Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
sedikit aneh ya


__ADS_3

sedang saat di perjalanan menuju ke desa, Ryan dan Kevin memilih pulang lewat jalan biasa bukan jalan tol.


Ya karena Ryan ingin membeli beberapa masakan yang ada di daerah Mojokerto.


Saat sampai di rumah makan yang memang di incar, keduanya turun dengan gaya yang bisa di bilang sangat maskulin.


bagaimana tidak, meski hanya memakai kaos oblong dan celana jeans panjang, tidak bisa menutupi ketampanan mereka.


"Bu sate kambing dua porsi dan teh panas dua ya, oh ya yang di bungkus minta masing-masing lima puluh tusuk tiga ya," pesan Ryan yang langsung duduk di tempat yang sudah di pilih Kevin.


itu adalah warung ydng sangat ramai dan terkenal di kota itu, bahkan kedatangan dua pria itu sempat membuat heboh karena beberapa pengunjung wanita terus melirik keduanya.


Saat membuka ponselnya, Kevin kaget melihat sebuah video kiriman dari istrinya.


"sepertinya kamu harus melihat ini," kata Kevin memberikan ponselnya pada Ryan.


Pria itu yang sedang mengunyah kerupuk rambak pun tersedak karena melihat istrinya yang sedang tersenyum sambil memamerkan mangga muda.


"ya gadis ini memang ya, padahal aku sudah memintanya untuk tidak terlalu banyak makan mangga muda," kata Ryan yang menghabiskan satu air putih gelasan yang ada di meja.


"ya mereka hanya gadis biasa bung, kita saja yang menjadi suami harus tau seluk beluk istri kita, terutama dirimu," kata Kevin yang tak ingin ambil pusing.


"ya aku tau, tapi sepertinya apa yang sedang kalian lakukan saat ini, sepertinya membawakan hasil yang baik ya?" tanya Ryan pada temannya itu.


"ya kdmu benar, aku juga bersyukur karena hal itu, aku telah melakukan pengobatan dan dokter mengatakan jika kondisi dari istriku juga tak seburuk itu, dia hanya tinggal minum vitamin agar hormon di tubuhnya seimbang, itu cukup,"


"ya tak hanya itu, seharusnya kamu juga harus mulai hidup sehat, aku dan istriku saja, menyempatkan seldlu olahraga bersama, jika tidak bisa pagi, kami akan melakukannya malam hari. dan itu sangat membantu dalam menjaga kondisi tubuh kami," jawab Ryan yang memang mengatakan hal yang sesungguhnya.

__ADS_1


"ya terserah saja, tapi itu bisa di coba," kata Kevin tertawa.


di lain tempat, ketiga sahabat itu akan pergi,saat seorang gadis masuk kedalam kafe dengan pakaian seksi dan merokok.


"Shasha!" panggil Laila yang membuat gadis itu menoleh.


melihat kedua orang sahabatnya itu, Shasha kaget bukan main, terlebih dia sedang bersama dengan pelanggannya.


"kamu mengenal mereka?" tanya seorang pria yang merangkul pinggang gadis itu.


"mereka hanya teman SMA ku," jawab Shasha.


"benarkah?" tanya pria itu dengan senyum yang sulit di artikan.


Pasalnya pria itu melihat dua gadis muda yang cantik, bahkan meski memakai baju yang sangat tertutup tak bisa menyembunyikan bunga segar itu.


"tak masalah, kalian bisa mengobrol,aku tak keberatan, toh aku juga ingin tau bagaimana para wanita berteman,"kata pria itu mengusap bibir nya.


"bolehkah, terima kasih," kata Laila yang terlihat senang, tapi tidak dengan Aina dan Benny.


Keduanya merasa sangat tak suka dengan tatapan dari pria itu, terlebih saat dia tersenyum ke arah Aina.


Shasha merasa ini akan jadi masalah, terlebih dua sahabatnya itu sudah menikah,dan lagi kenapa Laila tak bisa peka.


"kalian kuliah di tempat yang sama," kata Shasha yang mengikat rambut panjangnya.


dan itu memamerkan beberapa tanpa merah di lehernya, Laila sedikit terkejut begitupun dengan Aina serta Benny.

__ADS_1


"kalian sudah menikah?" tanya Laila yang membuat Shasha dan pria yang seumuran dengan juragan Baron itu menoleh


"apa semua hubungan harus menikah, tidak bisakah hanya hubungan yang menyenangkan," tanya pria itu tersenyum.


"apa hubungan menyenangkan saja?" kata Aina yang tau maksud dari ucapan pria itu.


Benny pun tampak tak suka, "aku tak mengira jika kamu akan jadi serusak ini?" kata Benny yang membuat Shasha menunduk.


"tidak atau tidak ini tubuh ku,dan lagi aku itu sudah punya hal yang bisa aku banggakan,jadi mempunyai hubungan seperti ini itu menyenangkan, benar kan om?"kata Shasha merangkul lengan pria itu.


"tentu saja, dan kalian tak ingin memesan makan,anggap saja ini sebagai salam perkenalan dari ku dan Shasha," kata pria itu.


"sebelum itu, anda belum mengenal anda, kalau boleh tau siapa anda?" tanya Benny.


"aku adalah bos Broto Kusuma jaya, pernah mengenal nama itu?" tanya pria itu.


Benny langsung diam, dia bahkan sepertinya terkejut bukan main.


Bagaimana tidak, pria yang memiliki nama itu bukan pria biasa, Benny meski tidak tau dunia hitam tapi dia tau siapa dia.


"Benny kamu kenapa?" tanya Aina melihat wajah panik pemuda itu.


"ah tidak ada, apa itu Nana anda?"


"iya, kamu benar," jawab pria itu tersenyum.


Tiba-tiba ponsel dari Aina berbunyi, ternyata itu panggilan dari juragan Baron.

__ADS_1


__ADS_2