Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
kisah Andika


__ADS_3

Andika pun sampai di rumah bersama putrinya Aina, dia kadang merasa kasihan pada putrinya itu yang harus ikut kemana pun dia pergi.


Tapi mau bagaimana lagi tak ada yang akan menjaganya di rumah, terlebih keluarga mantan istrinya juga sudah tak mau berurusan lagi dengannya.


Dia kesal karena rokoknya habis dan tadi lupa beli, "Aina papa mau beli rokok, apa kamu mau ikut?" tawar pria itu pada putrinya.


"mau," jawab bocah cantik itu.


Akhirnya Andika mengeluarkan sepeda roda tiga milik putrinya dan langsung meminta putrinya itu naik ke atas sepeda itu.


Kini mereka pun ke toko kelontong yang tak jauh dari bengkel, dan Andika memasrahkan semuanya pada anak buahnya yang ada lima orang itu.


"mau kemana bos," panggil Seno.


"mau beli rokok dan jajan Aina, kalian mau titip sesuatu?" tawar Andika pada kelima andk buahnya.


"boleh titip rokok saja bos, yang gratis," kata Seno lagi


"baiklah, aku belikan," jawab Andika.


Dia pun akhirnya sampai di toko kelontong yang nyambi jadi warung juga


"loh mas duda ganteng, ada apa nih,butuh sesuatu ya, apa bilang saja," tanya pemilik warung yang memang terkenal centil.


"tolong saya mau rokoknya Bu, wismilak tiga, dan Grendel birunya lima," kata pria itu yang langsung mengeluarkan dompetnya untuk membayar.


"ini mas, tepi kok gak mampir dulu ta, ngopi dulu gitu,"


"tidak Bu, kasihan Aina nanti kepanasan," kata pria itu yang memberikan uang dan langsung kabur


Sesampainya di rumah ternyata Aina sudah tertidur, jadi dia menaruh putrinya itu tidur di depan tv yang dekat dengan pintu tembusan ke arah bengkel las miliknya.


dia menaruh susu di samping putrinya itu, dan memberikan boneka kesayangannya juga, tak lupa dia mengunci pintu depan dan menutup pagar pembatas dengan bengkel agar Aina tak sembarangan ke arah bengkel las itu.


Andika langsung membantu untuk membuatkan pesanan sebuah mesin perontok padi pesanan dari juragan asal Tuban.

__ADS_1


Bahkan dia juga sedang membuat mesin yang bisa mencacah halus semua rumput kering atau sayur kering agar bisa di gunakan untuk makan ternak.


Ya Aina terbiasa mendengar suara keras jadi tak terganggu sedikitpun, tapi kadang-kadang jika Andika sangat sibuk.


Dia juga merasa jika putrinya itu kasihan karena sering main sendiri dan tak memiliki teman


Ya mau bagaimana lagi dia tak memiliki pembantu yang membantunya mengurus rumah ataupun Aina.


"pak bos, mau di Carikan pembantu gak, lumayan kemaren tetangga istri ku butuh pekerjaan, dia itu yatim piatu, orang tuanya batu saja meninggal dunia, dan sekarang dia harus menghidupi dirinya dan adik-adiknya, yang tinggal dengan neneknya," kata Seno.


"boleh tuh, siapa dan berapa usiamu, kalau sangat tua tidak usah ya, karena dia harus jaga Aina yang suka lari-larian kemana-mana," kata Andika yang tak mau tetap repot nantinya.


"tentu saja tidak bos, aku jamin dia itu sangat baik, di tambah Aina pasti suka," kata Seno menawarkan.


Akhirnya Andika pun setuju dan besok pagi gadis itu akan datang ke rumah Andika untuk bekerja.


Aina terbangun dan melihat ada dot susunya di samping langsung minum dan kembali tidur pulas.


akhirnya pas jam makan siang, mereka pun istirahat dan Andika masuk kedalam rumah.


"loh putri papa susah bangun," kata Andika yang sudah berganti baju.


Aina tersenyum dan langsung minta di peluk, setelah itu dia duduk di pangkuan Andika cukup lama.


"pa pa aem," kata bocah itu dengan suara lucu.


"Ita, maem apa, sosis atau nugget?" tanya Andika.


"ocis," jawab Aina.


Akhirnya Andika mendudukkan putrinya di kursi, sedang dirinya membuat sosis bakar.


setelah itu dia menyuapi putrinya sambil makan siang berdua, sedang Seno yang pulang ke rumahnya.


Memberitahu istrinya tenang lowongan pekerjaan itu pada saudara jauh istrinya itu.

__ADS_1


tentu saja mendengar itu doa sangat senang dan langsung mengiyakan besok akan datang dan siap bekerja


Dan ternyata Andika meminta jika wanita itu harus tinggal di rumah kos yang dia miliki agar tak repot jika Aina kenapa-kenapa.


Akhirnya pukul satu semuanya kembali bekerja, dan Andika memakaikan baju jeans pada putrinya.


Yang akhirnya dia mengendong putrinya di bagian belakang punggungnya, dan langsung mulai bekerja lagi.


Aina sepertinya mengerti jika papanya itu sedang sibuk bekerja, jadi bocah itu diam selama di gendongan punggung papanya.


Setelah lelah, Aina minta turun dan akan main sendiri di dalam rumah, dan bocah itu main sendirian sambil nonton kartun kesukaannya.


Pukul empat sore semuanya selesai, dan kini Andika multi membersihkan rumah karena dia tak menyukai rumah yang berantakan dan kotor.


Akhirnya setela semua ini,kini dia menantikan putrinya dulu baru mandi sendiri,


Untuk makan malam dia memutuskan untuk beli saja di luar, karena tak mau repot.


Dan saat sampai di warung nasi langganannya malah ketemu dengan juragan baron dan keluarganya.


Aina yang melihat Wulan pun langsung menghampiri wanita itu dan memeluknya.


"maaf juragan, putriku ini jadi suka sering tiba-tiba peluk istri anda," kata pria itu merasa tak enak.


"iya tak masalah aku juga tak sejahat itu untuk membuat putrimu itu terluka, sudah duduk sini saja kami juga baru datang kok," kata juragan Baron.


Akhirnya mereka bergabung, Aina di pesankan sendiri yaitu nadi dan ayam goreng saja, bahkan juragan Baron ydng melihat ketelatenan dari Andika begitu kagum.


Jarang-jarang seorang pria mau mengurus anaknya hingga seperti itu, bahkan tak malu menyuapi dan membujuk putrinya untuk makan.


Ryan juga membantu saat bocah cantik itu mulai bosan karena dia juga akan jadi seorang kakak.


Setelah makan malam dan berbincang, mereka ini berpisah awalnya Aiba menangis tapi berkat Andika yang bisa membujuk putrinya itu.


Dia pun tak harus menghadapi putrinya yang sedang marah dan menangis tanpa mau berhenti.

__ADS_1


__ADS_2