Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
liburan 2


__ADS_3

Edo dan Ivan Hanya bisa diam menyaksikan apa yang sedang mereka lihat saat ini, bagaimana dua teman mereka sedang dilayani oleh istri masing-masing.


Keduanya tampak sangat bahagia, ditambah juga istri-istri yang masih sangat muda.


"Oh ya, besok kalian kumpul di stasiun, berangkat sendiri-sendiri ya, karena aku tidak mau jemput, aku sendiri saja, diantar oleh yuli, atau enggak pras." kata Ryan yang tak ingin teman-temannya itu menunggunya.


"Baiklah, besok aku akan minta antar adikku sajalah, kalau gitu, Oh ya, Apa yang perlu dibawa?"


"untuk camilan, tidak usah bawa, nanti aku yang akan membawanya, boleh kan mas, oh iya, untuk kebutuhan yang lain, mungkin bisa bawa masing-masing ya, atau nanti kita beli saja di sana." kata Laila yang di angguki Kevin.


"Biarkan saja mereka beli saja beli sendiri di sana, Oh ya aku ingin tanya apa kamu punya uang pegangan saat ini," tambah Kevin yang ingat jika pengeluaran istrinya cukup besar.


"Tentu masih ada uang yang kamu berikan Mas, tenang saja aku tak seboros itu," jawab Laila yang membuat Kevin tersenyum.


Sedang Aina masih tetap diam, dia tak banyak berkomentar, karena dia sendiri bingung mau bawa apa.


"Apa perlu aku membuatkan sarapan untuk kita semua, saat di kereta nanti?" tanya Aina itu dengan sedikit rasa malu.


mendengar pertanyaan istrinya, Ryan pun tak ingin merepotkan istrinya itu nanti.


"Tidak usah dek, sepertinya mereka akan sarapan sendiri di rumah masing-masing," kata Ryan dengan dingin.


Ivan tak menyangka jika Ryan seposesif ini pada istrinya, padahal wanita itu sudah sangat baik, menawarkan untuk membuat sarapan.


"hei tuan Kenapa ada begitu pelit, perbolehkan lah kami mencicipi, masakan istrimu itu, kali ini saja," kata Ivan menggoda temannya itu.


"Enak saja, kalau mau boleh, tapi kalian harus bayar, mau nggak," kata Ryan


"idih... Bos pelit amat," saut Edi.


"tak usah merepotkan Aina dan istriku, toh nanti selama di Jogja juga, mereka akan memasak untuk kita semua. Apa kalian keberatan Dek dan Aina juga?" tanya Kevin pada dua wanita itu.


"Tentu saja tidak, kami sebisa mungkin membuat masakan yang enak." jawab Laila.


"tapi jangan berharap banyak ya, karena aku juga masih belajar," kata Aina tersenyum.


Mereka pun pulang ke rumah masingmasing, untuk mempersiapkan diri untuk keberangkatan mereka besok pagi.


Esok paginya, terlihat para pria sudah datang ke stasiun itu terlebih dahulu, mereka menunggu dua pasangan pengantin baru yang belum terlihat batang hidungnya.


Tak lama Ryan datang bersama istrinya, dan disusul oleh Kevin dan Laila juga.


Mereka pun menunggu kereta, dan tak lama, Kereta api mereka datang, dan akhirnya mereka pun naik.


Ternyata kursi mereka tertukar untuk milik Aina dan Ryan, akhirnya mereka pun bertukar kursi bersama dengan Edo dan Ivan.


karena Ryan tidak ingin jauh-jauh dari istrinya, perjalanan, mereka cukup menyenangkan, Dan pemandangannya Cukup Indah.


Ternyata Aina benar-benar membawa sarapan sandwich untuk semua orang.


Saat sampai di stasiun di daerah Jogjakarta, mereka telah dijemput oleh orang kepercayaan.


Mereka tidak ke hotel, melainkan ke sebuah rumah yang akan menjadi tempat tinggal mereka beberapa hari ke depan.


Ternyata di rumah itu semuanya kebutuhan sudah lengkap, dengan persediaan yang dibutuhkan.

__ADS_1


tiga kamar tersedia, Mereka pun mendapatkan satu pasangan satu kamar, begitupun untuk Ivan dan edo, yang harus rela tinggal dalam satu kamar.


Untungnya kamar itu mempunyai dua kasur dengan ranjang berbeda, jadi keduanya tidak harus berbagi ranjang.


Setelah membereskan pakaian Mereka pun memilih untuk makan siang di luar bersama.


Kevin yang menjadi pemandu mereka semua, pria itu pernah tinggal di Jogja, setidaknya tiga bulan.


siang itu Mereka memilih makan dengan makanan gudeg, Ini pertama kalinya Aina mencoba masakan itu.


Dia sebenarnya tidak terlalu suka masakan manis, tapi dia bisa makan setelah di beri cabai di atas gudeg miliknya.


bahkan Ivan, Edo dan Kevin ngeri melihat bagaimana Aina yang menyukai pedas.


Ketiganya melihat ke arah Ryan yang tampak santai saja, "gak papa ya, orang suaminya beruang gitu," kata Ivan yang di angguki kedua temannya.


"apa maksudnya beruang mas," tanya Laila yang mendengar ucapan Ivan.


"tidak ada dek," jawab Kevin yang tau istrinya itu belum mengerti istilah absurd mereka.


Ya mereka pernah baca jika gadis yang menyukai makanan pedas, dan memiliki cukup banyak bulu halus di tubuhnya.


Biasanya gadis seperti ini memiliki kecenderungan untuk sangat liar saat di ranjang.


Mengingat mereka melihat Aina yang punya ciri-ciri itu, itulah kenapa cocok sekali dengan Ryan yang punya stamina seperti beruang.


Bahkan mereka dulu ingat bagaimana pria itu pernah menghancurkan batu bata saat latihan karate saat di sekolah.


"mas mau ayam, aku kurang resep nih," kata Aina yang langsung di mengerti oleh Ryan.


"kurang resep ini maksudnya apa?" tanya Edo bingung.


"itu artinya, Aina kurang suka, tapi dia tidak pernah mengatakan itu saat makan, jadi dia menggantinya dengan kurang resep atau ambil saja, itu kebiasaanya," terang Laila yang sudah faham dengan sahabatnya itu.


"oh...."


"kalian dari tadi makan kok gak selesai sih,"


"sudah kok," jawab Ivan yang memang sudah habis.


sekarang tinggal menunggu Kevin dan Laila yang memang kalau makan cukup lama.


"wes ganti putri solo dan putra solo, kalian itu makan apa mamah to ya," kata Edo yang memang terbiasa mengomentari segalanya


"kamu itu kenapa sih, kok komentar saja dari tadi, jangan menyebalkan begitu toh," kesal Kevin.


"habis, kami semua selesai, makan, kalian berdua belum selesai dari tadi!" kesal Edo


"Ya, harap maklum, orang kami makan sesuai anjuran kok, di kunyah tiga puluh dua kali, kalian kunyah sepuluh kali langsung telan kok!" jawab Kevin


"Sudah sudah jangan berantem kita tungguin kok ya," kata Aina yang tak mau mereka berantem.


Setelah selesai makan mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke salah satu tempat wisata.


Pertama-tama pertama-tama mereka ke Tugu Jogja, setelah itu mereka pun pindah ke tempat Sindu Kusuma edupark.

__ADS_1


Mereka berkeliling tak lama karena kondisi semuanya masih lelah karena perjalanan


Setelah dari sana, Mereka pun memutuskan untuk istirahat. Dan tadi sempat membeli sate kambing di jalan


Malam hari para pria sedang main karambol di teras rumah sedang Aina, dan Laila sedang duduk di ruang tengah rumah itu.


Aina penasaran dengan baju yang dibelikannya kemarin, apa sudah dipakai apa belum oleh temannya itu.


"Bagaimana? bajunya semalam, sudah dipakai, apa belum?" tanya Aina penasaran.


"belum tak pakai, Aku malu mau pakai, karena tubuhku sangat terlihat, dan lagi seperti tak memakai apapun," jawab Laila.


"Itu malah poin pentingnya dulur, Kenapa kamu kok ya nggak bisa sih kira-kira sih," kata Aina frustasi.


"Malu loh aku..."


"Berarti masih belum coba nih, ya Ya sudah tadi bawa apa tidak bajunya?"


"Ya tidak tak bawa lah, ya malu toh, terlebih di sini ada orang lain, Tak Hanya Aku Dan mas Kevin saja," jawab Laila jujur


"Yo wis terserah saja, nanti bisa dicoba dipakai kalau di rumah, dan jangan malu, jika kamu tak seperti itu, takutnya suamimu lebih suka lihat di luaran dari pada di rumah,itu kata mama Wulan," jelas Aina yang membuat Laila kaget.


"ya iya aku mengerti, Terus Sekarang kita mau ngapain, aku juga bingung ini mau apa?"


Pasalnya kedua wanita itu tidak menyiapkan apapun, untuk permainan atau jenis kegiatan lain untuk saat santai seperti ini.


"Ndak tahu aku juga bingung mau ngapain," jawab Rita.


Mereka pun membongkar camilan yang tersisa, jadi Aina memutuskan untuk membuat camilan saja.


dia akan membuat cracker dengan isian asin, Laila membantunya dan tak menyangka, jika temannya itu pintar memasak seperti ini.


"Kok tiba-tiba pingin ngemil ya," kata Kevin yang terbiasa nyemil malam.


"Iya nih, Kok nggak ada orang lewat jualan ya," kata Ivan yang juga tiba-tiba lapar lagi.


Aina dan Laila keluar membawa camilan. para pria pun tampaknya senang melihat hal itu.


"Monggo di incipi, Siapa tahu cocok, ini tadi resep baru kok, ya, baru dicoba,"


"Siapa yang membuat ini," tanya Ryan yang merasa cocok dengan masakan itu.


"Tentu saja Aina, aku masa iya bisa buat cemilan beginian, tapi ini cemilan sehat kok, kan kami menggunakan telur bukan menggunakan bahan yang instan, ditambah dengan tuna dan tomat,"


"iya iya mengerti," jawab Kevin tersenyum.


Ya Kevin tidak berani banyak bicara, karena istrinya benar-benar baru belajar masak.


Beberapa waktu yang lalu, setelah mereka menikah, Laila pernah membuat satu dapur panik, karena wajannya kebakaran.


Jadi dia sendiri sudah tahu siapa yang akan memasak di tempat itu, yang pasti Laila, tapi gadis itu akan belajar dari sahabatnya.


"Sudah Monggo dinikmati saja, Ini tadi itu kita Gabut karena nggak ada kegiatan, Jadi sekarang kami akan duduk di sini bersama kalian, daripada di dalam, kami bisa tidur lebih awal dan itu tak nyaman untuk ku," kata Aina.


"mau di temenin,"kata Ryan yang di tarik untuk duduk lagi.

__ADS_1


"uwes marekno disek," kata Edo menahan pria itu.


__ADS_2