
siang ini semua orang berpamitan, ya keluarga juragan Baron, akhirnya harus pulang, setelah menginap dua hari di desa itu, tempat tinggal keluarga mereka.
"Ya Allah Nduk, kok yo wis sudah gupoh pulang saja, lebih baik di sini dulu beberapa hari." kata salah satu saudara yang memang bisa bahasa Jawa.
"Ngapunten Bude, ini juga tidak bisa lama-lama, sebenarnya kami juga mulai krasan disini, karena anak-anak juga harus kembali ke sekolah, dan menantu kami juga harus kuliah, dan lagi ya tahu sendirilah keponakan Bude Bagaimana," jawab mama Wulan Yang merasa tak enak, karena keluarga mereka juga jarang-jarang bisa berkumpul bersama keluarga suaminya itu.
"Ya sudah, kapan-kapan kami yang main ke sana, nanti kalau jadi berkunjung, mau dibawakan apa?" tanya wanita itu sepuh itu.
"Mbah De, boleh dong bawa sambelnya lagi ya. karena Aina sangat suka sambel yang Mbah de buatkan," jawab Aina yang tiba-tiba merangkul wanita Itu dengan manja.
Bahkan itu membuat juragan Baron dan Ryan kaget, karena wanita itu terkenal keras dan cerewet.
"Ya Allah, Ya... Allah, Ya Allah, kamu manis banget sih nduk, beruntungnya nih Ryan dapat kamu, iya pasti Mbah de bakal buatkan yang lebih enak lagi, tenang saja, nanti Mbah de buatkan bermacam-macam ya."
"terima kasih Mbah de," jawab Aina senang.
__ADS_1
Akhirnya setelah berpamitan dengan keluarga besar, mereka bersama rombongan keluarga juragan Baron pun akhirnya pulang.
Mereka tidak mampir ke mana-mana lagi, tapi hanya sempat mampir ke daerah Mojokerto Kota untuk membeli onde-onde.
Dan pukul sepuluh malam mereka sampai di rumah dan tentu semua merasa lelah.
Tentu saja Aina dan Ryan tidak langsung pulang ke rumah mereka, karena mereka memilih tinggal di rumah orang tua mereka terlebih dahulu untuk istirahat.
Sedang di sisi lain, Gofar sedang bingung karena melihat perubahan dari sikap Dewi yang setelah pulang dari wisata religi Malah semakin menjauhinya.
"Wig... kamu nopo wae to cak cak? Kok nglamun," suara kipli yang mengejutkan Gofar.
"Buset lu Kipli, bikin kaget wae, bagaimana? semuanya beres nggak?" tanya Gofar yang pura-pura mengalihkan pembicaraan.
"Apalagi yang nggak beres, ya beres semuanya, toh sapinya kan nggak mungkin lari, orang di iket juga, emang kenapa sih kok dari tadi kelihatannya sumpek banget," tanya Kipli terheran-heran.
__ADS_1
"Ya bukannya bukannya sumpek juga, gini loh pli Cuma aku merasa sepertinya adikmu menyimpan amarah ya, Soalnya dari kemarin ketus banget loh sama aku?" tanya Gofar yang bingung.
"Udah nggak usah dipikir itu, dia mah biasa begitu, Dewi mah mending sering gitu anaknya , tiba-tiba gila, tiba-tiba marah gak jelas, mungkin lagi PMS kali," jawabnya Kipli santai.
Mendengar hal itu, Gofar pun hanya bisa mengangguk saja. Tak lama Ryan datang membawa onde-onde
"We e cak, Iki tak bawakan onde-onde, kan kamu kemarin nggak mau dibelikan apa-apa, jadi di belikan ini dan ada baju Koko dari Mama," kata Ryan yang mengejutkan kedua pria itu.
"Ya Allah!! Kamu nggak capek baru pulang langsung ke sini, kan besok pagi, aku juga ke sana untuk ketemu kalian," Jawab Gofar.
"Halah halah halah halah .... kayak nggak tau Mama saja, sudah terima saja, dari pada nanti aku bawa pulang lagi, di amuk di rumah," jawab Ryan yang sedikit kesal pada Kakak angkatnya itu.
"Kok mas Gofar saja toh Pak Bos, aku juga ada lho di sini," kata Kipli yang merasa tidak dilihat.
"Lho kamu mau juga toh, ku kira gak mau, sudah ini aku bawa kaos juga lumayan dua buat kamu deh, kan Mas juga udah dapat baju koko juga, tapi kata Mama itu baju koko buat lamaran mu, kamu kan janji sudah mau menunjukkan siapa calonmu, Ayo jawab siapa gadisnya," kata ryan yang menganggu kakak angkatnya itu lagi.
__ADS_1
"Kowe njaluk si gedeg toh dek, ngomong mu bikin orang kesel," kata Gofar denger bercandaan adiknya itu.