Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
pekerjaan tak biasa


__ADS_3

Ajeng sampai di warung dan menikmati hamu yang tadi dia buat, dan dia sekarang mengerti jika tak ingin hamil dia tinggal menambahkan buah pinang muda dua biji dari resep yang harusnya satu biji.


"kamu dari mana kok dari pagi sudah hilang," tanya Mak tun pada putrinya itu.


"dari mana pun itu urusan ku Bu, yang penting Ajeng tetap pulang bukan," kata Ajeng yang melihat dada Mak tun ada bekas merah.


Dia pun sekarang tau jika ibunya ini mulai bersinggungan lagi dengan lelaki setelah pak Dikin ini menikah dengan ibu sepupunya.


Warung siang itu cukup ramai,bahkan beberapa orang baru tampak datang juga.


"jadi pembangunan jalan harus selesai dalam hitungan Minggu, karena tak ada yang boleh ada masalah, sebab proyek pembangunan jalan ini cukup banyak," kata salah satu pria yang terlihat berpaku cukup rapi.


Ajeng mengantarkan kopi dan juga pesanan nasi lodeh secara bergantian.


"Monggo mas,", kata Ajeng dengan sopan.


"terima kasih," jawab pria itu sekilas.


Ternyata Farid dan pak lurah ikut datang ke warung untuk membicarakan proyek besar itu.


Farid tampak acuh dengan Ajeng, dan Ajeng sendiri tak peduli dengan pria itu, toh tak berguna juga menangisinya.


"pak lurah Monggo kalau mau pesan," kata pemborong itu.


"iya mas Andi, oh ya ternyata gorong-gorong juga harus di perluas,tapi nunggu izin dulu, nanti bisa di hendel ya," kata pak lurah.


"bisa pak, seperti dengan siapa saja," kata pemborong Andi.


Ajeng menyuguhkan kopi susu pada psk lurah dan Farid, setelah para pria itu cukup lama jagongan.


Akhirnya Farid yang bangkit untuk membayar semuanya, atas perintah pak Lurah.


"Mak tun jadi semuanya berapa?" tanya Farid.


"Nasi lodeh telur enam, kopi hitam lima kopi susu nya lima, jadi semuanya tujuh puluh satu, tambah kerupuk atau tidak?" Tanya Mak tun.


"tambah gorengan enam dan kerupuk yang seribuan lima tadi," jawab pak Lurah.


"jadi delapan puluh dua mas," jawab Mak tun.


"baiklah Mak ini uangnya," jawab Farid yang menyerahkan uang seratus ribu dan Mak tun memberikan kembalian.


Tampak Ajeng tak peduli lagi dengan dirinya, terbukti wanita itu tampak tak mau melihat atau bicara.

__ADS_1


dia seperti menyibukkan diri dan menghindari Farid, itu bagus karena dia tak mau juga berhubungan dengan Ajeng yang menjadi selingkuhan juragan Sukoco yang tua Bangka itu.


"terima kasih mas," kata Mak tun ramah.


akhirnya semua pelanggan pergi dan warung pun sepi, setelah mencuci piring, Ajeng memilih duduk sambil merokok.


Ya dia tau jika kehidupannya tak akan semulus Wulan sepupunya, di tambah dia sudah tak asing dengan dunia yang tengah dia tekuni ini.


sedang Mak tun sibuk membuat sayur lodeh lagi, karena yang tadi sudah habis.


sedang di gudang milik juragan Baron, ternyata ada armada truk batu yang datang.


Wulan tak menyangka jika suaminya itu kini membeli mobil baru untuk kemudahan pekerjaan


tapi kenapa truk itu atas namanya, tapi dia tak bisa mengatakan apapun karena itu ulah suaminya.


"mas memang gak papa mengunakan uang tabungan untuk beli truk seperti ini?" tanya wulan yang merasa jika uang milik suaminya akan berkurang cukup banyak.


"tenang sayang, ini bukan uang yang kamu pegang, ini memang uang khusus hasil usaha dari gudang dan sawah," kata pria itu.


"sebenarnya seberapa kaya dirimu mas," kata wulan yang membuat juragan Baron tersenyum ramah.


"tak terhitung jumlahnya, terlebih saat kamu dan Ryan bersama ku, itu semuanya bahkan tak bisa ternilai,"


Dua truk itu sudah di siram air bunga, dan besok akan di gunakan untuk mengangkut tebu


karena di tempat mereka mulai musim giling tebu, jadi itu yang membuat juragan Baron memilih membeli truk Baru agar pekerjaan tidak saling terganggu.


Saat di ruang suaminya di lantai dua gudang itu, Wulan juga sempat minum jamu dan membantu mengerjakan pembukuan.


Dia juga sudah mendapatkan laporan tentang toko Frozen miliknya, yang Alhamdulillah berjalan baik dengan omset yang cukup bagus.


pukul empat sore, semuanya bersiap pulang, saat seseorang berdiri di depan gudang.


seorang wanita yang datang dengan membawa seorang anak kecil mengejutkan semua orang.


Juragan Baron dan euldn yang pulang dengan mengunakan motor pun heran melihat wanita itu.


"siapa ya mas," kata Wulan yang masih duduk di jok motornya.


Tapi tiba-tiba perempuan itu menghampiri pak Sardi,"mana juragan Baron, dia harus bertanggung jawab, dia sudah menghamili aku dan meninggalkan diriku begitu saja, tolong katakan di mana Dia?" tanya wanita itu dengan marah.


semua bingung, pasalnya juragan Baron ini berada tepat di sebelah pak Sardi.

__ADS_1


"memang dia kenapa mbak, kok anda mencarinya?" tanya juragan Baron yang bertanya.


"dia sudah membuat ku seperti ini, setelah menikahiku, dia pergi pamit bekerja tapi dia ak pernah kembali, aku kira dia sibuk, ternyata dia menikah lagi dengan wanita lain," kata wanita itu yang bahkan tak mengenali juragan Baron.


"wah pria brengsek itu," kata Wulan yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari suaminya.


"boleh tau fotonya,mungkin anda salah oang nih, kan Baron di desa ini ada tiga orang," kea Wawan yang memang tau para pria itu.


Wanita itu menunjukkan ponselnya, dan Wawan tertawa saat melihat pria di foto itu.


"ini mah si Kojek, asal mbak tau dia memang bernama Baron Yulianto, tapi kalau di sini di panggil Kojek, tapi kenapa mbak tak langsung ke rumahnya saja," kata Wawan.


"saya tidak tau,"


"lah kok bisa, memang mbaknya ini menikah secara apa, sampai rumah suaminya sendiri tak tahu," heran pak Sardi.


"kami menikah secara agama, setelah putri saya lahir di pamit kerja di desanya, setelah itu tak pernah terdengar lagi kabar beritanya," jawab wanita itu.


"ya aku pernah dengar Dia pernah bekerja di luar kota,tapi mbak jadi wanita juga jangan terlalu murah, ya sudah pergi ke rumahnya yang ada pagar bambu itu dengan pohon mangga di depannya,semoga dia di rumah ya," kata Wawan.


"baiklah terima kasih dan maaf ya," kata wanita itu yang pergi untuk menemui kekasihnya itu.


Sedangkan juragan baron tak menyangka banyak yang mengunakan namanya untuk berkenalan dengan para wanita.


Tapi untungnya semua anak buahnya ini terbiasa jadi mereka tak ada tunjuk dan selalu bertanya foto atau bukti sosok juragan Baron dulu.


Saat pulang ke rumah, lagi-lagi hujan lebat, dan tentu saja keduanya memilih berkeliling sambil naik motor.


setelah sampai di rumah mereka pun melakukan hubungan suami istri, terlebih rumah sudah kosong.


sebab juragan Baron meminta pembantu yang membersihkan rumah pulang setelah mereka berdua pulang.


Wulan tak berdaya di bawah kenikmatan yang di berikan suaminya.


sedang bagi juragan Baron, istrinya saat ini seperti kembali rapet lagi entahlah bagaimana sosok istrinya ini menjaga tubuh


Sehingga dia tak bisa tahan melawan godaan yang di pamerkan oleh istrinya setiap hari.


Sedang di warung Mak tun, wanita itu sudah hilang kemana, dan lagi-lagi Ajeng yang jaga sendirian.


Tanpa di duga beberapa pria datang ke warung untuk berteduh dan menikmati kopi hangat.


"mbak kopi hitam satu ya," kata pemborong Andi.

__ADS_1


"Ita mas, tunggu sebentar ya," kata Ajeng yang langsung membuatkan pesanan pria itu.


__ADS_2