
"Apa aku boleh ikut Mas, aku ingin jalan jalan, karena Ayah selalu sibuk," kata Bima memohon.
Aduh Dek, Mas, itu bukan mau liburan, menikmati hari santai saja dengan mbak Aina, aku juga jarang lho jalan-jalan dan liburan, jadi kamu bisa ajak Mbah Uti, sama mbah kung ya, jangan mengganggu Kakak, oke." jawab Ryan membuat bima sedih.
"sudah-sudah Bima, Nanti ikut sama Ayah saja, dan mama ya, kita akan jalan-jalan ke Malang, menikmati liburan, sambil melihat hewan-hewan yang diawetkan di Jatim Park, Nanti kita aja, Mbak Raisa dan Mbak Rena juga, apa Bima mau ikut dengan ayah?" tawar juragan Baron.
"baik Ayah, Bima mau, tapi nanti kita mampir ke masjid Cheng Ho ya, karena Bima ingin lihat masjid yang megah itu, karena teman-teman Bima sudah pergi, semua sudah pernah ke sholat di sana juga."
"Iya iya Mama janji, nanti kita berangkat jalan-jalan saat Mas dan Mbak Aina pergi ya oke,"
"oke," jawab bima dengan senang.
Aina membantu membereskan ruangan yang menjadi tempat penyimpanan kue.
Dia sedang sibuk memotong dan mengemas semuanya, karena sore nanti akan di adakan tahlilan untuk acara pendak pasar.
Setelah membuat seratus lima puluh kotak kue,dia pun bangun dan ke kamarnya.
Dia harus ganti agar tak tembus nantinya,tapi saat masuk dia melihat Ryan sedang tidur dengan duduk di kursi.
bahkan pria itu terlihat kelelahan karena mengecek beberapa pekerjaan.
Aina sebisa mungkin berjalan pelan agar tak membangunkan suaminya itu.
Akhirnya dia pun selesai, dan kembali membantu di dapur, dan tadi dia sempat memasang bantal leher pada Ryan.
pria itu bahkan tak bangun, "kamu sangat lelah ya mas," lirih Aina melihat suaminya itu.
Aina sedang membantu untuk menata semua nasi besek yang nanti akan di bagikan.
Bahkan di dalam sana ada dua jenis lauk,ayam dan daging, itu benar-benar membuat semua orang heran
bahkan Aina memastikan jika tak ada jebakan Batman yang ikut.
kan gak lucu jika sampai ada orang yang dapat lengkuas dan mengira itu adalah daging.
Pukul empat sore semuanya selesai dan besek sudah tertata rapi dan juga beserta semua sembako yang akan di bagikan.
Ryan tiba-tiba terbangun karena panggilan masuk ke ponselnya, "iya halo ..." suara serak Ryan yang baru bangun.
"bos, kami sudah membereskan pekerjaan di Sidoarjo, kami juga sudah mengirimkan laporannya, tolong di lihat ya,"
__ADS_1
"baiklah, aku mengerti," jawab Ryan yang langsung membuka matanya.
Dia pun kaget merasakan ada bantal yang melingkar di lehernya, "loh mas sudah bangun," kata Aina yang masuk kedalam kamar untuk bersih-bersih.
"Iya sayang, mas baru bangun, Kamu sedang apa? mama vacuum cleaner juga bukan kah masih bersih," tanya Ryan yang meregangkan otot tubuhnya.
"Aku ingin membersihkan, apa itu namanya kelopak bunga yang kemarin berserakan,Ya Tuhan... itu sangat mengganggu, dan takutnya Mas tak nyaman nanti Saat istirahat, karena semalam mas bergerak cukup sering, karena mungkin tak nyaman ya," kata Aina gugup dan berusaha terus menghindari tatapan mata dari suaminya itu.
Tapi Ryan tidak hanya gemas melihat tingkah dari Aina yang sepertinya gugup padanya, karena mereka hanya berdua saja di dalam kamar.
"ada apa Aina,aku hanya bertanya,"kata Ryan yang mengusap tangan Aina dan menyentuh pundak gadis itu.
merasakan sentuhan itu, Aina hanya menutup mata dan berusaha untuk tenang.
Dia ingin lari sebenarnya, tapi dia tau jika itu tak aik karena Ryan sudah menjadi suaminya.
"mas..."
"ada apa sayang," kata Ryan yang mengangkat dagu istrinya itu hingga melihatnya.
Tanpa basa-basi, Ryan pun tiba-tiba mengecup bibir istrinya.
Aina pun melotot dan mendorong Ryan, pria itu kaget melihat reaksi dari istrinya.
"aku belum mandi,pasti mulut ku bau," kata Aina yang membuat Ryan tersenyum dan memeluk gadis cantik yang sudah resmi jdi istrinya itu.
"tidak apa-apa, kamu tetap wangi kok,"
"tapi aku habis makan seblak bersama dengan si kembar barusan,"
"pantas kok pedas ya," kata Ryan menggoda istrinya.
Aina pun malu dan menyembunyikan wajahnya di dada Ryan.
Sedang Ryan sendiri tertawa, setelah itu dia membantu membersihkan kamar pengantin merasa.
Dan Aina mengantikan sprei di ranjang karena tak nyaman,setelah itu mereka pun bergantian untuk mandi.
Setelah sholat Maghrib, terlihat rombongan bapak-bapak datang untuk memenuhi undangan dari juragan baron.
Acara doa malam itu juga berjalan lancar, dan setelah sholat isya', tanpa di duga Kevin dan istrinya datang ke rumah.
__ADS_1
"assalamualaikum..."
"wa'alaikumussalam... wah ada apa ini kok pengantin baru datang," kata juragan Baron menyapa kedua orang itu.
"ayah bisa saja, saya datang ingin membicarakan sesuatu dengan Ryan," kata Kevin yang memang sudah menghubungi temannya itu.
Dia juga tak ingin Laila terluka karena tingkah dari Vinod, itulah kenapa kevin mengajaknya, toh gadis itu bisa bertemu dengan Laila.
"kamu sudah datang, masuklah karena aku ingin mengatakan sesuatu dan menjelaskan sedikit masalah, dan untuk Laila masuk saja istriku sedang di ruang tengah bersama si kembar," kata Ryan.
"terima kasih mas," kata Laila yang bergegas masuk setelah menyapa semua orang.
sedang Ryan mengajak Kevin ke ruang kerja miliknya, dan menunjukkan semua bukti yang sudah di kumpulkan.
Bahkan dia juga berhasil menemukan bukti akta kelahiran Vinod yang di akui pria itu sudah hilang.
"apa semua ini benar Ryan,"
"menurut mu bagaimana, ya bukankah aneh saat Tina seorang pria muncul dan bilang dia anak ayah ku hanya berdasarkan sebuah foto lama, aku tak bisa menghakimi ayah mu yang nakal saat muda, tapi kemungkinan jika pria itu menyembunyikan semuanya itu besar,karena tahun itu tidak hanya ayah mu yang menjadi kekasih wanita itu." kata Ryan.
"terima kasih,kalau begitu aku akan mencoba melakukan tes DNA pada mereka berdua, dan jika mereka bukan ayah dan anak, itu adalah berita yang bagus untuk ibu, sebab ibuku sekarang sering sakit-sakitan semenjak kedatangan Vinod,"
"ya dan sebaiknya kaku juga melakukan general cek up pada orang tuamu," pesan Ryan
"baiklah aku mengerti, dan terima kasih atas bantuannya," kata Kevin yang sudah mendapatkan apa yang dia inginkan.
dan untuk acara liburan, kembali harus tertunda karena urusan Kevin
Di sisi lain ada Ivan, Tyo dan Edo yang merasa sedikit kesepian di basecamp mereka , karena Kevin dan Ryan belum bisa bersama Mereka lagi untuk berkumpul seperti biasanya.
"kudengar mereka akan pergi ke Jogja untuk liburan, apa kita tidak diajak? wah mereka keterlaluan sih, kalau itu benar," kata Ivan kesal.
"Jika kamu tak tahu malu silakan saja bilang, itu mereka tidak liburan, melainkan mereka pasti bulan madu dan kamu ingin jadi nyamuk di sana ah kalau aku sih tidak mau," kata Edi yang menikmati rokok miliknya.
"Kalian mah enak bisa keluar jalan-jalan, lah aku seandainya aku pergi ikut liburan bisa di bejek-bejek tuh sama si Luna, terlebih, bayi kamu juga baru lahir, jadi aku tidak akan bisa jika harus ikut liburan bersama kalian."
"Hai, Bapak muda, Siapa juga yang mau mengajakmu, kamu tinggal di rumah saja menjadi suami siaga, menemani istrimu, dan putramu itu, Biarkan kami yang para pria muda ini yang pergi untuk jalan jalan, dan untukmu Edo, Meskipun mereka bulan madu, Kita kan bisa jalan jalan berdua, memang kamu tidak mau liburan, aku mah capek! setelah membangun rumah yang akan ditempati oleh Rian dan istrinya."kata Ivan.
"Apa? kamu gila, meskipun kamu membangunnya, Kamu kan juga dapat uang Ivan, jika kamu tidak dibayar, pantas ngomong seperti itu, Kamu juga dapat borongannya, berapa miliar itu yang sudah masuk ke kantongmu." kata Tyo kesal.
"tahu nih, Jadi orang, kok tidak bersyukur sekali, dan lagi, aku tidak mau jalan hanya berdua denganmu, dikira kita lagi iok-iok kan nggak lucu, aku masih pria normal, jadi jangan pernah mengajakku hanya jalan-berdua, mengerti!" ketus Edo.
__ADS_1
"aku juga masih normal, tapi Siapa yang mau kita ajak, kamu juga tak punya pacar, aku juga, Jadi janganlah kamu merasa berlebihan begitu, toh Kita juga bersahabat dari dulu." kata Ivan.
"Meskipun begitu kan beda kasus woi," kata Edo kesal.