
"kamu habis panen mbak?" tanya Wulan yang melihat barang bawaan Ajeng.
"iya nih, Alhamdulillah hasilnya cukup banyak jadi aku kirim kesini, tapi tumben bude gak di sini tadi aku telpon katanya sedang menginap di rumah mu," tanya Ajeng yang membersihkan semua lele yang dia bawa.
"ah mungkin sedang keluar dengan bapak,sudah mbak biar nanti Mak Yem dan Azizah saja yang membersihkan," kata Wulan yang merasa tak enak
"terus kamu repot sedang motong itu sukun,dan aku tak membantu, sudahlah kamu juga sedang hamil tak boleh membunuh seperti ini, oh ya ini Raina kok makin pendiam ya," tanya Ajeng melihat gadis kecil itu duduk tenang sambil memegang fot dan boneka miliknya
"ya sedang tenang saja, biasanya juga sudah grasak-grusuk karena tak ada temannya saja," jawab Wulan.
Mereka pun terus berbincang, saat sedang membersihkan semuanya, Mak yem dan Azizah baru datang setelah belanja.
Mereka yang melanjutkan, dan kini Wulan mengajak Azizah duduk di ruang tamu dan bertukar cerita.
"jadi sudah ingin punya anak?" tanya Wulan pada sepupunya itu.
"tidak, mas Andi juga tak menginginkannya, sebenarnya dku datang kesini tak hanya ingin mengantarkan itu saja," jawab Ajeng yang langsung merubah raut wajahnya menjadi sedih.
__ADS_1
"pasti karena ingin bertemu dengan ibu mu ya mbak, Tapi jujur saja sudah beberapa Minggu ini aku tak melihatnya, begitupun dengan para warga," jawab Wulan
"itulah yang menjadi ke khawatiran ku, karena ibu yang tiba-tiba tak bisa di hubungi, apa aku boleh minta temani salah satu anak buah mu?" tanya Ajeng memohon.
"tentu saja, aku akan meminta tolong pada pak toni ya, karena semuanya sedang sibuk di gudang dan pengilingan,"
"tak masalah,jika bisa Azizah juga deh, supaya nanti suamiku tak punya alasan jika ingin mempertanyakan tentang diriku," kata Ajeng.
"baiklah, aku mengerti," jawab Wulan.
dia pun meminta tolong pada pak toni dan Azizah untuk menemani Ajeng ke rumah ibunya, pasalnya mereka mendengar desas-desus tentang Mak tun.
Dan semua orang yang mempercayai pria itu pasti berasal dari luar desa hingga luar kota
Pukul tiga sore, Ryan sudah selesai melakukan ekstrakulikuler di sekolah dan bersiap pulang.
Dia langsung bergegas pulang karen sudah lapar dan tubuhnya sangat lelah dan kotor.
__ADS_1
Sesampainya di rumah,dia langsung lewat samping rumah,saat melihat ibu dan adiknya di teras.
"aku langsung mandi ma," jawab bocah itu lari ke samping rumah.
Pak Dikin dan Bu pawoh akhirnya pulang bersama Raisa, "akhirnya pulang juga," kata Wulan yang senang menyambut keduanya.
"iya dong, memang kalau gak pulang mau kemana, kamu ini lucu," kata Bu pawoh yang bercanda.
Wulan langsung menitipkan Raina dan akan membereskan semua barang yang tadi di bawa Ryan.
Dia mengambil tempat bekal yang ternyata sudah kosong,dan juga semua camilan habis.
Dia juga mencucinya agar besok bisa di gunakan lagi dan setelah itu dia membantu mbok Yem.
wanita itu sedang menggoreng sukun menjadi keripik,dan setelah cukup lama akhirnya camilan jadi.
dari tujuh buah sukun berukuran besar,hanya jadi tiga toples plastik berukuran besar.
__ADS_1
tapi itu cukup untuk di jadikan camilan bersama keluarga, dan tentunya mak Yem juga akan mendapatkan satu toples berukuran sedang.
Dan untuk lele sudah ada di freezer dan sudah di kemas dengan sekali masak agar memudahkan nanti saat mengambilnya.