Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
maafkan aku ibu...


__ADS_3

Wulan mendekat ke arah ibu dan juga ayah sambungnya itu, "bapak,boleh aku minta waktu sebentar untuk bicara dengan ibu," kata Wulan dengan suara lirih.


"tentu saja nduk, tapi tolong jangan buat istriku menangis ya, karena itu akan sulit di bujuknya," kata pak Dikin yang bangkit dari kursi.


"iya pak,"


Tiba-tiba saat pak Dikin melewati Wulan,dia merasa terharu karena ucapan dari wanita itu.


"bapak, terima kasih.... Aku mungkin bukan putri kandung mu, tapi terima kasih sudah mau menjadi ayah kami, aku dan mas Baron merasa punya orang tua lengkap semenjak bapak datang, meski dulu aku sempat tak menyukai bapak," kata Wulan yang membuat pak Dikin tak percaya.


"sama-sama, dan terima kasih sudah menerima ku dengan sangat baik, dan jika kamu butuh apa-apa jangan sungkan karena aku sekarang adalah ayah mu," kata pak Dikin.


"terima kasih.."


"sudah bicaralah kalian berdua, aku tak mau melihat dua wanita cantik ini bertengkar lagi, dan aku akan bermain dengan cucu-cucu ku,"


Wulan berjalan ke arah ibunya dan langsung berlutut di depan Bu pawoh, "maaf tadi aku membentak ibu...." tangis wanita itu

__ADS_1


Bu pawoh pun luluh, bagaimana pun dia juga tau perasaan putrinya saat masalah seperti itu menimpa.


"kamu membuat ibu takut nduk, aku tadi seperti melihat sosok kakek mu," mata Bu pawoh yang menghapus air mata putrinya itu.


setelah itu keduanya pun berpelukan erat, "maafkan Wulan Bu..."


"sudah, ibu mengerti," jawab Bu pawoh.


Pak Dikin dan juragan Baron ikut terharu melihat hal itu, dan mereka pun menjaga dua bocah itu.


Karena tadi Rojak dan keluarga juga sudah di perbolehkan untuk istirahat, terlebih setelah semua yang terjadi.


saat dia masuk kedalam kamar, dan melihat suaminya yang tampak lelah, Azizah pun langsung memeluk suaminya dan membuat Rojak kaget.


"ku kira kamu marah," lirihnya dengan suara yang begitu lirih.


"bagaimana bisa aku marah pada suamiku, aku hanya terkejut tadi, dan maaf menunjukkan wajah yang buruk tadi,"

__ADS_1


"apa kamu secinta itu padaku," tanya Rojak yang selama ini sangat penasaran dengan perasaan istrinya itu.


"jika aku tak mencintai ku, aku tak akan membiarkan dirimu menikmati diriku, dan juga aku tak akan marah saat ada gadis yang mengatakan dia di sentuh oleh mu, ingin sekali rasanya aku membunuh gadis itu, karena aku tak rela suamiku di sentuh orang lain," kata Azizah.


Mendengar itu, Rojak sangat bahagia,dia tak menyangka jika istrinya nitu sekarang sudah sangat mencintainya.


Tak sia-sia ternyata usahanya selama ini, terlebih dia selalu membuat dirinya menjadi semakin sehat.


Rojak bangun dan mengunci pintu dan mengajak istrinya itu untuk istirahat dan tentu saja melakukan yang seharusnya.


Sore itu setelah semuanya beres, dan semua orang masih tidur, Wulan sudah bangun.


Dia mempersiapkan untuk makan malam dan mereka akan melakukan bakar-bakaran saja dengan santai.


Karena sudah lama mereka tak masak itu, dan setelah selesai mempersiapkan semuanya.


Dia pun membangunkan dia putrinya karena harus mandi. Dan untuk bersih-bersih ada vacum cleaner yang sudah canggih.

__ADS_1


Setelah dua putrinya itu mandi, kedua bocah itu duduk di depan tv sambil menikmati susu dan sambil menonton kartun kesukaan mereka.


__ADS_2