Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
kabar buruk lagi 2


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit, mereka berdua melihat Ajeng yang sudah di bawa ke ruang UGD karena pingsan.


Dokter yang merawat Mak tun pun menghampiri juragan Baron dan pak Dikin, "apa kalian tidak merawatnya dengan benar?"


"bukan begitu juragan, kami sudah melakukan semua yang kami bisa, tapi karena kondisinya yang terlalu buruk dan lagi kanker itu sudah menyebar ke organ dalamnya, itu yang membuat sulit," kata dokter itu.


"ah sialan, baik bagaimana dengan pria brengsek yang membuat bibik seperti ini?" tanya juragan Baron.


"bekan sedang mengejarnya, terakhir kali dia bilang, pria itu membeli tiket keluar pulau, setidaknya dia tak boleh menularkan penyakitnya itu," kata pak Dikin yang merasa prihatin.


"bereskan saja kalau ketemu, tentu tau maksud ku bukan," kata juragan baron yang langsung menuju ke ruang jenazah.


terlihat Azizah dan Rojak masih di sana, dan tampaknya mereka yang mengurus semua karena kondisi Ajeng yang sangat buruk juga.


setelah semua adminitrasi di urus,rumah sakit membersihkan jenazah karena perlu sedikit detail.


Setelah itu di masukan dalam peti, dan Wulan meminta pak Sardi mengurus semua untuk pemakaman.


Karena suaminya bilang jika mayat dari Mak tun ini tak bisa di inapkan, jadi harus langsung di makamkan.


Ajeng terpukul, tapi mau bagaimana lagi, semua sudah menjadi bubur karena pertengkaran terakhir kali membuatnya tak bisa menjaga ibunya.


pukul enam pagi,jenazah datang, semua orang juga berdatangan untuk melayat, termasuk Wulan dan Bu pawoh.


Dan untuk anak-anak di rumah bersama Ryan dan Mak Yem, karena tak ada orang.


Juragan Baron tak berani mendekati istrinya, dan semua warga merasa kasihan dengan akhir dari Mak tun.


saat sedang di adakan prosesi terakhir, tiba-tiba ponsel pak dikin berbunyi, dan pria itu mundur untuk menjawabnya karena penting.


Tampaknya raut wajah pria itu berubah tapi masih bisa mengindikasikan.

__ADS_1


Jenazah pun berangkat di makamkan, Wulan dan Bu pawoh masih di area rumah Mak tun


Karena Ajeng dan saudara ipar serta mertuanya ikut ke makam, "saya tak menyangka ya, Mak tun ini meninggal dengan penyakit menular,ih... Bikin merinding,"kata salah seorang ibu.


"ya begitulah akibat sering gonta-ganti pasangan,ibu gak tau kan sebelum meninggal dunia ini,Mak tun sering kedatangan tamu laki-laki ke rumahnya," kata ibu yang lain.


Wulan dan Bu pawoh yang memang tak pernah dekat pun bingung mau berkata apa.


"ibu-ibu tolong jangan mengatakan hal seperti itu, kasihan beliau sudah tenang di sana," kata Wulan dengan sopan.


"akah gak usah sok perhatian deh,bukankah situ juga juragan medit ya, hanya karena kejadian yang tak seberapa saja, sampai memecat semua orang yang tak berdosa," kata wanita yang tak terima karena suaminya ikut di pecat oleh juragan baton karena fitnah.


"apa sih Bu, kalian ini senang sekali ya memutar balikkan fakta, memang apa yang salah dengan yang kamu perbuat, kalian seakan tak.verfosa sedikit pun, apa aku benar hanya kalian yang suci tanpa dosa iya, bahkan orang jatuh saja salah di mata kalian," kesal Wulan yang tak bisa membendung kekecewaannya.


kini para wanita itu diam,tapi tidak dengan wanita yang merasa kehidupannya makin sengsara setelah di pecat oleh juragan Baron.


"tapi itu hanya kesalahpahaman kecil,kenapa sampai membuat efek pada semua orang," kesal wanita itu.


"itu hanya berlaku pada keluarga orang yang membuat fitnah pada suamiku, dan untuk yang lain,semua tetap berjalan semestinya,kalau tidak percaya silahkan tanya," kata Wulan yang membuat beberapa janda membuka suara


"kamu memutar balik segalanya,seakan kami yang melakukan kejahatannya, apa kamu lupa bagaimana suamimu menjadi salah satu orang yang paling merasa benar saat itu, bisa mempermalukan juragan Baron, apa kamu bisa melihat suamimu di arak dengan hanya memakai ****** *****, dan di lempari batu dengan tuduhan tanpa dasar, setelah semuanya terbukti kalian masih bersikap seolah jika kami berdosa, sungguh orang yang sangat suci," kata Wulan yang berhasil membungkam mulut wanita itu.


"sudah nduk, kita pulang, Kuta tinggalkan para orang tak tau terima kasih ini,mereka lupa siapa yang lari menolong mereka saat terluka, apa kepala desa, sudahlah mulai sekarang silahkan urus hidup masing-masing," kata Bu pawoh yang mengajak putrinya itu pergi.


semua orang yang berada di pemakaman pun langsung berbondong-bondong untuk mendekati juragan Baron untuk minta maaf.


Pria itu hanya mengangguk mengangguk saja, tapi pak Dikin menunjukkan peran dari ibu mertua pria itu.


"jadi kamu bisa meminta tolong sekarang juragan," kata salah satu pria yang memang merasa sangat kesulitan tanpa bantuan pria itu


"kenapa kalian seperti ini, kalian di sini meminta maaf, sedang di sana istri kalian mencoba menghina keluarga ku,jadi untuk memaafkan aku sudah melakukannya, tapi untuk bantuan tentu saja itu terserah istriku," kata juragan Baron yang langsung pergi bersama ayah mertuanya dan juga beberapa orangnya.

__ADS_1


"benar-benar memalukan," kata mas Andi yang melihat semua itu.


Ajeng masih tanpak syok, beruntung akhirnya semua sudah selesai dan mereka pun pulang.


Dan saat masuk rumah ternyata kondisinya cukup buruk,di tambah tadi tak masuk kedalam rumah karena jenazah yang langsung di bawa ke pemakaman.


Ajeng di bantu suami dan semua iparnya membersihkan rumah itu, dan saat di kamar ibunya, Ajeng menemukan banyak bekas pengaman.


Di semua tempat yang membuat Ajeng malu pada keluarga suaminya, karena kehidupan pribadi ibunya sangat berantakan.


"sudah sayang, tak usah sedih semua sudah berlalu ya," kata mas Andi.


Akhirnya setelah di bersihkan, mereka pun membakar semua barang men-ji-jik-kan itu.


Dan rumah tampak bersih,bahkan Ajeng menyemprotkan air dan pembersih untuk membersihkan semua bekas yang tertinggal.


Setelah kering kini tikar mulai di gelar, dan beberapa teman mas Andi datang untuk mengucapkan bela sungkawa yang sedalam dalamnya.


Bu pawoh sudah mengantarkan cucunya yang telat masuk sekolah karena tadi mereka yang melayat.


Untungnya guru dari bocah itu tak mempermasalahkannya dan mebetina izin dari Ryan.


Wulan sedang menyiapkan kopi dan gorengan untuk suami dan semua orang yang datang ke rumah.


Bekan ternyata datang juga, "jadi bagaimana?" tanya pak Dikin yang heran melihat pria itu


"ternyata dia juga meninggal saat akan masuk kedalam pesawat, karena kondisinya yang sangat buruk juga, dan ternyata tidak hanya satu orang, saya mendapatkan nama lain yang sekarang sudah di bereskan," jawab pria itu.


"semua berakhir seperti seharusnya," kata juragan Baron.


Sedang wawan baru datang dan membisikkan sesuatu, "bereskan, aku tak mau ada masalah di kemudian hari, dan jangan sampai meninggalkan jejak," kata juragan Baron.

__ADS_1


"baik juragan," jawab Wawan yang menelpon anak buahnya.


"apa yang harus di bereskan mas?" tanya pria itu.


__ADS_2