
Juragan Baron sudah menjemput dua putra temannya itu, "kalian sudah siap pindah sekolah, tak jauh kok," kata juragan Baron.
"sudah juragan, pindah ke SDN lima kan?" tanya salah satu orang tua dari teman putranya.
"iya pak, tenang saya tau SD itu tak sebaik sekolah awal putra kita, tapi setidaknya mereka tak melakukan hal buruk," kata juragan Baron yang sangat kesal saat ingat bagaimana mereka melakukan diskriminasi terhadap muridnya.
"iya juragan," jawab pria itu.
akhirnya mobil sampai di sekolah yang di maksud dan terlihat kepala sekolah langsung yang menyapa mereka semua.
juragan Baron langsung mengatakan apa tujuan mereka dan kepala sekolah dengan senang hati menerimanya.
karena dia tau jika pria yang di depannya ini bukan orang sembarangan, bahkan dia mengenal pria itu lebih jauh dari siapapun.
Setelah masuk kedalam kelas, terlihat Ryan, Ivan dan Tyo tampak langsung berbaur dengan baik.
Setelah menyelesaikan administrasi sekolah, ketiga wali murid itu pun pulang karena mereka harus kembali bekerja.
Sedang di rumah, Wulan baru selesai membuat sedikit makanan di bantu Mak Yem, dan meminta tolong pada Azizah untuk membawanya ke sekolah
di sisi lain, gitu di sekolah lama tempat Ryan sempat di perlakukan tak baik pun bingung, pasalnya mereka harus mencari bus mana lagi.
Karena hampir semua PO tak ada yang bisa mengantar mereka untuk liburan wisata.
Kepala sekolah sudah tau jika ini terjadi karena mereka telah menganggu orang yang salah.
"pak kepsek saya belum bisa menemukan PO yang bisa," lapor wali kelas itu.
"sudah ku katakan kamu yang tak mau dengar, juragan Baron Baron bisa melakukan apapun, sekarang kamu sadar, sekarang kamu membuat reputasi sekolah tercoreng kalau sampai acara ini gagal," marah pria itu.
"maafkan saya pak, tapi saya punya satu kenalan,meski mahal tapi bus itu bisa membawa kita ke tempat tujuan," kata guru itu.
"terserah dirimu mau bagaimana, karena kamu yang membuat masalah, sekarang urus ini semua," marah kepala sekolah.
Pasalnya semua kelas tak bermasalah karena mereka mengunakan bisa kini, sedang untuk kelas itu terjadi masalah karena bertukar bus menjadi besar.
Saat istirahat kedua di sekolah, para siswa kelas Ryan pun merasa sangat senang karena mendapatkan makan siang.
__ADS_1
"kaku ulang tahunnya Ryan, terima kasih..." kata ketua kelas
"ah ini cuma ucapan perkenalan dari mama ku," kata Ryan malu.
"wah mama Ryan baik banget, kita dapat nasi yang seperti di tv," kata salah satu murid yang memang mengunakan baju cukup berbeda karena terlihat kumel di banding yang lain.
"terima kasih," kata Ryan senang.
Akhirnya mereka semua makan dengan lahap, dan Azizah tak lupa membagikan Badi untuk para guru juga.
Dia hanya tak menyangka jika SD yang menjadi tempat Ryan pindah adalah sekolah dasar negeri biasa.
Tidak seperti sekolah sebelumnya, tapi bocah itu tampak sangat senang dan nyaman.
Setelah itu mereka semua baru keluar dari kelas dan mulai bermain.
Ryan masuk kedalam kelas karena ingin minum, tapi dia melihat seorang murid duduk di pojokan sendirian, "kamu tidak keluar untuk main,"
"tidak Ryan, aku tidak bisa karena sepatuku rusak," kata siswi itu.
tanpa terduga Ryan melepaskan sepatunya, dan memberikannya pada gadis kecil itu.
"tapi ini sepertinya mahal," kata gadis kecil itu.
"tidak kok, pakai saja sudah jangan sedih seperti itu," kata Ryan yang mengajak siswi itu bermain.
bahkan Tyo dan juga Ivan kaget karena tiba-tiba temannya itu tak mengenakan sepatu dan tampak santai.
"sepatu mu Mana?"
"aku malas pakai, sudah sekarang ayo kita pergi main,"kata Ryan yang langsung pergi main.
Tak lama bel masuk terdengar dan pelajaran terakhir di mulai, Ryan yang memang punya kepintaran sangat baik menjadi salah satu siswa terbaik.
Sedang di rumah, Wulan merasa lega mendengar laporan tentang putranya, "mbak... Aku boleh ikut kerja dengan mbak, bukan di toko tapi jadi orang mu mbak," tanya Azizah.
"kenapa memangnya kalau di toko?
__ADS_1
"aku tak suka dengan beberapa pegawai yang begitu bossy, bahkan mereka sering memperlakukan karyawan lain dengan semena-mena hanya karena merasa senior," kata Azizah yang membuat Wulan kaget.
"sejak kapan, aku tak pernah suka karyawan ku begitu, baiklah nanti biar aku ke sana untuk sidak," kata wanita itu dengan santai.
Azizah membantu Mak Yem di bagian dapur, dia tak mengira jika tugas Mak Yem tak seberapa banyak.
Ya karena nyonya rumah yang selalu masuk sendiri, itulah kenapa tugas Mak Yem cuma bersih-bersih dan mencuci.
Siang itu Wulan pergi untuk mengantarkan makan siang sambil menjemput putranya pulang.
Saat sampai di gudang, terlihat ada begitu banyak warga di sekitar sana, Sardi yang melihat mobil ibu juragannya pun langsung meminta warga membuka jalan.
ternyata ada beberapa orang yang sedang menantang suaminya, terlihat beberapa orang itu marah.
Tentu Wulan tak turun karena takut suasana jadi Keos, "ada apa pak Sardi?"
"itu Bu juragan, ada keluarga dari nyonya lama, mereka masih tak terima karena kalah gugatan, dan datang ke sini bawa preman, dan saat premannya kalah mereka mulai mengatakan yang tidak-tidak," kata pak Sardi.
Tanpa terduga, Wulan langsung menelpon polisi dan meminta polisi datang untuk menangkap semua pria tak waras itu.
Pasalnya mereka sudah menganggu ketertiban dan melakukan tindakan kekerasan.
"baiklah aku harus menjemput Ryan dulu, aku akan kembali lagi, dan tolong berikan ini untuk suamiku, dan banyak kue untuk semuanya," kata Wulan yang memutar mobilnya meninggalkan gudang.
juragan baron pun merasa lega karena mobil istrinya pergi, karena dia tak mau ada yang terjadi pada istri dan calon anaknya."jadi Parman berhenti bertingkah, kamu yang menghabiskan uang mbak mu, kenapa sekarang berani-beraninya kamu mengganggu ku," marah pria itu.
"alah tak usah munafik, harta yang kau nikmati ini adalah harta milik kakak ku, dan kamu itu tak pantas sedikit pun asal kau tau," kata pria itu sambil menunjuk ke arah juragan Baron.
"kalau begitu kenapa pengadilan tidak menenangkan dirimu, bukankah itu terbukti jika kasus ini hanya rekaan mu saja," kata juragan baron tak bisa menahan amarah lagi.
Tiba-tiba polisi datang dan menangkap semua preman sewaan itu, "apa apaan ini pak,"
"anda di tangkap karena kasus perbuatan tidak menyenangkan dan juga tindakan kriminal," kata polisi yang menunjukkan surat tugas.
pria itu tak percaya, dengan yang terjadi kenapa dia malah sekarang di tangkap polisi seperti ini.
di sisi lain, polisi menggeledah satu persatu orang yang ada di sana, dan menemukan satu bungkus narkoba jenis sabu dan juga ada tembakau sintesis juga.
__ADS_1
Mereka semua akhirnya di gelandang ke kantor polisi, dan tentunya juragan Baron meminta bantuan Wawan untuk menyelesaikannya secara alami.