Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
idaman


__ADS_3

Ryan sedang duduk di depan laptop miliknya, ya dia sedang memindahkan semua foto dan video yang tadi di ambil saat liburan.


Wulan yang melihat putranya itu sedang sibuk tersenyum saja, dan dia menaruh susu rendah gula di samping putranya itu.


"belum istirahat kak," tanya wulan yang duduk perlahan di sofa yang ada di belakang Ryan.


"masih belum mengantuk ma, dan lagi besok juga libur," jawab Ryan yang tampak masih mengedit foto.


"kenapa di foto itu kaku seldlu di kerumuni para gadis," tanya Wulan yang membuat Ryan menoleh.


"ah ini ya, ya mereka ini adalah ketua dan bendahara kelas, ya mereka berdua ini sangat pendiam di banding teman ku yang lain, dan yang penting mereka berdua itu baik," jawab Ryan.


"benarkah, tapi apa kamu sudah lupa dengan Ilmi?" tanya Wulan penasaran.


"tentu saja tidak ma, tapi itu sudah berlalu, di tambah sekarang kami berbeda dalam status pelajar," jawab ryan.


"ya itu memang benar, tapi apa kamu tau besok dia akan pergi ke rumah kakeknya yang ada di Jawa tengah," kata Wulan dengan santai.


"kenapa?"


"karena seminggu yang lalu, ibunya meninggal dunia, dan ayahnya tadi pagi kesini untuk meminta tolong, dan besok ayah mu berjanji akan mengantar mereka ke tempat mereka tinggal," kata Wulan.


Ryan hanya diam, dia tak tau harus merespon dengan cara apa, "sudah ya le, jika sudah selesai tidur," kata Wulan yang bangkit dengan cukup repot.


Ya kehamilannya memang tak kembar, tapi cukup merepotkan karena sudah masuk bulan ke delapan.


Sedang di tempat peternakan sapi miliknya, juragan Baron sedang menyaksikan beberapa sapi melahirkan.


Dan saat semua orang sibuk, tiba-tiba sapi yang lain akan melahirkan juga, dia langsung melepaskan jaket yang dia gunakan.


"Wawan bantu aku," panggilnya sambil membawa kaos yang sudah tak terpakai.


Dia langsung menarik kaki pedet yang sudah keluar sedikit untuk membantu persalinannya.


Dan setelah itu, juragan baton langsung membersihkan area hidung dan mulut anak sapi itu.


setelah itu, dia membiarkan ibu sapi menjilat seluruh tubuh pedet yang baru lahir itu.


"tak ku sangka, juragan Baron juga bisa melakukan hdl seperti itu,bukankah sedikit menjijikan juragan," kata pak Dikin menggoda menantunya itu.


"menjijikkan apa pak, sebelum jadi seperti ini,saya juga pernah hidup susah, jadi ini masalah kecil, apa lubangnya sudah siap?" tanya juragan baton pada Kipli yang bertugas membuat lubang untuk mengubur ari-ari dari sapi miliknya.

__ADS_1


"siap juragan,"


Mereka pun bekerja keras malam itu, bagaimana tidak tiga sapi memang sudah melahirkan malam itu.


Tapi mereka tak bisa santai karena harus menunggu dua sapi lagi, dan besok pagi acara brokohan juga akan di adakan di peternakan dengan mengundang warga sekitar.


Pukul tiga dini hari,Wulan sudah bangun untuk mulai memasak, dan di bantu oleh Bu pawoh.


Sedang Ryan yang selesai sholat malam, memutuskan tidur di kamar kedua adiknya untuk menjaga kedua gadis kecil itu.


Ya keluarga juragan Baron ini, sangat tenang setelah di adakan pengajian dan acara yang di minta oleh ustadz Hasan.


pukul empat pagi, dua sapi yang belum melahirkan akhirnya juga melahirkan dengan selamat.


saat sedang bersiap untuk pulang, tiba-tiba sebuah pesan masuk dari japrak.


membaca pesan itu, juragan Baron langsung menghubungi anak buahnya itu, "apa maksudnya?" suara juragan Baron terdengar marah.


"iya juragan, saya tak bohong karena kebetulan itu terjadi saat saya pamit pulang sebentar, dan saat saya kembali, saya menyaksikan semuanya sendiri, dia di ancam dan di pukul,bahkan beras dan semua hasil selawatan di ambilnya," jawab japrak.


"baiklah, nanti aku kesana, dan minta Gofar untuk bersiap pergi,tak baik dia tetap tinggal di desa mengerikan seperti itu," kata juragan Baron.


"inggeh juragan," jawab pria di sebrang telpon.


Ya dia tak ingin membuat tubuhnya menggemuk terlebih semalam dia makan semua hal yang di larang ayahnya.


Tak sengaja juragan baron dan pak Dikin yang akan pulang, melihat remaja itu tengah lari pagi sendirian.


Keduanya pun mengikutinya dari samping Ryan, "sudah berapa putaran le?"


"baru dua putaran ayah, bagaimana sapinya lancar semuanya?" tanya Ryan dengan ramah seperti biasa.


"ya Alhamdulillah rezeki mu, anak Sholeh ayah, ya sudah kami pulang dulu ya, karena harus ambil nasi buat acara brokohan,"


"inggeh ayah dan mbah kakung," jawab Ryan yang melihat motor itu menjauh darinya.


juragan Baron dan pak Dikin sampai di rumah dan saat masuk mereka tak menyangka jika semua makanan sudah selesai di kemas.


"sudah siap?"


"sudah mas tinggal bawa ke peternakan,"

__ADS_1


"baiklah dek, terima kasih ya," kata juragan Baron yang di bantu oleh semuanya untuk menatanya di mobil L tiga ratus.


setelah itu keduanya kembali ke peternakan dan Ryan sudah selesai melakukan olahraga paginya.


Dan setelah mandi, dia sarapan bersama semua orang, dan setelah itu dia mulai mengirimkan semua foto dan video ke grup WhatsApp.


Dan tak lupa dia juga memasang semua fotonya itu di Instagram, karena dia tak ingin kehilangan semua kenangan miliknya.


Tak hanya itu,dia juga sedang melakukan beberapa promosi jualan milik sang mama.


meski tak ada yang menyuruhnya, tapi sepertinya itu cukup membantu karena sekarang pesanan untuk nugget dan semua jenis Frozen food yang di jual mengalami kenaikkan yang signifikan.


Wawan sudah mengundang para orang yang rumahnya dekat di peternakan.


dan setelah melakukan selamatan, kini keduanya tak pulang tapi malah ke tempat Gofar karena ingin menjemput bocah itu.


tapi keduanya tak mengemudi karena dari semalam belum istirahat, jadi yang menyetir adalah rojak.


Selama dalam perjalanan, juragan baton menikmati rokoknya dan tadi juga sempat sarapan sebentar.


"juragan sepertinya ada masalah, di depan rumah Gofar sangat ramai," panggil Rojak.


"apa..." kata pak Dikin yang terbangun karena suara Rojak cukup keras.


"baiklah, kaku cari parkiran biar aku masuk duluan," kata juragan Baron yang langsung turun dari dalam mobil.


pria itu berjalan dengan cukup cepat, "minggir semuanya!!" teriaknya dengan keras.


Semua orang kaget melihat sosok juragan Baron ada di sana, "jadi apa yang terjadi disini, kenapa kalian semua berkerumun di sini," marah juragan Baron.


"juragan, mereka semua gila, karena ingin mengusir Gofar dari rumahnya," kata japrak.


"sialan, memang apa salahnya, ini rumahnya sendiri," marah juragan Baron.


"apa yang anda bilang, rumahnya sendiri, neneknya itu punya hutang pada ku, dan sekarang wanita tua itu sudah mati, jadi rumah ini jadi milik ku, dan aku berhak mengusirnya," kata pria itu dengan kejam.


"baiklah, lagi pula aku tak akan membiarkan jika Gofar tetap di sini," kata juragan Baron yang langsung mengajak remaja itu pergi dari sana.


"baguslah, mulai sekarang rumah ini milik ku," kata pria itu yang merasa menang, dan tak menyangka jika dia akan memiliki rumah yang begitu dia inginkan.


tapi Gofar sepertinya sangat berat meninggalkan rumah neneknya itu, Rojak dan pak Dikin baru sampai di sana.

__ADS_1


"bapak, mulai sekarang coret semua orang di desa ini dari daftar kerjasama, dan aku tak mau tau, karena mulai sekarang kita semua selesai," kata juragan Baron.


"sesuai perintah mu," kata pak Dikin yang tersenyum.


__ADS_2