Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
kenapa dan apa


__ADS_3

Bu pawoh yang melihat video yang di kirimkan oleh Dewi pun tak langsung menelannya mentah-mentah.


karena dia tak mau menganggu dan membuat ricuh untuk rumah tangga putrinya itu.


Tak butuh waktu lama, saat tiba-tiba Wulan duduk di samping ibunya yang sedang santai di teras, "ada di Bu, kenapa muka ibu sepertinya panik begitu, apa aku melakukan kesalahan?" tanya Wulan heran melihat ibunya


"tidak kok nduk, ibu cuma merasa sedikit kurang enak badan,kamu sendiri kok tumben sore-sore begini pakai baju seperti itu, memang masih mau di sini? tak mau pulang ke rumahnya sendiri?" tanya Bu pawoh yang mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.


"tentu saja tidak begitu bu, aku hanya ingin pakai baju ini saja karena jika pakai baju ydng tertutup banget gerah," jawab Wulan.


"baiklah, tapi apa ada masalah saat pembagian gaji tadi,aku mendengar kamu menegur salah satu pegawai mu?"


"ah itu, iya Bu aku menegurnya karena dia melakukan kesalahan dan dia tanpa malu membuat mas Baron memihskny, untung Dewi begitu cekatan jadi aku memastikan jika dia tak melakukan hal itu lagi," terang wuldn.


Tapi Bu pawoh ini melihat bibit wanita penganggu pada gadis itu, bagaimana tidak, menantunya yang biasanya sangat dingin pada Wanita, kini malah terlihat begitu damai dan dekat dengan gadis tadi.


Di sisi lain dia tak mau jika keluarga putrinya itu bermasalah karena dia tau tak baik jika mereka melakukan hal yang cukup mencolok.


"tapi kenapa ibu bertanya seperti itu?" tanya wulan penasaran


"ya tanya saja tak boleh ya," kata wanita itu tersenyum


Sedang di tempat lain, ada juragan baron yang masih berbincang dengan Wanda, wanita itu masih memohon akan sesuatu.


"juragan jangan membuat berita yang tidak-tidak, aku mengingatkan saja," kata Wawan.


mendengar itu juragan Baron menoleh dan melihat pria itu, "memang apa yang salah, istriku tak mungkin akan mendengarkan gosip murahan,"


", benarkah juragan, jangan lupa jika istri anda ini sedang hamil," kata Dewi yang lewat begitu saja.


juragan Baron pun langsung pergi meninggalkan Winda, dia tak menyangka jika Dewi akan mengatakan itu.


padahal dia hampir berhasil membujuk pria itu untuk fokus pada dirinya, karena sekarang dia adalah gadis yang cantik.


Winda pun pulang karena tak ingin membuat kabar yang tak gebar, seperti kabar tentang dirinya yang berselingkuh mungkin.


Saat sampai di rumah mertuanya, terlihat pak Dikin dan Bu pawoh sedang duduk santai di teras rumah.


sedang Bu pawoh pun langsung bangun dan masuk kedalam rumah saat juragan Baron datang


pak Dikin yang melihat pria itu datang pun menghentikan pria itu sast ingin masuk kedalam rumah.

__ADS_1


"tunggu dulu, aku ingin bicara dengan mu," kata pak Dikin.


"Iya pak ada apa?" tanya juragan Baron yang kini menganggap pria itu sudah seperti bapaknya sendiri.


"aku mendapat sebuah kabar, aku tidak menuduh mu, tapi aku hanya bertanya kepada dirimu, apa kamu mulai menduakan istri mu?" tanya pak Dikin tegas.


"apa yang anda katakan, dan kenapa bertanya seperti itu," kata juragan Baron yang kaget mendengarnya.


"tidak jawab saja, aku hanya bertanya, karena aku mendapatkan video tentang bagaimana dirimu tang dekat dengan seseorang, ya meski itu tidak bisa di gunakan untuk bukti, tapi aku hanya ingin memastikan saja,"


"apa sih pak, kenapa anda berputar-putar seperti ini, tapi aku bisa pastikan jika aku sangat mencintai istriku, jadi tdk mungkin aku mendua," kata pria itu tegas dan langsung masuk.


Tapi pak Dikin hanya diam saja, karena dia juga tak bisa membuat pria itu mengaku.


Bu pawoh hanya mengangguk, setidaknya itu sudah memastikan jika menantunya itu mengatakan hal yang menurutnya benar.


Tapi tidak dengan juragan Baron yang merasa di curigai kini, kenapa tiba-tiba pak Dikin bertanya seperti itu padanya.


"mas, kamu susah pulang?" tanya Wulan yang melihat suaminya itu masuk kedalam rumah.


"iya sayang, kamu sedang apa?"


"sedang santai saja, sambil mengecek beberapa laporan dari Dewi, kenapa wajah mas tampak tegang begitu?" tanya Wulan penasaran.


"iya mas, biar aku minta Ryan menyiapkan barang-barang miliknya ya," kata Wulan yang bangun dari ranjang dan menghampiri kamar putranya.


Juragan baron yang mandi pun terpikirkan mungkin salah satu anak buah istrinya itu mulai menyebar gosip tentang apa yang terjadi tadi.


tapi itu tak seperti yang terjadi, karena dia itu benar-benar tak punya maksud apapun,hanya karena murni kasihan.


Sedang di sisi lain, Winda sampai di rumah dengan kesal, pasalnya gajinya di piring lima ratus ribu.


Dan tadi saat dia ingin pinjam uang pada juragan Baron juga gagal karena beberapa orang tiba-tiba mengatakan hal aneh.


"mana uang untuk beli obat bapak mu nduk, tolong berikan ibu sekarang kondisi bapak mu semakin menurun," kata ibu dari Winda.


"duit duit duit Mulu, apa di otak ibu itu cuma isinya duit saja, aku tak punya uang karena harus mengganti barang yang tak sengaja aku hancurkan saat bekerja," jawab gadis itu.


"apa nduk, bagaimana kamu bisa seceroboh ini, terus bagaimana dengan bapak mu,"


"racun saja sekalian agar tak menyusahkan, ibu kira aku ini apa ATM kalian, sudahlah aku pusing!!" marah Winda yang masuk kedalam kamar dengan membanting pintu keras.

__ADS_1


ibu gadis itu hanya bisa terdiam menyaksikan tingkah putrinya itu, dia tak bisa melakukan apapun sekarang.


Dan dia hanya bisa memberikan jamu tradisional untuk suaminya dan berdoa agar bisa sembuh segera.


Winda merasa sesak saat ini, dia tak bisa lagi jika harus terus bertahan di dalam rumah yang menyebalkan ini.


Ingin sekali dia menikah dengan orang kata seperti juragan Baron dan hidup nyaman di rumah besar.


Tapi pria itu sangat sulit untuk di goda, terlebih selalu saja ada orang yang menganggunya.


"aku harus membuat pria itu bertekuk lutut padaku, tapi bagaimana caranya," gumam Winda yang benar-benar tak punya cara lagi untuk menggoda pria itu.


Tapi dia ingat dengan dukun yang selama ini di mintai tolong oleh para warga di desa.


"ah iya, bagaimana bila aku pergi ke tempat Mbah sus saja, setidaknya dia bisa membuat juragan Baron menyukai ku dalam tiga puluh hari, ya itu cukup untuk membuat ku bisa hamil anaknya dan menjadi istri keduanya," kata Winda yang punya ide itu.


Akhirnya dia pun bergegas pergi, dan tak memperdulikan orang tuanya.


tapi saat dia sampai di rumah Mbah dukun yang dia maksud, sayang seribu sayang dia tak menemukan orang itu karena dia sedang pergi.


Sepertinya alam tak merestuinya, tapi dia tak mau menyerah, dia punya ide lain untuk membuat pria itu bisa melihatnya.


Dia segera pergi ke rumah juragan Baron, dan saat sampai terlihat rumah mewah besar yang begitu terang di banding rumah yang lain pun menjadi perhatian.


"aku harus jadi nyonya rumah itu," gumamnya dengan yakin.


Dia pun memencet bel rumah, tak lama pria itu keluar dari dalam rumah


Tentu saja dia menyuruh salah satu pegawainya membukakan gerbang, Winda langsung lari dan berlutut di depan kaki pria itu


melihat hal itu, juragan batin kaget dan mundur beberapa langkah, "ada apa? kenapa kamu seperti ini?"


"juragan tolong bapak saya, dia sedang sekarat dan kami butuh uang untuk membawanya berobat," tangis Winda.


"gun, pergi ke rumahnya dan antar ayahnya berobat," kata juragan Baron.


"tidak juragan, ayah saya tak mungkin mau jika bukan juragan Baron," mohon Winda.


"memang kamu kira suamiku ini petugas sosial yang harus mengurus ayah ku, dan sejak kapan kamu peduli dengan orang tua mu, karena Dewi sudah membawa ayah mu ke rumah sakit, saat anaknya mencoba untuk menganggu suami bos-nya," kata Wulan yang menunjukkan video yang di rekam Dewi.


Juragan Baron tak mengerti dengan ucapan istrinya, sedang Winda tak tau jika Dewi begitu menyebalkan.

__ADS_1


"apa yang Bu bos katakan," tangis Winda.


"dek sebenarnya kenapa?" tanya juragan Baron bingung.


__ADS_2