Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
sudah sah


__ADS_3

Pagi hari, Wulan merasa badannya sangat tak enak, dia segera ke kamar mandi.


dan setelah itu dia segera ke dapur untuk minum obat yang kemarin di resepkan oleh dokter, setidaknya obat itu bisa menguatkan kandungannya.


ya dia sering stres dan itu membuat juragan Baron khawatir, terlebih istrimu itu juga pernah punya riwayat keguguran.


"ya Allah..." gumamnya.


pria itu baru bangun dan melihat istrinya masih duduk di meja makan, "ada yang tak enak sayang, masih pusing?"


"ini biasa mas, tapi sepertinya aku tak bisa memasak untuk hari ini," kata Wulan yang sangat malas dan ingin beristirahat saja.


"tenang saja, biarkan suamimu ini yang masak, kamu istirahat saja," jawab juragan Baron yang mengusap pipi istrinya.


Dia pun segera ke dapur dan pertama-tama dia memasak Nasi merah dan juga menghangatkan lauk yang ada di kulkas.


Dan untuk bekal putranya, dia memasak ayam goreng tepung yang memang sengaja di simpan di kulkas dan tinggal di hangatkan.


dia tidak menggoreng ulang, melainkan memasaknya di air fryer.


Sedang Wulan memilih membangunkan putranya itu untuk kesekolah.


Ryan pun langsung ke kamar dan mandi dan tentu saja mamanya sudah menyiapkan baju dan juga memeriksa perlengkapan putranya itu.


"nanti kamu ada jelas olahraga, mama bawakan baju ganti ya,"


"tidak usah ma, aku tak mau bawa karena ini gari Jum'at jadi nanti sekolahnya paling pulang jam sebelas, jadi aku tak harus repot kan," kata bocah itu.


"baiklah, kalau begitu bawa tas mas, kita sarapan sepertinya ayah sudah selesai membuat sarapan," kata Wulan pada putranya itu.


Ternyata benar, kotak bekal sudah jadi dan langsung di masukkan kedalam tas milik Ryan.


Dan pagi ini, mereka sarapan dengan nasi merah dan rendang daging.


"nak ayo nakdn sayurnya, kamu harus makan itu juga," kata juragan Baron.


"iya ayah," jawab Ryan yang tak bisa menolak.


setelah sarapan, mereka pun berangkat bersama-sama, ya Ryan pergi ke sekolah, sedang Wulan serta juragan Baron ke rumah Ajeng untuk melihat pernikahan wanita itu.


ternyata pernikahan itu akan di laksanakan pukul sembilan pagi di KUA, dan setelah itu skan ada sedikit acara di rumah.


Lagi-lagi semua di pesankan jadi rumah nak tun tetap bersih, dan saat di KUA akad nikah berjalan lancar


Bahkan mas Andi ini mengucapkan ijab Kabul dalam satu tarikan nafas, dan itu membuat semua kagum.

__ADS_1


setelah sah mereka yang mengantar pengantin pun pulang, dan acara berlanjut dengan sesi resepsi kecil-kecilan.


Acara itu berjalan cukup lama, dan pukul setengah sebelas siang juragan Baron ke sekolah putranya itu untuk menjemput Ryan


Tapi saat baru sampai, dia melihat pak Junaidi yang mengajak Asha pulang duluan.


Tentu saja dia menyapa pria itu, mau bagaimana pun mereka saling mengenal.


"pak Junaidi, mau kemana kok sepertinya sangat buru-buru?" tanya juragan Baron.


"kamu sekeluarga mau pindah juragan, karena Rudi yang meminta kami, jadi kami akan pindah ke kota agar lebih dekat," kata pak Junaidi.


"baiklah, kalau begitu hati-hati ya," kata juragan Baron yang tak bertanya lebih lanjut.


karena dia tak mau ikut campur dengan urusan keluarga itu, cukup dia hanya sekedar tau.


Sebenarnya pak Junaidi mengajak keluarganya pindah agar menjauh dari keluarga juragan Baron.


Mereka juga tidak pindah ke kota, melainkan hanya pindah ke desa lama yang dulu menjadi desa tempat mereka tinggal


Meski di sana hanya tinggal beberapa KK saja, tapi itu pilihan terbaik karena dia tak mau jika Lia terus membuat malu.


Di tambah Mak Ijah terus menerus mengajak pulang ke desa lama mereka, karena ingin lebih dekat dengan makam suaminya.


Ryan keluar dari kelas, bocah itu tampak sangat bahagia, dan langsung memeluk ayahnya, "ayah... tadi makan siangnya enak sekali, aku suka itu," kata bocah itu dengan bangga.


"aku habiskan, tadi malah semuanya mau minta tapi aku kasih sedikit saja karena aku tak mau kehabisan," jawab bocah itu dengan semangat.


"baiklah sekarang kita ke rumah Tante Ajeng, diakan menikah," ajak pria itu membukakan pintu mobil.


"ah iya Tante Ajeng menikah, nanti boleh aku minta bakso ayah,"


"tak usah meminta,kamu bisa makan sepuasnya karena mama mu sudah menyisihkan untuk putra kesayangannya itu," kata juragan Baron.


mendengar itu membuat Ryan sangat senang, perjalanan menuju ke rumah Ajeng dari sekolah putranya itu memang cukup jauh.


Sesampainya di rumah itu, terlihat pak Dikin langsung memeluk Ryan juga,ya memang Wulan mengajarkan agar putranya itu tak malu untuk di peluk keluarga.


"Mbah kung,"


"aduh cucu ku, baru kali ini lihat ada bocah pulang sekolah,baru meski kotor sedikit tapi wajah tetap ganteng ya nak," kata pria itu.


"mana bilang, kalau selesai main cuci muka dan cuci tangan biar bersih,"


"mantap,"

__ADS_1


Ryan menyalami semua orang, dan bocah itu memang tampan di bandingkan bocah lain seusianya.


di tambah ada yang bilang jika Ryan ini mirip juragan Baron, otomatis semua orang tertawa.


Sebenarnya bukan mirip tapi gata keduanya yang sama, Ryan selalu mengikuti cara ayahnya itu bersikap.


mulai dari berdiri, tersenyum hingga postur tegap juragan Baron. Dan itu lama kelamaan makin persis gaya keduanya.


setelah acara resepsi, semua pria sudah berangkat ke masjid untuk sholat Jum'at, sedang para wanita duduk santai di rumah.


"nanti malah belah semangka ya, karena sudah tak terlalu susah," kata Wulan.


"iya dong, tapi aku khawatir jangan-jangan kecil lagi," kata Ajeng tertawa.


"hus... ngomong opo arek loro Iki, memdng gak di cek dulu tha?" tanya Bu pawoh yang makin menambah gelak tawa.


"dari jebdolan sih gede bude, semoga saja gede dowo ya,"


"engko lek kurang dowo di sembung Karo gantar ya," saut Wulan yang makin gila menanggapi sepupunya itu.


Ya jika dulu dia dan juragan Baron tak tahan hingga melakukan sebelum menikah, ya dia menganggap uji coba dan ternyata suaminya itu terlalu lulus.


"kalau kamu dulu?"


"tes mesin dong, ternyata masih grade A plus plus plus,"


"mampus, gak cuma satu plusnya, tapi sampai tiga loh," kata Ajeng tak percaya jika sepupunya yang tampak alim pun bisa tergoda juga dengan calon suaminya.


"coba dong tanya ibu, sudah tes Drive berapa kali, jika tidak ketahuan mungkin juga akan tes Drive terus tanpa punya SIM," kata Wulan menyenggol ibunya itu.


"enak tau tes Drive itu,"


Ajeng mulai tak mengerti, dia kira budenya itu ingin memiliki SIM mobil jadi melakukan tes Drive.


Setelah suami-suami mereka pulang dari masjid, para wanita itu pun pulang.


Dan siang itu Wulan ingin tidur siang di rumah ibunya, dan juragan Baron lagi-lagi kalah dengan istrinya dan hanya bisa mengikuti keinginannya


"ya sudah ayo ibu juragan, Monggo..." kata pria itu mempersilahkan istrinya masuk kedalam mobil.


Kini dia segera mengemudikan mobilnya menuju ke rumah mertuanya dan ternyata di sana sudah ada rojak dan istrinya Azizah.


Keduanya tampak membawa sesuatu, "wah ada tamu rupanya, ayo masuk dulu," kata pak Dikin mempersilahkan.


Mereka masuk, dan Wulan segera ke kamar dan beristirahat begitupun Ryan.

__ADS_1


Sedang juragan Baron duduk di ruang tamu bersama pak Dikin, sedang Azizah di belakang rumah bersama Bu pawoh karena dia ingin meminta bantuan untuk membuat jamu.


__ADS_2