Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
mati apa gimana?


__ADS_3

Para warga pun berkumpul saat mendengar suara kentongan yang di pukul.


Akhirnya pak RW menuju ke sungai di temani semua warga yang akan jadi saksi.


Mereka melihat sosok itu tertulungkup dengan kondisi yang diam tak bergerak.


"tolong angkat, kita periksa madih hidup atau tidak?"


"tapi pak RW," kata salah satu warga.


"sudah angkat saja, polisi juga nanti tau jika kita ingin tau kebenarannya, dan tolong telpon ambulan ya," Jats pak RW.


Ternyata saat sosok itu di angkat, berapa mereka semua terkejut melihat kondisi dari mayat itu.


Bagaimana tidak, semua usus terburai keluar karena luka menggangga di bagian perut.


Dan yang membuat terkejut adalah siapa korban itu, yang ternyata itu Farhan.


orang yang sering membuat keributan setelah perceraian dengan Wulan.

__ADS_1


Dan sekarang pria itu mati dengan kondisi mengenaskan, dan tak di temukan satu pun barang berharga milik pria itu.


Dan sudah di pastikan jika itu pasti begal, karena semua warga juga tau jika pria itu selalu pergi kemana-mana dengan mengendarai mobil.


Polisi dsn ambulan datang, dan menanyai semua orang, dan untungnya ada yang berinisiatif mengambil video tadi jadi itu menjadi bukti jika para warga tak berniat merusak tkp.


Akhirnya keesokan harinya, semua warga heboh dengan berita tentang kematian Farhan.


tak terkecuali dengan Wulan dan Bu pawoh, ya keduanya juga datang untuk mengucapkan turut berbelasungkawa atas kematian Farhan yang tak terduga.


Bahkan Ryan juga di ajak melayat karena bagaimanapun bocah itu putra kandung Farhan.


"sudah puas sialan, kamu membuat anak ku mati, dia mati karena kamu!!" teriakan ibu Farhan yang selalu menghina Wulan.


"sabar Bu... Malu di lihat orang," kata adik dari Farhan


"dia itu yang tak tau malu, berani-beraninya datang kesini, kenapa datang untuk mengejek putra ku yang sudah mati, kenapa tidak kamu saja yang mati, dasar wanita ******!!" teriak ibu Farhan yang terus menghina Wulan.


"cukup mantan besan, berani-beraninya kamu terus menghina putriku, dia selalu menjadikan keluarga kalian dengan baik, bahkan membuat kalian seperti raja dan bisa menginjaknya, bahkan kalian tak sadar sudah menginjak putriku selama lima belas tahun ini, dan saat putra kalian yang bersalah dan berselingkuh, kalian menyalahkan putriku yang tak bisa merawat diri karena melahirkan cucu kalian juga, dan kalian tak berhenti menghinanya, kurang puas, bahkan setelah anak ku memutuskan berpisah, kalian masih saja menghinanya ****** atau murahan hanya karena ketidaksempurnaan putra mu, semua orang di desa ini tak buta," marah Bu pawoh yang membuat keluarga itu malu

__ADS_1


Dia tak tahan lagi mendengar hinaan untuk putrinya yang begitu berharga baginya.


"ya ibu pawoh benar, mbak Wulan ini sangat baik dari dulu, keluarga ini saja yang tak tau malu, jadi tagi mau menikahkan anak kedalam keluarga ini, takutnya nanti di perlakukan begitu buruk lagi," kata salah satu warga yang membuat semua keluarga Farhan diam.


"sudah ibu, lebih baik kita pulang, toh keluarga kita tak di harapkan di sini,"


"iya nduk, keluarga gila ini memang tak pernah akan sadar," kata Bu pawoh.


Mereka bertiga memutuskan pulang, dan di ikuti oleh beberapa warga yang merasa jika keluarga itu benar-benar tak tau diri.


terlebih semuanya tak tau terima kasih karena sudah di rawat oleh wanita sebaik Wulan yang tetap diam meski di hina.


Saat jenazah datang, pak RW dan pak RT kaget karena tak menemukan warga di sana.


"loh ini kemana para warga, terus siapa yang akan memakamkan nak Farhan," katanya bingung.


"semua orang marah karna mulut ibu Farhan yang tak bisa di jaga, anaknya mati kena begal malah nyalahin mantan menantunya, memang keluarga biadab, sudah pak RT dan pak RW kalian saja yang makamin,kami males sudah pulang dulu," kata ketua Tarang taruna yang memang menyaksikan semuanya.


"inilah yang terjadi, jika seorang wanita sudah membuka mulutnya tanpa berpikir terlebih dahulu," kata pak RW yang menepuk jidatnya.

__ADS_1


__ADS_2