duanya orang sibuk," jawab Anto.
"ya siapa yang tak kenal Samsul, seorang pengusaha dengan etika bisnis paling baik, dan rejan kerja baik, dan bilang padanya, jika ada waktu luang minta dia menghubungiku, aku ingin membicarakan beberapa bisnis dan semoga dia mau," kata juragan Baron.
"bukankah kalian seumuran, tapi kenapa usia putra Juragan lebih besar," kata Anto heran.
"begitu menurut mu, seandainya dia tak nikah sampai empat kali mungkin putranya lebih besar dari putra ku,kamu lupa, ha-ha-ha... Sudah sekarang kalian semua jangan ngebut dan selalu jaga keselamatan," kata juragan Baron yang di iyakan Anto.
(kisah Samsul ini bisa di baca di novel otor yang judulnya, JATUH CINTA LAGI)
terlihat kernet dari bus yang di kendarai oleh Edi membantu bos kecilnya untuk menata kue di setiap kursi.
Setelah itu, dia juga memastikan jika semua bekal mereka aman di bagasi bus, dan saat dia membantu ketua kelas ternyata masih ada dua orang yang belum datang.
"kemana Nella, dan Della, Luna apa kamu tak tau kemana dua sahabat mu itu?" tanya Niken pada Luna
"tidak Niken,karena dari kemarin malam mereka tak menjawab telpon ku bahkan pesan ku," jawab Luna.
"apa sih berisik amat, aku di sini,dan ini catering dari tetangga ku,sudah ayo naik," kata Nella yang baru datang.
__ADS_1
untungnya Luna tak di kucilkan oleh kedua temannya, dan selama perjalanan para murid ini menyanyi dan bergembira.
Sedang Ryan memilih tidur di pojokan bus, karena dia tak bisa tidur semalam.
Dan saat sampai di pantai gemah Tulungagung, masih pukul sepuluh pagi.
"semuanya ayo siap-siap turun dan kita sampai, dan jangan sampai lupa barang-barang kalian semua, dan ingat jika tak ada tikar nanti bisa sewa ya," kata wali kelas mereka.
"selamat datang di pantai gemah, dan untuk bos Ryan, terima kasih camilannya, dan selamat menikmati liburan semuanya," kata kernet bus yang langsung membuat semua murid berteriak histeris.
ternyata yang menyediakan kue itu bukan pemilik bus, tapi Ryan, ya yang sebenarnya sana saja sih.
Mereka semua sampai di pantai, dan Ryan, Tyo,Ivan dan Kevin membawa semua catering untuk makan siang.
Dan para kru bus juga sudah dapat bagian masing-masing dari sekolah, karena itu bukan tanggung jawab para murid.
Dan para gadis membawa tikar dan yang membuat lucu adalah, Edo benar-benar membawa terpal yang biasa di gunakan untuk menutup jemuran jagung.
tapi itu sangat berguna karena satu kelas tak harus repot-repot mencari tempat dan semua langsung menaruh tas mereka jadi satu.
"semuanya kita makan dulu, karena tak baik jika kita main dalam kondisi lapar," kata Niken selaku ketua kelas.
"baik, semuanya silahkan ambil sesuai pesanan yang kemarin,dan untuk yang ikut aku sudah ada catatannya," kata Ryan yang langsung memanggil satu persatu murid kelasnya.
Tapi dia salah, catering yang ikut Ryan malah sangat lengkap, dan juga sangat rapi.
Bahkan lauk di pisah dan membuat nasi tak badi, dan mereka semua makan dengan lahap.
Setelah makan, mereka semua berganti baju dan langsung berlarian menuju ke pantai.
Tapi Ryan, Tyo, Ivan dan Evan masih santai, dan Edo juga masih memastikan jika semua barang milik teman kelasnya aman.
"mau main apa?" tanya Tyo yang bingung melihat pantai.
"aku mau naik banana boat tapi harus cari teman,dan tentunya patungan sewa," kata Ryan.
"ya elah di bos mah, sewa sendiri dong, aja kami juga," kata Edo memohon.
"baiklah, aku mengerti dengan itu, sekali ini saja ya Edo," kata Ryan yang tak bisa menolak permintaan dari anak yatim satu itu.
Ya Edo adalah salah satu murid yatim yang di bantu oleh ayahnya, dan di tambah dulu ayah Edo juga orang kepercayaan dari juragan Baron.
"tapi ini bagaimana, tak mungkin dong kita tinggalkan begitu saja, semua barang ciwi-ciwi ini di sini," kata Ivan
__ADS_1
Tiba-tiba dua gadis datang ke tempat mereka, "biar kami yang jaga, kamu sudah puas main di pantai,"
"tapi baju kalian saja tidak basah," kata Ryan heran.
"karena tak baik jika kami mengotori laut,terlebih kamu sedang ada tamu bulanan,sudah kalian main saja," jawab Niken.
"terima kasih deh,oh ya kalian bisa makan kue kering dan brownies yang tadi di bawakan mama ku,bukankah para gadis suka coklat," kata Ryan dengan senyum manis yang membuat Niken dan satu temannya itu malu.
"iya deh,terima kasih," kata Niken yang langsung duduk.
Dan tak lupa dia mengumpulkan tas teman-temannya dalam satu pojok, dan Ryan mulai menyewa banana boat.
Dan ternyata tiga gadis lain yang tau mau ikut juga,jadilah mereka bermain dengan banyak orang.
Dan setelah puas main dan berfoto di laut,kini Ryan dan Edo menyewa ATV, tentu saja mereka berputar-putar dan menikmati pantai dengan mengendari itu.
Bahkan meski hanya mengunakan kaos kut*ng tapi Ryan tampak begitu tampan.
Dan setelah puas dengan teman-teman prianya, dia menghentikan ATV itu di depan Niken dan Dinda.
"hei ayo main,aku ajak keliling, dan biarkan para bocah itu yang jaga, tuh Bu Lilik juga sudah datang,"
"gak papa,"
"sudah naik sana, jarang-jarang Ryan ngajak gadis main,sudah mumpung dia lagi baik," kata Tyo
kedua gadis itu pun naik di sisi samping kanan dan kiri, mereka juga sempat di ambil foto dulu oleh Ivan.
Setelah itu kedua gadis itu tertawa bahkan memeluk pinggang Ryan saat pemuda itu sengaja mengebut.
Bahkan Ryan tertawa keras saat mengerjai kedua gadis itu, "ha-ha-ha," suara Ryan tampak sangat bahagia.
Dan setelah puas berkeliling, dia memberikan ATV itu pada Tyo dan Ivan karena dia sudah lelah.
"kamu kok sudah berhenti, lelah Ryan padahal kamu dari tadi iseng pada Dinda dan Niken," kata Bu Lilik wali kelas bocah itu.
"maaf Bu,habis mereka berdua mau teriak saja sulit, tepi saya mau beli baju untuk dua adik perempuan ku, tapi aku tak bisa menawar,"
"kalau itu, serahkan pada Dinda, dia itu hebat dalam hal begituan," kata Niken.
"wah tak ku sangka, di kelas kita semuanya ada ya, tukang tagih dan tukang tawar," kata Ryan menunjuk kedua gadis itu.
"apa!!" teriak kedua gadis itu sambil memukuli Ryan kesal tapi yang di pukuli malah tertawa geli.
__ADS_1
Ya Ryan sekarang sudah sangat berbaur dengan semua temannya, dan dua gadis itu tak menyangka jika Ryan semenyenangkan ini.