Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
kejujuran Dewi


__ADS_3

Mendengar jawaban dari Dewi, mama Wulan tidak percaya begitu saja dia melihat gadis itu dengan seksama.


"Kamu jangan bohong nduk, Aku paling tidak suka pembohong. terlebih dari gadis baik seperti ku," kata Mama Wulan.


Dewi terus menunduk, dia tahu jika berbohong itu tidak baik, tapi mau bagaimana lagi, dia tidak mungkin mengatakan Jika dia merasa tidak pantas saat ini.


"Sejujurnya Kalau boleh aku bilang, Awalnya kami ingin melamar mu, setelah kamu lulus sekolah, untuk menjadi istri dari Gofar Putra angkat kami, tapi melihat beberapa hari terakhir ini, tingkah kalian yang sedikit aneh, aku jadi ingin mengurungkannya," kata juragan Baron dengan jujur.


Mendengar ucapan pria itu Ibu Basuni kaget, dia tak mengira jika putrinya telah menarik perhatian dari juragan paling kaya di desanya.


"Tapi kenapa juragan Bukankah Gofar ingin menikah dengan Mbak Nia?" kata Dewi


"Apa maksudmu dengan Nia, Setahuku, Ghofar tidak pernah dekat dengan gadis itu." jawab mama Wulan.


"Tapi bu juragan, dia yang mendatangiku saat berada di pantai, saat di Madura kemarin lalu, dia bilang dia akan dilamar oleh Mas Gofar, dan Itulah kenapa dia memintaku untuk menjauhi Putra ibu, karena aku di anggap pengganggu," kata Dewi.


"Aku takkan membiarkan Putraku itu mendekati wanita yang Bahkan tidak baik,


Bukan karena dia seorang janda, aku tak mempermasalahkan hal itu, tapi karena masalah dari perceraian itu, sebab keburukan wanita itu ya dia selingkuh, dia membuang suaminya yang bankrut, dan meninggalkan suaminya yang sedang terpuruk dan sakit," kata juragan Baron.


"Jadi apa yang harus aku lakukan, Dia sudah mengancam ku, Itulah kenapa aku menjauhi Mas Gofar."


"Seharusnya kamu bertanya dulu pada Gofar sebagai pria yang bersangkutan, kamu telah membuat pria itu bingung dan sedih, sekarang Bu juragan harus minta pertanggung jawaban mu, kamu mengerti Dewi," Kata mama Wulan dengan tersenyum.


"Tapi aku malu Bu juragan, bagaimana aku harus meminta maaf pada mas Gofar, dia selalu saja bercanda saat di ajak ngobrol serius,"


"Tinggal bilang, aku minta maaf telah salah, atau dengan datang membawakan makanan kesukaannya, ya masih banyak lagi," jawab mama Wulan yang tak ingin masalah ini berlarut-larut .


Yah karena mereka yang akhirnya harus turun tangan menyelesaikan segalanya.


Setelah perbincangan panjang itu, akhirnya keduanya pamit pulang dan Bu Basuni melihat putrinya itu.


"Jadi selama kamu di bus kamu diam saja, dan ogah-ogahan saat mengirim makanan ke peternakan, karena kamu mengira jika Mas Gofar sedang dekat dengan Nia putri dari Andi, karyawan dari bos Ryan itu?" tanya Bu Basuni


"Iya Bu," jawab Dewi sedih


"Huh bocah ini .... Nia itu yang kegatelan bukan mas Gofar kamu tau, yang selalu dicari oleh Mas Gofar itu, kamu, Mas mau saja sampai bilang, ini kalau Dewi lulus, bisa-bisa dilamar sama Gofar, Bagaimana tidak? katanya, saat mereka bersama, pasti ya ditanyakan Dewi sedang apa? dia pergi ke mana? Tapi dia selalu meminta mas mu untuk diam, agar kamu tidak merasa sedang diincar, ataupun merasa sedang diselidiki," kata Bu Basuni yang akhirnya jujur.


Mendengar ucapan ibunya Dewi merasa sangat sedih, tapi dia juga tidak membantah perasaannya yang bahagia.


Yang ternyata pria yang di sukai juga punya perasaan yang sama.


"baiklah, aku akan meminta maaf," kata Dewi


jadi dia akan membawa sesuatu yang spesial untuk pria itu, untuk meminta maaf dan menjelaskan segalanya.


Sedang di sisi lain tiga orang baru saja keluar kelas dengan wajah kusut, Bagaimana tidak.


Mereka baru saja menyelesaikan kuis, dengan dosen killer, ditambah lagi tadi pagi Aina tidak banyak sarapan karena perutnya merasa tak enak.


"Haduh, kepalaku pusing, dan sekarang aku sangat lapar," gerutu wanita itu.


"Kita mau beli makan di mana? Di kantin, aku bosan bagaimana kalau kita mencoba makan di restoran yang baru buka di dekat sini," usul Benni


"Restoran apa? Kamu kan tahu aku tidak bisa makan di restoran yang aneh-aneh," kata Aina lagi.


"Iya, aku juga kurang menyukai makanan yang terakhir kamu usulkan itu. itu rasanya sangat menggelikan bagiku." saut Laila juga.


"Ya maaf aku nggak bakalan rekomendasikan itu, jika tahu lidah kalian berdua ini lidah orang kampung," ejek Benni


"Memang ada yang salah, dengan lidah kami sebagai orang kampung, Jangan menghinanya dasar menyebalkan," grutu Aina lagi

__ADS_1


"Iya deh, iya deh, maaf kalau begitu, mari kita berangkat, tapi, kalian bawa motor atau mobil?" tanya Beni.


"Kebetulan Hari ini aku bawa motor, karena mobil sedang dipakai oleh Mertuaku, karena ada sedikit pekerjaan yang mengharuskan mereka berpindah-pindah,"


"Aku juga bawa motor, karena mobil masih dipakai mertua keluar kota, karena menghadiri pesta saudara," kata Laila


"lho kok kamu nggak ikut," tanya Beni pada Laila


"Ya nggak harus ikut selalu. toh besok kami akan menyusul saat mas Kevin pulang. Lagian pesta pernikahannya juga masih lusa." jawab Laila.


"oalah tak kira Ki wes di pecat jadi mantu," ejek Benni yang tertawa.


"Lambe mu cok cok," marah Laila.


Ketiganya pun bergegas menuju ke sebuah restoran yang memang baru di buka.


Restoran itu mengambil nuansa pedesaan, kebetulan karena di belakang area restoran juga ada lahan kosong, yang sekarang diubah menjadi kaya seperti ladang pertanian kecil-kecilan.


Dan semua menu masakan pun dibuat seperti olahan rumahan, Aina saat ini memilih menu lele goreng, ayam goreng, dan juga saya tahu tempe, serta lalapan.


dengan sambal mangga muda, yang super duper banyak irisan mangga mudanya.


Laila dan Beni yang melihat itu pun dibuat bingung, bagaimana bisa gadis yang selama ini kurang menyukai rasa asam, tiba-tiba berubah.


"Kuwi weteng Ora Popo Nduk, mangan sambel pencet samu akeh e ," kata Beni dengan heran


"Ra Usah juga kakean ngomong ya cah cah, wes kui nang mangan, Aku wis laper dari tadi," Ketus Aina yang sedang asik makan tempe goreng dengan sambel mangga muda.


"nok, iku bocah e, kesambet opo piye, Ket mau omongan e, kok kasar men?" bisik Beni pada Laila .


"Ora ruh aku," Jawablah Laila yang sebenarnya juga setengah sangat kelaparan.


Dan Aina pun semakin menikmati suasana makannya..


Sworo angin


Angin sing ngreridu ati


Ngelingake sliramu sing tak tresnani


Pengen nangis


Ngetokke eluh neng pipi


Suwe ra weruh


Senajan mung ono ngimpi


Ngalemo


Ngalem neng dadaku


Tambanono roso kangen neng atiku


Ngalemo


Ngalemo neng aku


Ben ra adem kesiram udaning dalu


Banyu langit

__ADS_1


Sing ono nduwur kayangan


Watu gedhe


Kalingan mendunge udan


Telesono


Atine wong sing kasmaran


Setyo janji


Seprene tansah kelingan


Ademe gunung merapi purba


Melu krungu swaramu ngomongke opo


Ademe gunung merapi purba


Sing neng langgran Wonosari Yogjokarto


Janjine lungane ra nganti suwe suwe


Pamit esuk lungane ra nganti sore


Janjine lungo ra nganti semene suwene


Nganti kapan tak enteni sak tekane


Udan gerimis


Telesono klambi iki


Jroning dodo


Ben ra garing ngekep janji


Ora lamis


Gedhene nggonku nresnani


Nganti kapan


Aku ora biso lali


Ademe gunung merapi purbo


Melu krungu suaramu ngomongke opo


Ademe gunung merapi purbo


Sing neng langgran Wonosari Yogjokarto


Janjine lungane ra nganti suwe suwe


Pamit esuk lungane ra nganti sore


Janjine lungo ra nganti semene suwene


Nganti kapan tak enteni sak tekane

__ADS_1


__ADS_2