
para polisi di buat bingung, pasalnya mereka sedang melakukan olah TKP.
ya tadi terjadi kecelakaan yang menewaskan seorang pesepeda motor.
Bahkan kondisi korban sangat buruk, dengan tubuh terlindas tapi kepalanya masih utuh.
bahkan supir terlihat tak merasa bersalah karena pesepeda motor itu yang memotong jalan.
karena di truk yang dia kendarai ada sebuah kamera dasboard, yang menjadi bukti, terlebih polisi tak bisa melakukan apapun.
Karena truk itu milik orang yang tak bisa tersentuh, dan meski begitu truk itu tetap di bawa ke kantor polisi.
Sedang dalam perjalanan pulang, terlihat dengan santai juragan Baron lewat begitu saja.
Begitu pun dengan Ryan, ya kedua orang itu memang memiliki watak yang hampir sama.
"apa mas melakukan sesuatu?"pertanyaan itu terlontar dari kedua wanita yang para pria itu cintai
"melakukan apa sayang, aku tak melakukan apa-apa," jawab juragan Baron.
Sedang bagi Ryan pertanyaan itu seperti firasat istrinya, "memang apa yang bisa di lakukan oleh pria tampan mu.ini sayang," jawab Ryan yang membuat Aina diam
__ADS_1
"ah begitu rupanya, baiklah aku mengerti, dan bima mbak belum menghukum. mu ya," kata Aina yang menoleh ke arah kursi belakang.
"iya mbak..." jawab bocah itu.
Bagaimana tidak, bocah itu sangat nakal, tapi mau bagaimana pun bocah itu memang selalu di manja.
Tapi untungnya meski begitu, juragan Baron dan Ryan tetap keras pada bocah itu.
Kedua mobil itu sampai di rumah dan Ryan di bantu Aina menurunkan semua barang.
Baru juga turun pak Dikin dan Bu pawoh datang sambil mengendarai motor.
"assalamualaikum semuanya..." salam Bu pawoh yang masuk Kedalam rumah bersama suaminya.
"hei bocah ini makin menyebalkan ya, kenapa menatap Oma mu seperti kaku melihat wanita aneh," kata Bu pawoh.
"hei Oma, kenapa anda tak sadar diri, lihatlah bima sudah terkontaminasi oleh mu," kata Ryan yang langsung menutup mata Bima.
"mas kamu salah tutup," kata Aina kaget melihat suaminya itu malah menutupi semua wajah bocah itu.
"maaf habis mukanya tak seluas telapak tangan ku, he-he-he,"
__ADS_1
"dasar bocah ini makin tak tau sopan," kata Bu pawoh yang memukuli Ryan yang membuat pria itu lari dan bersembunyi di belik Aina.
"sudah Bu, sekarang ada apa kok tumben sekali masih pakai baju PKK kok sudah kesini, dan bapak kenapa sepertinya tertekan begitu?" tanya mama Wulan melihat pak Dikin.
"aku tak bisa menjelaskan nduk, lebih baik biar ibu mu dulu yang menjelaskan," kata pak Dikin yang pusing.
Bagaimana tidak tadi istrinya itu mengatakan jika untuk liburan beserta semua anggota PKK bisa menyewa bus milik Ryan.
dan dia akan membuatnya dapat diskon, dan yang tak habis pikir kenapa bisa istrinya melalui itu, padahal dia tau jika semua jadwal bus milik travel cucu mereka penuh.
"bolehkah Ryan?" tanya Bu pawoh memohon dengan sungguh-sungguh.
"ah aku siapa ..... Aku dimana ... kepala ku pusing," kata Ryan yang bersikap seperti orang hilang ingatan dan langsung bergegas pergi.
Bu pawoh pun melihat juragan Baron,dan pria itu tau jika dia dalam bahaya.
"ah aku tiba-tiba haus, permisi," kata juragan Baron yang langsung bergegas ke dapur.
"ya!!! kenapa kalian berdua begitu menyebalkan, karena permintaan sederhana itu," kesal Bu pawoh
Sedang Aina berusaha untuk tidak terlihat, dan mama Wulan juga perlahan pergi jika dia tetap di sana bisa bahaya.
__ADS_1
Karena jika yang di minta tolong para istri pasti kedua pria itu tak akan bisa menolak.
Aina langsung pura-pura menelpon dan mama Wulan masuk kedalam kamarnya sebelum Bu pawoh sadar.