
"ada apa Rojak, sepertinya ada yang penting," tanya pak Dikin yang masih tampak sangat terhormat di mata mantan anak buahnya itu
Bahkan sekarang juragan Baron seperti punya anak buah kepercayaan batu karena suami ibu mertuanya itu sangat membantunya.
"saya ingin minta saran, karena aku masih di diamkan Azizah, dan lagi tolong lah juragan Baron jangan suruh aku terus ke luar kota," mohon Rojak.
"apa, baru dua kali, kamu sudah protes tapi tenang saja karena sudah ada yang bersedia melakukan pekerjaan itu, ya karena gajinya memang berbeda, sebab harus berada lebih lama di jalan," kata juragan baron santai.
"Alhamdulillah, oh ya juragan apa anda tak takut aku menghianati ku?" tanya pria itu.
"jika kamu berkhianat, bukan hanya kamu yang habis tapi juga orang yang merekomendasikan dirimu, yaitu ayah mertua ku," kata juragan Baron melihat pak Dikin yang mengangguk.
"ini benar," jawab pak Dikin.
"tenang juragan aku hanya sekedar bertanya itu saja," jawab Rojak yang tau jika dia bisa benar-benar habis.
di sisi lain Azizah juga sedang curhat dengan Bu pawoh, ya dia mengakui jika dia masih sangat menginginkan sentuhan laki-laki.
"kalau begitu kenapa kalian tak berhubungan saja, toh kalian juga suami istri, apa salahnya," kata Bu pawoh.
"tapi aku masih membayangkan hari buruk itu Bu," kata Azizah.
"itu terjadi dengan penjahat, tapi ini suamimu,kamu bisa melihat wajahnya, jangan tutup mata mu saat melakukan hubungan, tetap sadar dan lihat suamimu, dan kamu tadi minta resep jamu apa, aku lupa," kata Bu pawoh.
"sari rapet Bu, aku dengar mbak Ajeng juga bisa seperti sekarang ini, berkat jamu dari ibu," kata Azizah malu-malu.
__ADS_1
"haduh kalau itu ibu kasih,tapi jika kamu ingin punya anak sebaiknya jangan minum karena itu bisa membuat rahim kurang sehat," kata Bu pawoh.
"urusan anak dan rezeki itu urusan Allah Bu, jadi aku tak terlalu memikirkan itu," jawab Azizah.
setelah berbincang, Rojak pun mengajak istrinya itu pulang, dia juga sudah mengajukan surat peresmian pernikahannya yang secara siri itu agar bisa di sah kan secara hukum.
saat di atas motor, tanpa sadar Azizah memeluk pinggang dari suaminya.
Rojak yang mengendarai motor pun kaget, karena selama beberapa hari ini dia dan Azizah bahkan seperti orang asing
Saat di kamar saja mereka tidur terpisah, mereka tidur di ranjang dan di Kasur lantai.
tentu perkembangan yang di lakukan antara hubungannya dan istrinya ini termasuk sangat baik, terlebih sepertinya wanita itu sudah bisa melupakan apa yang telah dia lakukan
"kita beli mie ayam di tempat langganan ku ya," kata Azizah yang memindahkan tangannya ke bahu suaminya.
Sedang di rumah pengantin baru itu, Ajeng sedang memberikan servis terbaik pada suaminya.
mas Andi tak menyangka jika istrinya itu begitu pintar di atas ranjang.
"sayang..."
Tapi Ajeng yang tak bisa tahan dengan dirinya, "kenapa sayang, kenapa kamu sudah lemas?"
Ajeng mengeleng, dan membuat mas Andi tertawa, dan pria itu mengakui jika dia tak kecewa karena menikahi wanita seperti Ajeng.
__ADS_1
Di sore hari,Wulan tampak duduk di kebun belakang rumah, dan memandangi jantung pisang yang ada di atas pohon.
"sayang kamu sedang apa, aku mencari mu, tapi kenapa kamu malah ada di sini?" tanya juragan Baron.
"ah aku tiba-tiba ingin makan jantung pisang di sayur lodeh enak sepertinya," kata Wulan yang melihat suaminya itu.
"aku akan melakukan apapun keinginan mu sayang," kata juragan Baron pada istrinya itu.
Bahkan pria itu mencium tangan istrinya sebelum berangkat mengambil jantung pisang itu
Dan hal itu membuat Wulan tersenyum karena suaminya seperti akan pergi berperang.
Dia berjalan mendekati suaminya yang berhasil memetik jantuk pisang itu, dan memeluk pria itu erat.
"sayang nanti ada yang lihat," kata juragan Baron.
"aku tak peduli, aku memeluk suamiku sendiri, dan lagi memang kenapa sih kalau ada yang lihat, tak salah juga kan?" tanya Wulan yang mengeratkan pelukannya.
"masalahnya si Jamal yang gak bisa di ajak kompromi, dan dokter pesan kita tidak boleh terlalu sering melakukannya, terlebih kamu masih trimester pertama, nanti kalau sudah trimester kedua kita bisa melakukannya sering ya berarti," kata juragan Baron.
"ya tidak begitu konsepnya mas, kamu ini lucu," kata Wulan tertawa.
"bukan sering, tapi boleh dan saat trimester ketiga di suruh sering karena biar bisa buat jalan katanya," tambah Wulan yang masuk duluan kedalam rumah.
Setelah itu mereka masuk dan juragan Baron mulai memasak untuk istrinya nanti.
__ADS_1