Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
bukan tandingannya


__ADS_3

malam harinya, Wulan dan juragan Baron berkunjung ke rumah Mak Ijah, tentu mereka tak mengajak Ryan yang memilih di rumah bersama mbak Tami.


saat sampai ke rumah wanita sepuh yang sederhana itu, keduanya di sambut dengan sangat ramah.


Wulan juga tak menaruh curiga, tapi saat di dalam rumah itu pak Junaidi mulai meminta maaf tentang apa yang terjadi.


sedang nak Ijah tersenyum saja saat melihat sosok Wulan yang kini menemani juragan Baron.


"jadi bolehkah saya bertemu dengan wanita yang terus menerus menggoda suami saja, setidaknya saya harus tau apa yang sebenarnya dia inginkan." tanya Wulan dengan sopan dan tegas.


"bagaimana Mak, aku tak bisa memutuskan," kata pak Junaidi.


"Rudi, tolong panggil mbak Lia ya, bilang ada tamu yang ingin bertemu dengannya," perintah mak Ijah.


"inggeh Mbah," jawab pemuda itu.


Lia yang sedang duduk termenung karena semua rencananya gagal pun kaget saat Rudi datang ke rumahnya.


"mbak di panggil Mbah, katanya ada tamu yang ingin bertemu," kata Rudi.


"siapa Rudi," tanya Lia bingung karena dia tak merasa berjanji temu dengan siapapun.


"seorang wanita, sudah sana pergi," kata Rudi yang membuat Lia terpaksa bangkit untuk menemui tamu itu.

__ADS_1


"iya Mbah, ada apa memanggil ku," kata Lia yang masuk ke ruang tamu dari pintu belakang.


Wulan tak terkejut melihat sosok Lia yang datang, "duduklah, aku memanggilmu karena kamu harus minta maaf pada mbak ini karena apa yang sudah kamu lakukan," kata Mak Ijah.


"aku melakukan apa Mak, aku tak melakukan apapun, jadi kenapa aku harus minta maaf?" tanya wanita itu tak terima.


"setelah apa yang kamu lakukan," kata pak Junaidi yang tak bisa menahan amarahnya.


"tolong tenang semuanya, aku tak terkejut jika itu kamu, karena aku sadar ucapan mu saat pertama kali melihat ku, dengan nada mengejek kamu bilang bukan, kenapa istri seorang juragan kaya raya seperti ku, masih menjadi pedagang Frozen food, itulah pemikiran buruk mu, hah... Seharusnya jika dku bersikap menjadi istri juragan Baron, aku bisa saja membuat mu lumpuh atau bahkan membunuh mu karena berani mengusik suamiku, tapi sebagai wanita yang pernah menyandang ibu tunggal aku tau rasanya, tapi pikiran picik mu itu mencari pria kaya untuk menghidupi dirimu dan anak mu itu sangat menggelikan, jadi ini peringatan pertama dan terakhir dariku, kamu berani satu kata saja dan menyentuh suamiku, aku akan membuat mu cacat seumur hidup," kata Wulan yang terdengar tenang tapi ancaman dalam setiap ucapannya itu nyata.


"kau kira aku takut?" hina Lia.


tanpa basa-basi Wulan langsung menonjok wajah wanita itu hingga hidung lia patah.


pak Junaidi kaget dengan adegan cepat itu, dan tak mengira jika istri dari juragan Baron ini juga tak terduga.


"maafkan cucu ku ini nak, saya akan memberikan nyawa saya sebagai permintaan maaf jika Lia berani menggoda juragan Baron lagi," kata Mak Ijah.


"saya pegang ucapan Mak Ijah, dan jika dia masih berani melakukan perbuatannya yang buruk, aku akan membunuh Mak di depan para warga dan mempermalukan keluarga ini, itu sumpahku," kata Wulan yang benar-benar tak suka dengan tabiat Lia ini.


"sudah sayang lebih baik kita pulang," ajak juragan Baron yang juga sedikit kaget melihat reaksi dari istrinya itu.


Sekarang Lia tak bisa mengatakan apapun, karena nenek yang menolong dirinya dan Asha sudah mengadaikan nyawanya.

__ADS_1


Jadi sekarang dia tak boleh mendekati pria itu jika tak ingin istri dari pria itu murka dsn melakukan hal yang di ucapkan tadi.


Sedang di dalam mobil,juragan Baron merasa jika istrinya itu sedikit mengerikan saat marah


Tapi dia suka karena dia merasa jika istrinya itu sangat mencintainya, dan itu yang terpenting dari apapun.


"sayang..."


"ssttss... Diamlah mas, aku sedang mencoba untuk membuat diriku tenang, aku benar-benar tak bisa menahan amarahku tadi,"


"tapi itu bagus, aku jadi tau jika kamu sangat mencintai diriku juga," kata juragan Baron.


"apa maksudnya, kamu mengira jika aku tak mencintai mu begitu?" tanya Wulan yang kesal.


"aduh salah ngomong deh, bukan begitu sayang,aku kira kira menikah karena permintaan Ryan saja," kata juragan Baron.


"apa kamu tak bisa berpikir mas, jika memang seperti itu, kenapa aku mau kamu en*** sebelum menikah sialan, dasar pria semua itu menyebalkan!!" teriak wulan memukul pundak suaminya itu.


"sabar sayang, aku hanya bercanda, maaf..." kata juragan Baron yang tertawa senang.


Brak...


Mobil yang di kemudikan oleh juragan Baron menabrak pohon, karena tadi pria itu kaget karena tiba-tiba muncul sosok anak kecil di tengah jalan sambil mengayuh sepeda roda tiga miliknya.

__ADS_1


__ADS_2