Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
semua terjadi karena mabuk


__ADS_3

Tak terasa sudah sebulan Wati bekerja di rumah Andika, dia pun merasa nyaman begitu pun dengan Aina.


bocah itu malah sekarang lebih sering bersama dirinya di bandingkan ayahnya.


Sedang Andika sendiri kini fokus dengan semua pekerjaan yang semakin banyak, dan bengkelnya juga semakin besar.


Wati sudah mengirimkan uang pada neneknya untuk biaya hidup adik-adiknya.


karena gaji yang di berikan oleh Andika cukup banyak yaitu tiga juta rupiah, karena wanita itu bekerja dengan sangat baik.


Ya itu yang membuatnya betah bekerja di sini. Seperti malam sebelum-sebelumnya dia juga sering menginap di rumah pria itu menemani Aina.


Karena malam ini bos-nya itu tak pulang lagi, padahal tadi sebelum pergi Wati sudah bilang jika Andika harus pulang cepat.


"huh dasar pria ini," gumamnya yang sudah menidurkan Aina.


Sedang di sebuah tempat pesta, pak Dikin , juragan Baron dan seluruh pegawainya sudah minum minuman keras.


Ya karena ini adalah rumah salah seorang pria yang menjadi rekan mereka, bahkan Andika yang datang setelah juragan Baron sudah sangat mabuk karena di cekoki dari tadi.


"ah bisa di hajar sama istriku jika pulang seperti ini," kata juragan baron yang cukup mabuk.


Dia pun mengambil nasi dan mulai makan, itu adalah caranya untuk membuatnya sadar kembali.


Pak Dikin yang mengikuti cara menantunya malah muntah dan pingsan karena tak bisa makan setelah minum


Ingin sekali juragan Baron tertawa, karena tak banyak orang bisa seperti dirinya, dan setelah sadar dan pulih, dia pun pamit pulang mengajak mertuanya yang sudah teler.


kemarin baru juga putri-putrinya itu selain, dia tak mau jika maldm ini puasa lagi setelah sebulan karena habis operasi sesar.


sedang Andika yang juga teler pun di ajak Seno pulang, tapi sebelum naik motor, pria itu di minta minum susu setidaknya agar sedikit sadar


Ya a dimana malah muntah sejadi-jadinya dan setelah itu baru Seno membelikan es krim sebelum sampai rumah.


"sudah sadar bos," tanya pria itu pada Andika.


"iya maaf aku tak sadarkan diri tadi, habis mereka semua mencampur begitu banyak minuman, gila apa tak rusak tuh organ dalam Cok," narah Andika yang tak bisa menolak saat di suruh minum.

__ADS_1


"sudahlah lain kali paling aman kalau ngajak Aina kan tak mungkin mereka menargetkan kita, sudah sekarang ayo pulang, pasti aina sudah merindukan papanya,"


"kamu bilang apa, Aina merindukan ku, tidak mungkin karena dia sudah punya perawat kesayangannya," kata Andika yang sebenarnya tak sadar-sadar amat.


Sesampainya di rumah, Wati keluar dan membantu pria itu, Seno sudah menyuruh Wati pergi agar dia yang membantu Andika melepas bajunya.


Setelah sebo pergi, Wati keluar dari kamar Aina, dan dia ingin mengambil air minum.


Tiba-tiba dari belakang seseorang memeluknya erat, dan mulai menyentuh tubuhnya.


"pak jangan pak, apa yang anda lakukan pak," panik Wati yang merasakan tangan Andika sudah berada di area terlarang miliknya.


"sayang aku merindukan ku, aku membutuhkan mu," kata pria itu yang membuat Wati ketakutan karena tercium bau alkohol yang begitu menyengat.


wati mendorong Andika hingga terjatuh dan berusaha lari dari pria itu, tapi sayang usahanya gagal karena pria itu berhasil bangkit dan menamparnya.


kemudian Wati di seret ke kamar, dia langsung di cumbu oleh Andika tanpa ampun.


bahkan malam kelam pun terjadi di antara mereka, Wati tak menyangka akan di perlakukan seperti ini oleh pria yang selama ini begitu baik padanya.


Begitupun di rumah juragan baron, setelah mandi, pria itu masuk kedalam kamar miliknya badan melihat istrinya sedang istirahat.


Wulan merasa tidak nyaman, tapi pria itu tak bisa berhenti, hingga akhirnya dia menampar pipi juragan Baron dengan keras.


"apa sih sayang, kamu tak mau melayani suamimu," marah pria itu.


"kamu gila mas, aku haru saja operasi sesar dan kamu begitu kasar, pelan-pelan dan rasanya sakit,"


"ah maaf... Aku sedikit mabuk," kata juragan Baron yang malah langsung dapat dorongan hingga terpental.


Dia tak mengira jika kekuatan istrinya bisa membuatnya terjatuh dari tempat tidur.


"sayang..."


"tidur di luar, bisa-bisanya mas pulang dengan mabuk, pergi sana!" usir wulan.


Setelah memutuskan mengusir suaminya, tanpa terduga juragan batin malah menangkapnya dan langsung menikmati waktu mereka bersama.

__ADS_1


Dan Wulan pun pasrah dengan apa yang di lakukan suaminya, dan membuatnya lelah.


Esok paginya, Andika terbangun dan kaget melihat kamarnya berantakan, tiba-tiba dia mengingat kejadian semalam.


dia membuka melihat sprei miliknya dan terkejut melihat ada bercak darah di sprei itu.


"ah manusia biadab goblok, bisa-bisanya kamu melakukan hal itu pada gadis yang sudah menjaga putrimu," kata Andika yang bergegas mandi dan keluar kamar.


Dia melihat jika Wati masih bersama putrinya, dan terlihat biasa saja, dia merasa tak enak karena hal yang terjadi semalam.


"Wati maafkan aku yang semsldm mabuk, aku seharusnya tidak membuat ku jadi seperti ini, aku mohon jika bisa kamu bisa minta apapun sebagai kompensasinya," kata Andika sedih tak tau harus bagaimana lagi.


"tolong berikan aku uang untuk merenovasi rumah itu cukup pak, karena aku baru dapat kabar jika rumah nenek ambruk," kata Wati yang menghapus air matanya.


Andika pun melihat begitu banyak bekas merah di leher gadis itu, dia pun ingin betapa kasarnya semalam saat itu terjadi.


Akhirnya dia mengirimkan uang tujuh ratus lima puluh juta, "aku hanya ada segitu sekarang, jika kurang kamu bisa minta lagi," kata Andika yang tau jika itu mungkin tak akan menghapus kesalahannya.


"tidak pak ini sudah cukup," kata Wati.


Akhirnya Wati mengirimkan uang sebanyak lima puluh juta, itu langsung di antar atas perintah Andika.


Sedang Wati tetap fokus bekerja menjaga Aina, dan menjalankan tugasnya sebagai mana biasanya.


Dan tentu saja Andika juga fokus bekerja di tambah pesanan mesin makin banyak, dan juga ada beberapa pesanan luar kota juga.


Aina sudah tidur siang, saat tak sengaja tangan dari Andika terkena mesin.


Darahnya cukup banyak keluar hingga akhirnya di bawa ke rumah sakit hingga mendapatkan empat belas jahitan.


Setelah itu, pria itu di izinkan pulang tapi tak bisa melakukan apapun sendiri.


tapi untungnya yang terkena mesin itu adalah tangan kirinya, saat pulang ke rumah Wati tampak begitu khawatir.


"ya Allah pak,"


"tidak apa-apa, paling sebulan juga sembuh, Adi mana obat merah cina yang aku beli tadi?" tanya pria itu.

__ADS_1


Melihat Andika yang ingin memakai obat itu sendiri, Wati pun membantunya dengan Adi memegangi pria itu karena rasanya sangat perih dan sakit.


Bahkan Andika saja sampai gemetar juga merasakan cairan itu menyentuh lukanya.


__ADS_2