Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
siapa wanita itu


__ADS_3

Saat sedang di rumah sederhana itu, tanpa sengaja kaki juragan Baron di peluk oleh seorang gadis kecil dari belakang.


"bapak datang," kata gadis kecil itu.


"halo Asha, kaki baru datang ya, sedang berkunjung dengan ibu mu?" tanya juragan Baron yang memang ramah dengan anak-anak.


"iya, itu ibu," kata gadis kecil yang mungkin seusia dengan Ryan itu


"loh mas Baron masih sering mengunjungi Mbah, terima kasih ya sudah sangat baik pada Mbah ku," kata wanita itu.


"tentu saja, bagaimana pun dulu aku pernah mendapatkan pertolongan dari Mak Ijah, sekarang aku harus pergi,permisi ya Mak Ijah, Asha," kata juragan Baron yang tak ingin lama-lama di sana.


Wawan mengerti karena juragannya itu punya istri sekarang,tidak seperti yang dulu.


Sedangkan sosok wanita itu dulu hampir di nikahi oleh juragan Baron, tapi memang mereka tak berjodoh.


Tapi tanpa terduga, Asha menahan tangan jurang Baron agar tak pergi.


"jangan pergi bapak,"


"tapi bapak harus pulang karena ada putra bapak yang menunggu, kamu baik-baik dengan nenek buyut ya," kata juragan Baron yang mengusap kepala gadis itu dan langsung pergi.


Sedang ibu dari gadis itu hanya diam di tempat, dia tak mengira jika pria itu sekarang begitu tampan saat sudah ada yang merawat.

__ADS_1


Sedang di rumah, Wulan merasa jika ada sedikit perasaan aneh, karena dia kenapa belum bisa hamil, meski sudah tidak minum pil KB.


Saat sedang duduk melamun di teras sambil menunggu putranya pulang mengaji dan suaminya pulang dari bekerja.


Tiba-tiba seorang penjual jamu lewat, "jampi jampi," teriak penjual jamu itu.


Wulan tersadar dari lamunannya, "Mak Jum jamu," panggil wanita itu.


"iya Bu juragan," jawab wanita itu yang langsung masuk ke dalam rumah yang kebetulan gerbangnya terbuka itu.


Wulan pun duduk di lantai bersama dengan penjual jamu itu, "mau jamu apa ibu juragan yang cantik,"


"Mak jamu adem-ademan ya," kata Wulan dengan sopan.


"iya Mak,mau bagaimana pun, kami tetap menunggu kehadiran seorang anak di antara Kami," jawab Wulan.


Tanpa terduga penjual jamu itu malah menyentuh kaki Wulan dan menekannya, serta mengurutnya sambil menghitung sesuatu.


"tenang ibu juragan, insyaallah banyak anak nanti, asal juragan Baron juga sehat," kata Mak Jum.


tak lama mobil suaminya datang, "terima kasih Mak, kebetulan itu suami saya tolong jamu geras kencur juga Mak,"


"tidak baik Bu juragan, sudah serahkan kepada saya agar juragan bisa segera membuat anda hamil," kata penjual jamu itu tersenyum.

__ADS_1


Wulan pun bangkit saat penjual jamu gendong itu menyiapkan jamu miliknya.


Saat Wulan menyalami suaminya dan juragan Baron memberikan ciuman di kening dan pipi istrinya itu.


Dia kaget melihat Mak Jum sedang menyiapkan jamu, "pantes anak-anak tadi ke rumah mbok gak ada, ternyata belum pulang," kata juragan Baron.


"iya juragan, masih keliling, dan ini hamu untuk kalian berdua, tolong minum ya," kata wanita yang sudah cukup sepuh itu.


Juragan Baron ikut minum bersama istrinya, setelah itu dia menghubungi Sardi untuk ke rumahnya agar bisa mengantar Mak Jum pulang berserta sembako bagian wanita itu.


"juragan bisa saya melihat tangan juragan dan kentol sebentar," tanya Mak Jum.


"mau apa Mak," bingung juragan baron yang mengizinkan dan menggulung celananya hingga selutut.


Wanita itu tampak begitu memperhatikan dengan seksama, dan menghitung sesuatu.


Wanita itu tampak menghela nafasnya dalam, "juragan tolong kurangi rokok karena itu tak baik, dan setiap pagi minum air madu hangat ya, dan kalau bisa minum air tajin,"


Wulan mengerti sesuatu, "memang saya kenapa Mak,"


"tidak apa-apa mas, cuma ikuti saja, atau nanti jatah mas aku kurangin mau?"


"jangan dong sayang," kata juragan Baron kaget mendengar ancaman itu.

__ADS_1


Sedang nak Jum tertawa mendengarnya,karena wanita itu tak menyangka jika pria yang terkenal dingin malah bisa di ancam oleh istrinya seperti ini.


__ADS_2