Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
titipan sayang


__ADS_3

Mereka berangkat ke daerah Gresik terlebih dahulu, ya karena tak akan full Lina wali di datangi karena di Madura setidaknya akan ada dua tempat yang di datangi.


pertama mereka ke Wisata Religi Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim, kemudian Wisata religi makam Sunan Giri berlokasi di Dusun Giri Gajah Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sunan Giri memiliki nama asli bernama Raden Paku atau Joko Samudra lalu ketika dewasa mendapatkan julukan Ainul Yaqin dari Kanjeng Sunan Ampel yang merupakan guru dan seorang paman beliau.


Baru kemudian ke daerah Ampel Surabaya, ya di sana mereka akan cukup lama


saat di area wisata religi sunan Ampel, Ryan sedang memimpin semua orang untuk membaca tahlil.


Saat tak sengaja Aina melihat ada sepasang suami istri yang berjalan bersama penjaga area makam.


Ya dia tau jika banyak orang yang berusaha untuk mendapatkan momongan dengan berdoa kepada sang pencipta.


mama Wulan merangkul menantunya itu dan mereka pun langsung bubar setelah memanjatkan tahlil selesai.


Ryan dan Aina bergandengan tangan agar tak terpisah, dan kali ini semua orang di beri waktu setidaknya satu jam untuk belanja sebelum di lanjutkan ke Madura


"mas memang tidak di titipi apapun ya,kan cak Gofar biasanya suka sekali dengan makanan Arab," tanya Aina pada suaminya itu.


"tidak perlu katanya, karena dia sudah titip pada adik Kipli, siapa namanya gadis gendut itu," kata Ryan yang berusaha mengingat nama dari Dewi.

__ADS_1


"Dewi!" panggil Aina yang membuat gadis itu menoleh.


"loh mbak Aina, iya mbak ada apa?" tanya Dewi mendekati wanita itu.


Ya Dewi ini sedang bersama Raisa dan Raina yang memang satu sekolah meski beda kelas.


"apa kamu sudah belanja?" tanya Aina penasaran.


"belum mbak, tapi aku bingung karena pesanan dari mas Gofar sangat banyak," jawab Dewi.


"tunggu sebentar, biar aku panggilkan pok e," kata Ryan yang mendekati pak Dikin.


Bu pawoh dan mama Wulan tak mau ketinggalan, jadi mereka ikut belanja.


bahkan mama Wulan membeli baju taqwa untuk seluruh pria di rumahnya dalam satu model dan satu warna.


Untungnya ukurannya beda-beda,dan dia juga membeli gamis untuk semua orang.


Aina terlihat seperti gadis kuda yang begitu cantik saat belanja dengan Dewi, Raisa dan Raina.

__ADS_1


"apa aku keterlaluan menikahi gadis itu, dia bahkan seperti bocah kecil saat seperti itu,"


"kamu ini ngomong aia, dia sudah sembilan belas tahun, ya sudah pantas, sudah jangan ngomong yang tidak-tidak," kata juragan Baron.


Tiba-tiba Kevin,Edo dan Ivan mendekati kedua pria itu,dan membiarkan Laila bersama ibu mertuanya belanja.


"makan bro," kata Kevin yang memberikan benda yang aneh menurut Ryan.


Tapi tanpa banyak bertanya, dia langsung memakannya dan terkejut karena rasanya sangat aneh.


Ternyata Laila juga mendapatkan hal yang sama dari Laila, dan dia berusaha menelannya meski rasanya tak enak.


bahkan dia bergidik karena rasanya yang aneh, untungnya mereka sedang membeli samosa dan akhirnya mereka menikmati gorengan panas itu.


Dan untuk Gofar sudah di belikan yang Frozen, dan Dewi yangdi suruh membawanya,dan untuk menyimpan itu di bagasi atas agar tetap dingin.


Setelah satu jam terlewati, semua rombongan enam bus itu melanjutkan menuju ke Madura.


Sedang di dalam mobil keluarga Juragan Baron terlihat semuanya semua sedang menikmati camilan yang tadi di beli.

__ADS_1


Aina tak menyangka akan datang ke makam Mbah Cholil bersama Ryan, ya padahal dulu ayahnya pernah berjanji tapi belum bisa terwujud.


__ADS_2