Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
huh bagi deh


__ADS_3

Akhirnya para tamu pun menikmati hidangan yang disediakan, meskipun hanya makanan sederhana, tapi terlihat semuanya menikmati.


Shasha sempat meminta izin untuk kamar mandi, dengan alasan itu, dia berharap bisa untuk menemui Aina.


Saat melihat Aina di dapur, Shasha langsung menarik temannya itu ke dapur kotor yang ada di belakang rumah.


"Ada apa Sha?" tanya Aina bingung


"Aku mohon kasih tahu pada semua orang, untuk berhati-hati, karena dia bukan pria yang baik, dan untuk suamimu yang membeli semua sawah, Tolong sangat-sangat perhatikan, karena itu bisa saja hanya tipuan," kata Shasha mengingatkan temannya itu.


"Mas Ryan tahu itu, dia juga sudah memeriksa semua sertifikatnya, dan tentu saja, salah satu dari orang yang berada di rumah ini, juga bukan orang sembarangan, jadi tenang saja, Insya Allah semuanya aman." kata Aina menenangkan Shasha.


"Syukurlah kalau begitu, aku tak menyangka aku akan diajak ke sini, bisa bertemu dan melihatmu bahagia seperti ini, aku juga ikut senang,"


"Terima kasih atas hal yang kamu ucapkan, tapi mendengar dari ucapanmu, pria itu berbahaya. kenapa kamu masih memilih berada tetap di sampingnya? Bukankah itu semakin membuatmu terluka?" tanya Aina yang bingung.


"Memang tak semudah yang dipikirkan, tapi percayalah ini Semua kulakukan juga bukan karena keinginanku, dan tolong katakan pada Laila, untuk tidak terlalu dekat atau menggubris semua pesan atau telepon dari pria itu, kumohon..." kata Shasha


"Baiklah aku mengerti, dan aku akan mengingatnya, tapi kamu juga harus berhati-hati, ingat kdmu juga harus menjaga dirimu," kata Aina mengingatkan Shasha.


Tanpa mereka sadari, seseorang telah berdiri menatap keduanya, "Permisi, jasa Bapak mencari mu," kata wanita itu dengan dingin.


Shasha terlihat terkejut, tapi dia tidak bisa berkata apapun, dia hanya bisa mengangguk dan meninggalkan Aina di sana.


Melihat kepergian temannya, Aina juga tidak bisa melakukan apapun, karena terlihat Shasha sudah terbiasa dengan segalanya.


akhirnya Broto dan rombongan pergi, dan Ryan menaruh lima sertifikat asli itu di depannya.


"jadi mau bagaimana, kalian cicil atau ini menjadi hak milik ku," tawar Ryan pada lima orang yang tampak tak terima itu


"ambil saja toh itu sudah menjadi hak mu kok," kata salah satu warga.

__ADS_1


"baiklah kalau begitu, di depan semua orang yang jadi saksi, sekarang tanah ini menjadi milikku, dan aku akan mulai menggarap sawah-sawah ini sesuai keinginan ku," kata Ryan


"tidak bisa, kami punya perjanjian dengan pak Broto, kalah kami bisa menggarap sawah itu satu tahun lagi,"bantah mantan pemilik sawah.


"itu perjanjian kalian dengan Broto, tapi karena aku sudah membeli sawah-sawah ini, aku yang akan memutuskan, dan besok pagi semua tanaman di sawah itu akan di hancurkan," kata Ryan tegas


ya Ryan memang lebih berani dan kejam di banding ayahnya, jika Juragan Baron bisa sedikit menyesuaikan segalanya.


Maka tidak dengan Ryan, karena dia tak suka apa yang menjadi haknya tapi malah di sentuh orang lain.


"makanya jadi orang jangan bodoh,kalian tergiur dengan tawaran lima ratus juta itu, padahal uang itu akan bisa habis tapi tanah itu bentuk investasi," kata Gofar yang tersenyum mengejek para pria itu yang sudah terlanjur malu.


Jadi para orang-orang itu memutuskan untuk pergi, Ryan mengurus nafas karena tabungan calon anaknya malah sudah di pakai.


Untungnya Aina tidak marah, "tidak ada niatan untuk membeli dua sawah mungkin," tawar Ryan pada Gofar.


"baiklah aku bantu setengah, tapi uangnya aku cicil ya, karena uang ku yang tiga ratus masih nyantol di Bank," kata Gofar tertawa.


"kamu pinjam uang le?" tanya juragan Baron dan mama Wulan serempak.


"ya Allah, mama kira kamu pinjam bank, mama sampai syok dan kaget,"


"kenapa aku harus pinjam bank, saat mama sendiri punya uang lebih dari cukup untuk di pinjam," kata Gofar yang membuat semua tertawa.


Aina sedang ada di kamar untuk menelpon Laila, setelah beberapa saat akhirnya panggilannya di jawab.


"assalamualaikum na,"


"wa'alaikumussalam ila, aku boleh tanya, apa tadi kamu di mintai nomor ponsel oleh pria yang datang bersama Shasha?" tanya Aina.


"tidak kok, tapi aku minta nomor Shasha, tapi ya tadi ada pesan masuk dari nomor baru dia bilang dia suami Shasha," kata Laila jujur.

__ADS_1


"tolong blokir ya, karena Shasha bilang jika pria yang bersamanya itu berbahaya, dan takutnya pria itu membuat mu tidak nyaman,"


"ya Benny juga mengatakan itu, dan sekarang aku akan berhati-hati, terima kasih sudah mengingatkan," kata Laila.


Kevin melihat istrinya itu, "ada apa sayang?"


"ini loh mas, tadi kan kami ketemu teman lama, dan kami saling bertukar nomor ponsel, tapi yang menghubungiku bukan nomor teman ku, malah nomor asing dan dia mengaku sebagai Suami dari teman ku itu,"


"sudah tak usah di gubris, sekarang lebih baik kita membuat Kevin dan Laila Junior," kata pria itu dengan semangat.


Di sisi lain, Broto hanya diam sepanjang perjalanan menuju ke hotel tempat mereka menginap.


Shasha tau jika pasti asisten pria itu sudah lapor tentang apa yang dia lihat.


"apa yang kamu bicarakan dengan menantu keluarga Baron," tanya pak Broto.


"hanya menyapa saja, karena mungkin kami akan sulit bertemu," jawab Shasha.


Akhirnya mobil mewah itu sampai di hotel dan pak Broto langsung mencengkram lengan Shasha dan membawanya ke kamar mereka.


pria itu mendorong Shasha dengan kasar, "kau pikir aku bodoh hah, aku tak menyangka gadis seperti mu mau bertingkah, ingat jika aku sudah membeli mu, dan kamu sekarang hanya seorang wanita penghibur ku," kata pak Broto.


Shasha pun hanya bisa menunduk menahan segalanya, dia memang sudah tak bekerja di club malam.


Tapi dia sudah di beli oleh pak Broto dari mami Cyntia. itulah kenapa sekarang dia menjadi wanita pria itu dan tak bisa melakukan apapun.


Pak Broto pun menjambak rambut Shasha dan menariknya hingga ke ranjang.


"sakit tuan,"


"aku tak peduli, karena kamu adalah Pela*** ku, jadi malam ini kamu harus membuat ku merasa puas, jika tidak aku akan menunjukkan bagaimana caraku bekerja," ancam pria itu yang membuat Shasha mengangguk patuh.

__ADS_1


dia pun langsung melayani pria itu di atas ranjang, dia hanya bisa menerima apapun yang di lakukan padanya.


Pukulan, gigitan, bahkan tamparan saat berhubungan, dia tak bisa melawan.


__ADS_2