
"tapi kamu siapa, datang-datang mengatakan calon suamiku menghamili dirimu, karena aku percaya jika calon suamiku tak mungkin bisa melakukan itu, karena dia orang yang bertanggung jawab," bantah Aina yang tak ingin meyakinkan semua yang ada di depannya itu.
"kenapa aku harus berbohong, kamu sedang memegang buktinya, dan jika memang kamu ragu, aku bisa mengajak mu untuk periksa di dokter manapun, dan aku yakin karena aku memang sedang hamil," kata gadis itu.
"baiklah kita lakukan sekarang, dan kita lakukan tes darah sekalian dan membuktikan apa anak di perut ku itu memang anak putra ku atau bukan," kata mama Wulan yang memeluk Aina.
"anda siapa nyonya," tanya gadis itu heran.
Karena dia di beritahu jika Aina itu yatim piatu, itulah kenapa dia ingin mengusiknya dan mendapatkan segalanya.
"siapa aku, aku adalah calon mertuanya, jadi seharusnya dari ucapan mu, aku adalah ibu dari pria yang melakukan hal kotor itu bukan, tapi sepertinya aku tak mengenal dirimu,"
Gadis itu segera merubah raut wajahnya dengan cepat, "tentu saja, selama berada di jakarta, putra anda itu berhubungan dengan ku,"
"sekarang siapa yang ingin kamu tipu, putraku tidak pernah je jakarta, dia itu merantau ke Manado, asal kamu tau itu,"
"apa itu mustahil, saya memang bertemu di Jakarta dan berangkat ke mana do bersama," kata gadis itu yang mulai plin plan.
Aina yang mendengar itu pun kesal, "kalau ingin berbohong dan menipu orang jangan keterlaluan, kamu saja tak tau pria yang akan kamu fitnah itu pernah merantau di mana," marahnya.
Wanita itu kaget melihat reaksi dari Aina yang tiba-tiba menjadi begitu garang.
"sekarang pergi dari sini, atau aku akan memanggil polisi untuk membuat ke di penjara karena pencemaran nama baik dan perbuatan tak menyenangkan,"
tiba-tiba wanita itu langsung lari, dia tak menyangka jika gadis yang ingin dia tipu malah begitu menakutkan saat marah.
"kamu tak percaya kan tadi," tanya mama wulan.
"tentu saja tidak ma, jika memang mas Ryan sebrengsek itu, mungkin aku sudah hamil dari dulu, karena kamu sering pergi berdua dan banyak tempat yang bisa menjadi lokasi untuk melakukannya, tapi putra mama selalu menjaga diriku dan imannya, tak mungkin dia melakukan hal seburuk itu," kata Aina dengan senyum seperti biasa.
"ya, setidaknya sikap dinginnya terhadap wanita menurun dari pria itu, bukan dari pria bajingan yang membuat ku hampir mati dulu,"
"maksud mama,"
"sudah lupakan saja, sekarang kita masuk karena aku ingin kamu mencoba sesuatu untuk acara akad nikah nanti," kata mama Wulan yang membuat Aina penasaran.
__ADS_1
Sedang wanita yang mendapatkan tugas membuat Aina terluka gagal.
"bagaimana tugas mu,apa bisa membuatnya sedih dan hancur," tanya seorang wanita di dalam mobil
"apanya, dia ternyata sangat menakutkan belum lagi dia sekarang punya keluarga yang begitu melindunginya, tugas mu itu mustahil tau, sudahlah berikan upah ku jika tidak aku akan membongkar niat mu itu," ancam wanita itu yang langsung menerima satu gepok uang dari wanita yang menyuruhnya.
"senang berbisnis dengan mu," kata wanita itu yang langsung pergi.
Sedangkan wanita yang lain itu memukul setor mobilnya, "sialan!! Seharusnya dulu aku bertahan sedikit lagi jika tau umur di Andika tak lama, karena aku tak menyangka jika bengkel las itu semakin besar dan punya tiga cabang, sekarang aku harus bisa membuat gadis itu menerima ku lagi, karena rencana ku sudah gagal dari awal," gumamnya.
Ya dia tak menyangka akan melihat kekayaan dari pria yang tinggal nama saja, dan semua harta itu akan di nikmati oleh putri tunggal pria itu.
Tentu saja dia tak rela, karena bagaimanapun dia juga pernah merawat pria itu saat sakit dan menjaga gadis itu.
Meski akhirnya dia memutuskan untuk pergi karena tak tahan dengan suami penyakitan seperti Andika.
Mobil katana itu pun pergi dan mencari warung untuk membeli rokok dan membeli kopi karena kepalanya pusing.
Saat sampai di warung yang tak jauh dari rumah keluarga juragan Baron.
Dia memperbaiki penampilannya toh dia tetap terlihat muda meski sudah berusia hampir kepala empat.
Di tambah tubuh seksi dan wajah mulus tanpa cacat, "permisi Bu, pesan kopi luwak dingin ya, dan apa anda punya rokok LA mild," tanya wanita itu yang membuat semua pria itu menoleh kecuali Ryan.
"iya mbak,mau berapa bungkus?" tanya penjaga warung itu.
"boleh minta dua,"
"silahkan, dan tidak sekalian makannya?" tawar pemilik warung sambil menyodorkan rokok itu.
"boleh Bu, tolong mie pedes saja yang ada di cup itu Bu," kata wanita itu duduk di dekat kursi Ryan dan para anak buahnya.
Wati tersenyum ramah pada keempat pemuda itu, tapi dia tertarik dengan pria yang paling tampan dengan tubuh kekar dan juga wajah tampan yang terlihat cuek dan tak menggubrisnya.
"dari mana mbak, dan kalau boleh tau siapa namanya," sapa Pras yang memang paling mudah akrab dengan orang.
__ADS_1
Tapi pria itu bukan suka cari perhatian, tapi dia adalah orang yang bisa membaca isi hati seseorang dari raut wajahnya.
"halo,nama saya Lisa dan saya baru dari rumah saudara, kalau mas-nya ini?" tanya Wati sambil tersenyum tapi pandangannya sesekali melirik Ryan.
"saya hanya pendatang di sini, Lisa ya.. Nama yang bagus," kata Pras basa-basi dan sudah tau apa yang di lihat wanita itu
Tiba-tiba Ryan bangkit dan tersenyum mengejek wanita itu, "Lisa, nama Wati saja tak usah sok koya, dasar wanita tak tau malu," kata Ryan yang memang mengenal siapa wanita itu.
mendengar itu, Wati kaget karena selama ini tidak ada yang tau siapa dirinya, dan baru kali ini ada orang yang memanggilnya dengan nama Wati.
"tunggu dulu, kamu ini siapa," kata Wati yang bangkit dan menahan tangan Ryan.
Tapi secepat kilat Ryan menangkisnya, hingga tangan wanita itu terlepas dan tersungkur di tanah.
"jangan berani menyentuh diriku, dasar wanita ular, dan berani-beraninya kamu kesini menunjukkan wajah mu setelah kematian ayah Andika, dasar tak tau malu!!" bentaknya yang tak bisa menahan diri lagi.
Wati syok,hanya satu orang yang memanggil Andika itu om kadang-kadang ayah yaitu putra dari juragan Baron.
"Ryan..."
"jangan berani menyebut namaku dengan mulut kotor mu, dan sekali saja kamu menunjukkan wajah mu di depan Aina, aku akan membuat mu tak bisa melihat matahari lagi,"
Wati terdiam, dia tak mengira jika orang yang paling dia ingin hidari malah bertemu dengan cara seperti ini.
Karena dia pernah dengar jika Ryan ini memiliki sikap baik pada orang yang dekat dengannya, tapi sekali di usik atau kamu melukai keluarganya, dia akan lebih kejam dari juragan Baron.
sedangkan para warga yang mendengar pertengkaran itu kaget bukan main, terlebih Wati orang yang pergi saat suaminya sakit.
Dan meninggalkan anak sambungnya begitu saja, sekarang berani datang ke desa itu tanpa tau malu
"sudahlah kita pulang,"ajak Yudi yang akan mulai bekerja besok.
"ha-ha-ha tak kusangka wanita itu langsung syok melihat amarah bos Ryan,makanya jangan mengusik macam tidur," kata Pras tertawa.
Sedang Wati terlanjur malu, dia kembali ke warung dan meninggalkan uang seratus ribu di meja dan bergegas pergi.
__ADS_1