Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
janda baru


__ADS_3

tak terasa satu bulan telah berlalu, Wulan hari ini merasa jika tubuhnya sangat lemah bahkan untuk bangun saja kepalanya sangat pusing.


Juragan Baron sampai harus libur demi menjaga istrinya itu,"dek mau makan apa?" tanya pria itu yang sedang di peluk manja di sofa ranjang di ruang tengah.


"tidak mau, aku tidak selera makan sama sekali, mas di sini saja," kata Wulan dengan Manja.


"iya mas di sini dengan mu, tapi kenapa kamu dari tadi ndusel di ketiak Mulu,bau dek," kata juragan Baron yang geli karena tingkah istrinya.


"tapi aku menyukainya,"


"iya deh sayang ku, emm... kenapa jadi manjanya ngalahin putranya sih," kata juragan Baron gemas


Bu pawoh dan pak Dikin datang dan langsung di persilahkan masuk oleh Mak Yem yang sejarang membantu di rumah itu.


"aduh-aduh... Kenapa kok kamu jadi manja begini," kata Bu pawoh melihat putrinya yang sedang asik bersandar di dada juragan Baron.


"kenapa sih, ibu iri? Kan ibu juga bisa," kata Wulan yang membuat Bu pawoh tak bisa bicara.


"aduh kamu ini kalau sakit menyebalkan ya,sudah ini makan dulu ibu buatkan lintingan pindang dan brengkes mangga muda," kata Bu pawoh.


"wah mau," kata Wulan yang langsung bangun.


juragan Baron terheran-heran melihat istrinya yang dari tadi tampak lemah, eh sekarang malah sangat semangat makan.


Dia juga je dapur bersama dengan yang lain,Wulan tampak menikmati lauk yang di bawa ibunya itu.


Bahkan dia juga di suapi oleh Bu pawoh dengan telaten, sebenarnya Bu pawoh sedikit curiga karena bentuk tubuh Wulan berbeda terutama bagian atas.


"nduk kamu terakhir menstruasi kapan?"


"belum Bu, aku telat seminggu ini, memang kenapa?"


"nak Baron, tolong belikan ibu tes kehamilan dong, ya siapa tau ada isinya kan rezeki kalian," kata Bu pawoh.


"iya Bu, mau titip sesuatu sayang?" tanya juragan Baron .


"tidak usah mas, tapi aku takut Bu, jika tidak hamil bukankah itu akan mengecewakan suamiku," kata Wulan dengan lirih.


"berdoa saja," kata pak Dikin


Pria itu keluar ke teras untuk merokok, dan tak sengaja melihat Rojak yang dulu sering menjadi temannya saat juragan Sukoco mengincar seseorang.


"Jak, ngapain," panggil pria itu yang menghampiri temannya yang sedang duduk menikmati bubur di depan rumah anak dan menantunya.


"eh cak Dikin, biasa lagi mantau janda baru buat si bandot tua," kata Rojak dengan santai.


"masih belum puas juga tuh orang, mau sampai kapan bukannya adiknya sudah lemah ya?" kata Pak Dikin tertawa.

__ADS_1


"lemah apaan cak, sekarang dia itu sudah sering cari mangsa anak SMA yang sering pamer foto seksi di dunia maya, ya kami juga sih yang mengirim mereka pesan,mengajak ketemuan dan ya begitulah akhirnya,"


"alah sudah tua kok ya gak takut kena penyakit menular ya," kata pak Dikin tak habis pikir dengan mantan bosnya itu.


"ah entahlah aku juga tak mengerti, tapi sekarang dia mengincar janda baru sekitar sini,"


"siapa sih, aku kok gak tau," tanya pak Dikin penasaran juga.


"itu loh cak,yang rumahnya paling ujung, tadi aku ke sana dan dia di rumah sedang santai, dan dia ini masih muda dan krees," kata Rojak tertawa.


"memang yang biasanya tak mau?" tanya pak Dikin.


"katanya kurang enak, terlalu sempit dia tak tahan karena cepet selesai,"


"dasar aki-aku banyak mau, kalau sempit katanya sempit, nanti longgar katanya gak enak, sulit tuh orang emang," kata pak Dikin kesal.


"memang apa yang longgar cak Dikin?" tanya penjual bubur


"bajunya Bu, kalau lontar kan gak adik gitu tak pas badan," kata pak Dikin tertawa.


Ya sudah sebulan ini Ajeng tak pernah di panggil oleh juragan Sukoco karena pria itu takut adiknya patah.


terlebih sekarang Ajeng semakin berani dan menunjukkan semua kemampuannya dalam memberikan servis terbaik.


jadi juragan Sukoco ini sering di buat kuwalahan, itulah kenapa dia jarang memanggil Ajeng.


Ya dia memang menikah dengan kekasihnya yang ternyata Makah mati muda karena sakit.


Dan wanita seperti ini yang jadi incaran banyak pria mesum di desa itu.


juragan Baron sudah di apotik, dia bingung saat di tanya tes kehamilan model apa yang di inginkan.


"tolong yang mudah pengunaannya dan yang paling akurat ya mbak," kata pria itu.


"ini pak, harganya dua puluh ribu," kata penjaga apotik.


"boleh minta lima," kata juragan Baron yang tak mau harus sering datang membeli alat begituan.


Setelah membayar, dia pun pulang agar istrinya itu segera bisa melakukan tes.


Tapi saat akan masuk gerbang, dia melihat pak Dikin bersama Rojak, dan mereka tampak berbicara sambil tertawa.


dia tdk peduli juga mereka mau ngomong apa, yang sekarang terpenting adalah istrinya itu.


"ibu ini alat tes kehamilannya," kata pria itu.


"sejarang coba kamu pakai dan ibu ingin lihat, berdua dulu, dan apapun hasilnya tolong jangan sedih ya," kata Bu pawoh

__ADS_1


"iya Bu," jawab juragan Baron.


Wulan di dalam kamar mandi, dia langsung mengunakan diat tes itu dan menunggunya beberapa menit sambil membersihkan kamar mandi.


Dia keluar dari kamar mandi dengan wajah bingung, "jadi apa hasilnya?" tanya juragan Baron.


tanpa bicara dia menyerahkan hasil tes itu, dan karena pria itu tak mengerti dia menunjukkan pada Bu pawoh.


"ibu ini maksudnya?"


"apa!! kamu hamil nak, Alhamdulillah..."kata Bu pawoh yang memeluk putrinya itu.


sedangkan juragan Baron langsung menangis, dia tak menyangka jika akan memiliki anak di usianya yang hampir setengah baya.


"terima kasih sayang,aku sangat bahagia, dan kura harus beritahu Ryan, dia juga tak sabar kan mau punya adik," kata juragan Baron yang memeluk istrinya erat.


"iya mas," jawab Wulan


Pak Dikin masuk kedalam rumah dan kaget melihat semua sedang terharu.


"ada apa ini, jadi bagaimana hasilnya?" tanya pria itu.


"Alhamdulillah... sebentar lagi kura akan punya cucu lagi," kata Bu pawoh.


"ah benarkah, aku akan jadi kakek gaul lagi ya," kata pria itu tak kalah senang dari istrinya.


Siang itu, juragan Baron yang menjemput putranya, dan mengajaknya untuk ke sebuah minimarket dan berbincang sesama pria.


"ada apa ayah, apa ayah punya berita besar?" tanya Ryan


"Ryan sebentar lagi adik Ryan akan hadir, Ryan mau kan punya adik ,"


" tentu saja mau ayah, Ryan akan menjaganya dan menjadi kakak yang hebat, tapi ..." kata bocah itu yang tiba-tiba sedih.


"tapi apa ryan?"


"Ryan takut, ayah dan bunda akan sibuk dengan adik nantinya, dan Akan melupakan Ryan,"


"tidak nak, ayah bersumpah akan adil padamu dan adik mu bantu, karena bagi ayah, Ryan itu anak pertama ayah, mengerti..."


"iya ayah, Ryan mengerti dan terima kasih...." tangis Ryan yang langsung memeluk tubuh ayahnya itu.


Mereka berdua pun pulang, sedangkan tadi Rojak sedang mengamati rumah janda baru dengan seksama.


malah melihat hal yang membuatnya tak tahan, akhirnya dia pun nekat masuk kedalam rumah untuk membantu janda muda itu menuntaskan rasa hausnya.


tentu dia datang sebagai perampok dengan menutup wajahnya dengan kupluk khusus.

__ADS_1


__ADS_2