
Wulan sampai di rumah ibunya, dia merasa sedikit lelah hari ini dan merasa jika ada sesuatu yang mengganjal.
dia juga langsung masuk tanpa mengetuk pintu, ya mau bagaimana lagi, terlebih dia mengira jika ibunya masih belum bangun.
"ibu sudah bangun kah?" tanya Wulan yang langsung menuju ke dapur.
"ah itu ya, ibu sedang memakai baju," kata Bu pawoh yang bingung dengan bekas merah di lehernya.
Bu pawoh sepertinya harus jujur pada putrinya, ya bagaimana pun dia tak mungkin tetap menyembunyikan semuanya seperti ini.
Perlahan dan pasti, dia takut andk dan menantunya tau dsn itu bisa membuatnya dalam masalah besar.
Ketiga pegawai datang dan mulai membuat pesanan semua orang, Wulan tampak begitu lelah terlihat.
Bu pawoh keluar dari kamar dan melihat kearah dapur, dia mengenakan daster dan memakai jilbab.
Wulan kaget saat melihat ibunya itu, "ibu mau keluar?" tanyanya.
"tidak kok nduk,ibu cuma mau mencoba memakai jilbab untuk kegiatan sehari-hari, lagi pula apa salahnya jika ibu belajar," tanya Bu pawoh.
"tidak salah kok Bu, Alhamdulillah..." jawab Wulan yang tak ingin beradu argumen.
Tak butuh waktu lama semua adonan selesai dan kini pindah adonan lain untuk membuat bakso tuna crispy dan Sempol.
__ADS_1
Sedang di gudang milik juragan Baron,tak sengaja Wawan mendekati juragannya itu.
"juragan permisi mau tanya,"
"iya ada apa, dan kenapa muka mu tegang gitu?" tanya juragan Baron.
"ini loh juragan, saya minta maaf sebelumnya, kemarin waktu lewat di belakang rumah mertua juragan, saya tak sengaja dengar suara *******, aku kira salah dengar, pas saya Intip ternyata ibu mertua juragan sedang melakukan hubungan dengan Dikin, orang dari juragan Sukoco," tanya Wawan dengan takut.
Tak...
Suara pulpen patah, dia tak mengira jika dkan dapat pertanyaan seperti itu dari anak buahnya.
tapi apa benar jika ibu mertuanya sedang bermain api dengan Dikin, itu membuat malu.
"apa kamu mengatakan hal yang tdk masuk akal?"
"tidak juragan, saya mengatakan apa yang saya lihat, jika anda tidak percaya, anda bisa bertanya langsung pada ibu mertua anda," kata Wawan yang memang menyaksikan.
Akhirnya siang itu, juragan Baron menjemput putranya dan mengikuti bocah itu ke rumah neneknya.
Wulan kaget karena melihat suaminya datang ke rumah ibunya, terlebih tanpa pemberitahuan atau pesan padanya dulu.
"loh Ryan di antar ayah, bukankah ayah sangat sibuk?" tanya Wulan.
__ADS_1
"tidak dek,kamu yang sibuk, benarkan?" kata juragan Baron.
"tidak kok mas, ayo masuk dulu kita makan siang, aku sudah selesai membuat semua pesanan dan sebentar lagi mau pulang," kata Wulan.
"baiklah, kamu istirahat saja, sepertinya kamu lelah begitu," kata juragan Baron.
Saat di dapur ternyata ibu pawoh sedang menyiapkan makanan, dan terlihat dia sangat tenang seperti tak ada apapun.
Juragan Baron ingin melihatnya, jadi dia akan memancing kemarahan dari wanita itu.
"sayang, kamu sudah dengar berita?" tanya juragan Baron.
"berita apa mas, sepertinya sangat penting?" tanya Wulan.
"tentu saja, ini berita tentang Dikin, yang kemarin di pergoki Wawan sedang menikmati pelacur di sebuah sawah,dia memang gila ya," kata juragan Baron santai.
Bu pawoh yang memegang gelas pun menjatuhkannya, "ada apa Bu?" tanya wulan kaget.
"tangan ibu licin," jawab Bu pawoh.
Tapi juragan Baron mengetahui gerak gerik ibu mertuanya itu,"apa ibu penasaran dengan wanita itu, padahal Wawan bilang itu wanita yang selalu tampak pendiam, tapi nyatanya tak tahan dengan singkong juga ya," kata juragan baron yang membuat wanita itu marah.
"jangan bicara tidak sopan kamu Baron!!" bentak Bu pawoh.
__ADS_1
"ketahuan kan," kata juragan baron santai.