Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
ayolah sayang


__ADS_3

Mak Yem merasa jika cucu perempuannya itu sedikit berubah, dan itu membuatnya kepikiran.


sudah dua hari ini cucunya itu tak banyak bicara saat di rumah,dia yang memang tak bisa mengajak wanita itu bicara pun tadi siang sempat meminta bantuan Wulan.


pukul empat sore, Ryan, Wulan dan juragan Baron sampai di rumah Mak Yem, ya tadi mereka ke dokter untuk memeriksakan kandungan.


"assalamualaikum Mak Yem," sapa Wulan dengan sopan.


"wa'alaikumussalam Mbak, Monggo silahkan duduk," kata wanita itu.


"terima kasih Mak, kalau boleh tau kenapa Azizah seperti ini,bukankah biasanya dia sangat ceria," tanya Wulan yang harus tau.


"saya juga tak salah terka sekitar lima hari ini mbak," kata Mak Yem.


"berarti saat Mak pulang sore yang istri saya mendapatkan kabar baik ya," tebak juragan Baron.


"inggeh juragan,"


"boleh tolong panggilkan cucu Mak," kata Wulan yang ingin melihat wanita itu.


karena kehilangan orang yang di cintai itu bisa membuat syok, dan semoga dia bisa membantunya karena dia dulu juga sempat mengalaminya, meski berkat dukungan ibunya semuanya terlewati dengan baik.

__ADS_1


Azizah di panggil oleh Mak Yem, tapi saat keluar dia langsung ketakutan saat melihat sosok juragan Baron.


"pergi!!! Jangan mendekatiku!!" teriak wanita itu yang seperti melihat orang jahat.


"ada apa Azizah,itu juragan Baron," kata Mak Yem.


"jauhkan dia dariku,dia sudah melecehkan ku!!" teriaknya yang membuat Wulan terkejut.


"apa maksudnya, aku bahkan tak pernah menemui mu," marah juragan Baron.


Wulan bangkit dan mendekati gadis itu Perlahan,"kamu yakin jika pria itu yang melecehkan ku,dan kenapa kamu begitu yakin jika dia punya istri seperti ku yang selalu memberikan layanan baik saat di tempat tidur harus mencari di tempat lain, terlebih dengan dirimu yang bahkan tak memiliki... Ah sudahlah," kata Wulan yang pusing.


Plak...


Wulan tak bisa menahan amarahnya, itulah yang di terima oleh wanita yang berani mengatakan hal menjijikan tentang suaminya.


yang bahkan setiap malam selalu tidur di sisinya, dan tak pernah keluar karena dia akan bangun saat suaminya itu membuat derajat sekecil apapun.


"mbak saya mohon tolong jangan marah, mungkin dia ngelindur, tolong jangan sakiti cucu Mak,"mohon wanita tua itu.


"tapi aku tak bohong Mak," kata gadis itu menangis histeris.

__ADS_1


"memang kamu melihat wajahnya?" marah Wulan yang tak bisa menenangkan dirinya.


"tidak karena dia menggunakan kupluk yang menutup wajahnya, tapi aku ingat ada tato di lengan kirinya, dan itu berbentuk ular," kata Azizah dengan yakin.


mendengar itu, Wulan berbalik ke arah suaminya, juragan Baron yang sedang mengenakan kemeja lengan panjang pun kaget saat istrinya merobek lengan kemejanya.


"kamu bisa periksa, suamiku tak punya tato di lengannya, karena tatonya ada di bagian tubuh yang lain, jadi kamu sudah memfitnah suamiku, padahal kami datang untuk membantu mu," marah Wulan.


"apa... Dia mengatakan namanya Baron,aku tak bohong... Dia juga sudah melecehkan ku, dan aku tak tau harus bagaimana... maafkan aku Bu juragan," kata Azizah


"sudahlah sayang,kita pulang karena tak baik kamu di sini dan mengetahui yang tak seharusnya," kata juragan Baron yang tak ingin berurusan dengan wanita seperti itu.


"tunggu juragan, tolong bantu cucu saya," mohon wanita sepuh itu.


"asal mbok tau, semua pria yang memiliki tato di lengan kirinya berbentuk ular itu,semua adalah orang juragan Sukoco,dan aku tak mau berurusan dengan pria tua Bangka itu," kata juragan Baron.


"tapi aku akan mencoba meminta tolong bapak,tapi aku tak janji,karena dia tak bisa melihat wajahnya," kata Wulan melihat sosok Azizah memoyang sedang menangis tersedu-sedu.


Juragan Baron pun mengajak istri dan putranya itu pulang, tentu saja tadi juragan Baron merekam semua percakapan mereka.


Karena dia tak ingin ada masalah di kemudian hari, terlebih siapapun bisa melakukan apapun demi untuk menjadi istrinya.

__ADS_1


__ADS_2