Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
jangan semuanya


__ADS_3

Mobil baru saja meninggalkan parkiran rumah sakit,saat tiba-tiba ponsel juragan Baron berdering.


"sayang tolong bantu angkat ya," kata pria itu dengan senyum.


"iya mas,"


Wulan pun mencari ponsel suaminya dan ternyata ada di samping perseneling dan langsung mengambilnya.


Ternyata ada nomor ponsel pak dikin di layar ponsel itu, "iya assalamualaikum pak,mas Baron sedang menyetir," kata Wulan yang menjawab panggilan itu.


"wa'alaikumussalam mama... Aku mau minta belikan sesuatu, apa boleh, aku ingin makan buah anggur dan kiwi," suara Ryan dari sebrang telpon.


"baiklah sayang, kalau adek tolong lihatlah di kulkas apa semangka dan jeruk masih ada?"


"tunggu sebentar mama," jawab Ryan yang langsung bangkit dan menuju ke dapur.


dia membuka kulkas dan melihat tidak ada semangka ataupun jeruk,dia ingat di belakang juga ada kulkas.


Dia juga melihat di kulkas belakang dan ternyata tak menemukan buah itu, dan saat dia melihat hanya ada jambu kesukaan ibunya.


"tidak ada mana, semuanya habis," jawab Ryan dengan jujur.


"habis," kata Wulan mengulang kembali perkataan putranya sambil melihat ke arah suaminya itu.


"ya pulang kerja panas-panas enak loh makan semangka dingin," jawab juragan Baron sambil tersenyum malu.


"ya sudah nanti mama beli ya,dan titip kedua adik mu ya,"


"siap mama," jawab Ryan yang langsung mematikan ponselnya.

__ADS_1


Akhirnya juragan Baron berhenti di toko buah langganan yang sering menjadi tempat dia dan istrinya berbelanja.


Karena buah di sana sangat lengkap dibandingkan tempat lain, bahkan ada beberapa anggur impor juga.


"selamat malam bung,"sapa juragan Baron yang datang ke toko bersama istrinya.


"selamat datang juragan dan ibu juragan,wah sepertinya mau borong buah ini," kata pemilik kios buah itu dengan semringah.


Pasalnya juragan Baron dan istrinya ini terkenal dengan suka memborong semua buah di tokonya.


Terutama anggur yang tengah viral karena putra keluarga itu sangat menyukai buah itu.


"jadi mau cari apa sekarang, kalau mau cari stroberi belum datang," kata pria itu.


"tidak kok, kami cuma mau beli anggur dua kotak, jeruk Sunkist tiga kilo dan semangka dua buah tapi Carikan yang tanpa biji,dan ada buah kiwi," tanya Wulan yang malah sibuk melihat buah naga dan apel.


Sedang juragan Baron malah duduk sambil menikmati salak yang di jual pedagang itu,karena meski habis sekilo pun pedagang itu tak akan marah.


Karena dia tak akan rugi dengan pelanggan seperti dua orang ini,"gak papa tolong berikan satu kilo kiwi dan tolong bungkus yang rapi ya,"


"baik nyonya juragan Baron," jawab pedagang itu dengan semangat.


Wulan memperhatikan suaminya yang asik makan salak,"mas habis berapa biji biar nanti di hitung,"


"baru dua sayang, incip kok," kata pria itu santai.


"Monggo juragan,saya tak keberatan,meski habis lima atau sepuluh juga tak masalah, tak tambah apa lagi nyonya, seperti melon atau pir madu," tanya pemilik kios.


"memang kamu kira ini istri ku mau jual salat buah sampah harus beli melon sama pir, padahal di rumah tak ada yang menyukai buah itu," kata juragan Baron.

__ADS_1


"benarkah juragan,"


"di kandani rak percoyo,"


Setelah membayar semua buah yang di beli, mereka pun bersiap pulang dan tak lupa membeli martabak juga yang berjualan di samping kios buah itu.


Saat sampai di rumah terlihat ketiga anak mereka sudah menunggu karena bermain di teras.


"mama... Ayah.." terisk mereka bertiga.


Semuanya berebut untuk memeluk juragan Baron, sedang di sisi lain Wulan tau jika semuanya takut melukai adik mereka.


"bagaimana hasil pemeriksaannya?" tanya Bu pawoh dengan senang karena akan punya cucu lagi.


Ya dia dulu tak bisa memiliki anak lagi karena alasan satu dan lain hal,tapi sekarang dia punya banyak cucu dari putrinya itu.


"semuanya baik Bu, hanya aku di minta untuk istirahat, oh ya ini apa?" tanya Wulan yang menerima mangkuk dari ibunya.


"bubur kacang hijau,semua sudah makan tinggal kamu dan Baron,dan kalian bertempat tadi sudah makan kolak banyak kenapa masih begitu lahap dengan terang bulan itu." tegur bu pawoh pada suami dan juga ketiga cucunya.


"kan kami mau juga,"jawab Ryan dan pak Dikin.


"dasar kakek dan cucu sama-sama menyebalkan," kata Bu pawoh tersenyum.


Sedang juragan Baron duduk bersama kedua putrinya yang juga sudah cemong karena makan martabak manis dengan toping coklat Nutella.


Ya kedua bocah cantik itu memang sangat menyukai coklat dan juga buah, jadi nutrisi keduanya sangat baik, dan itu yang membuat keduanya memiliki pipi bulat.


"ya Allah... Kenapa kalian begitu menggemaskan," kata juragan Baron tersenyum mengusap pipi putrinya

__ADS_1


__ADS_2