Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
menginap


__ADS_3

dia gadis itu sudah masuk kedalam rumah, tiba-tiba hujan rintik-rintik mulai turun.


"mbak... boleh menginap ya," tanya Raina memohon.


"baiklah kalian boleh menginap," jawab Aina.


"yu hu... Terima kasih mbak,"kata kedua gadis itu.


Sedang berbanding terbalik dengan Aina, Ryan menatap istrinya itu dengan memohon.


Aina hanya tersenyum karena ini kesempatan untuk lepas dari suaminya untuk makan ini.


Ryan menghela nafas, "jadi apa rencana kalian?"


"gak ada kok,cuma tadi kami di suruh ngantar ini dari mama, terus kali izin menginap eh boleh dong, kan besok hari libur," kata dua gadis itu.


"ya sayangnya aku besok harus tetap ke kampus untuk absen sih, ya paling satu hingga dua jam, kalian gak papa," kata Aina merasa tak enak.


"tenang saja biar mereka di rumah bersama ku, dan nanti kita bisa main saat kamu pulang kuliah," jawab Ryan


"baiklah kalau mas bilang begitu,dan ngomong-ngomong karena kami belum makan, mau gak ikut sekalian makan, soalnya kami mau membuat mie nyemek,"


"wih boleh tuh mbak, tapi aku dengar mbak dan mas punya home teater sendiri, mau lihat dong, aku mau menonton drama Korea yang baru," mohon dua gadis itu.


"tidak bisa, kalian pasti mau lihat orang ciuman, itu tak baik," kata Ryan.


"kan cuma di film mas,"


"jangan aneh-aneh atau aku antar pulang," kata Ryan mengancam kedua adiknya itu


mendengar ucapan kakaknya itu, keduanya tampak sedih, tapi Aina membesarkan hati kedua adiknya itu.


"naik saja ke atas, pilih film mana yang kalian suka, ingat kalian boleh menonton film tapi tak boleh mempraktekkan apa yang kalian tonton, ingat kalian ini sudah bisa melihat yang baik dan yang buruk, jadi jangan membuat kami kecewa," kata Ryan.


"iya mbak," jawab keduanya


Ryan pun tersenyum dan ikut naik ke atas untuk mengawasi dua adiknya, ternyata bukan menonton drama Korea.


Keduanya malah menonton film yang sudah cukup lama, yaitu film Twillight.


Bahkan mereka juga mencari seriesnya sampai lengkap. Dan itu membuat Ryan harus ikut menonton drama romansa Monster itu.


sedang di dapur, Aina sedang menyiapkan semua bahan untuk membuat mie nyemek untuk empat orang.


Dia juga membuat ayam oven untuk mengurangi minyak, tak hanya itu, bahkan kue itu lebih banyak sayur di bandingkan mie instan itu sendiri.


Aina naik ke lantai atas, sambil membawa masakannya, dan Ryan segera turun untuk mengambil beberapa yang juga masih tertinggal.


"selamat makan," kata mereka berempat yang langsung makan.


"emm... Rasa ayamnya beda mbak," kata Raina.


"iya dong, kan itu mengunakan oven bukan di goreng jadi sehat dong,"


"baiklah aku mengerti dan nanti minta nama buatkan,"


"belajar masak dong," protes Raisa.


setelah kenyang, kini giliran kedua gadis itu yang membawa piring kotor turun dan mencucinya.

__ADS_1


setelah itu mereka kembali ke lantai atas, dan kembali menonton tv.


Tak butuh waktu lama,saat Ryan tiba-tiba memberikan ciuman pada Aina.


Dan Aina pun mencubit suaminya itu, "apa sih dek," protes ryan.


"ada dua adik mu, tolong jaga sikap anda," kesal Aina.


"aku ingin bersama mu,uh..."bisiknya dengan manja.


Tapi dia gadis itu seperti tak peduli, bahkan keduanya terlihat sangat fokus.


keduanya benar-benar menyukai film itu,terlebih suasana rumah yang memang ikut berubah atmosfer karena home teater itu.


Aina tiba-tiba memilih turun, dia ingin membuatkan camilan untuk kedua adik iparnya itu. tapi tak terduga, dia malah mendapatkan telepon dari mama mertuanya.


"Assalamualaikum, Mama, ada apa ini? kok tumben telepon jam segini?" tanya Aina sedikit heran.


"Waalaikumsalam nduk, ini Mama cuma mau, tanya apa dua adikmu ada di sana, kok belum pulang ya, takutnya mereka main kemana gitu, terlebih di desa sedang hujan," tanya mama Wulan.


"Iya mah, katanya udah izin Mama untuk menginap di rumah kami, apa mereka berbohong padaku dan Mas Ryan, tentang izin itu?"


"Oalah iya, mama lupa, ya maaf nduk, tadi soalnya Mama kan bingung sama adikmu Bima, dia nangis terus mau minta ikut, dan sekarang tetap masih menangis, dan ayah kalian masih berusaha membujuknya, sekarang bahkan mereka sedang melihat hujan duduk bersama," Kata Mama Wulan.


"Aduh Ma, aku sih sebenarnya mau untuk menjaga Bima, tapi takutnya Mas Ryan malah marah, wong ini tadi saja sudah emosi saat melihat dua adiknya datang, dan mendengar juga ingin menginap," kata Aina tertawa.


"dia memang begitu, tapi nyatanya gak kan,"


"iya begitulah mas Ryan ma," kata Aina tak habis pikir juga


"Siapa yang mau nginep Dek, Bima mau ikut juga, nggak papa deh suruh aja Ayah mengantarnya sekarang, nggak apa-apa malam ini kita yang jaga, sekalian aja kita tidur bareng-bareng ya."Saut Rian yang tiba-tiba turun menemui Aina.


"baiklah," jawab mama wulan


"sayang siapkan bima, malam ini dia akan menginap di rumah putra mu," kata mama Wulan


"tentu sayang, dan kita bisa bulan madu dong,"kata juragan Baron yang tak menyangka akan memiliki waktu berdua dengan istrinya.


akhirnya juragan Baron pun segera bergegas mengantar putranya Bima.


Rian juga sudah menunggu di teras rumahnya, dia tak menyangka akan menjaga tiga adiknya.


saat melihat mobil milik juragan Baron, dia pun langsung membuka payungnya dan segera menghampiri mobil itu, dan menjemput adiknya itu.


"Kalau begitu ayah Titip Bima ya, dan juga dua adikmu, terima kasih ya untuk malam ini," kata juragan baton dengan senyum yang sangat Ryan benci dari dulu.


Yaitu senyum kemenangan yang di tunjukkan saat ini, karena itu adalah senyum yang di tunjukkan saat bisa bermesraan dengan istrinya.


"Iya, Nikmati saja waktu kalian berdua, Awas kalau nanti tidak ada adik baru, ya! Aku protes!"


Mendengar ucapan dari putranya itu, juragan Baron melotot, "dasar bocah, kau gila meminta kami untuk mempunyai anak lagi, padahal kamu tau mama mu tak akan bisa punya anak lagi, dan jika kamu ingin punya anak,minta saja istri untuk melahirkan anak mu, ingat mama mu sudah tidak akan bisa hamil lagi," ketus juragan Baron


"ya Tuhan ayah.... aku kan cuma bercanda," kata Ryan yang langsung membawa bima adiknya itu masuk ke dalam rumah.


sebelum dia di tempeleng oleh ayahnya jika sudah marah.


"Mana Mbak Raina dan Mbak Raisa," tanya Bima dengan sedikit sesenggukan


"Ada di atas, ayo mas ajak ke atas sekalian, karena mereka sedang menonton film jadi kamu bisa gabung," kata Ryan

__ADS_1


"Wah, asik dong, tapi aku mau minta mie kuah ya Mas, boleh Ndak?"mohon Bima yang tampak sedih lagi.


"boleh kok,mbak buatkan ya," kata Aina yang sedang ada di dapur.


"terima kasih mbak," kata bocah itu.


"Tidak boleh, kamu tadi siang sudah makan mie, sekarang jatahnya harus makan kuah, tapi harus sayur," Saut Raisa yang turun dari lantai atas.


"Huh .... padahal aku mau makan mie lagi," mohon Bima.


"tenang Raisa, biar aku yang mengurus semuanya,dan ajak bima naik ke atas,"


"baiklah mbak aku mengerti," jawab gadis itu.


Aina tak masalah jika harus repot, dia repot asalkan semua adiknya kenyang dan senang.


Dia sedang membuat mie dari tepung kentang dan juga telur, Ryan merasa heran memang bisa dua bahan itu menjadi mie yang enak dan bisa di makan.


Tapi istrinya membuktikan akan hal itu, Aina pantang menyerah dan membuktikannya.


mie sehat itu pun jadi, dan Aina membuatkan kuah bakso dan tak lupa memberikan sayur dan juga telur puyuh.


Ryan membawa mie itu ke lantai dua, sedang Aina membawa camilan.


Bima sangat senang menerima mie yang buatan kakak ipar. Bagaimana tidak, dia jarang jarang bisa makan mie di jam tidurnya.


tak terasa satu persatu dari adik-adik mereka sudah mulai tertidur karena kenyang.


Dan menyisakan dua orang dewasa yang menjaga ketiganya.


Tapi ternyata Aina tak bisa tahan ngantuk, jadi dia tertidur di samping Ryan yang masih menonton sepak bola.


Dia terbiasa tidur malam, jadi hal seperti ini tak membuatnya menjadi bermasalah dalam tidur.


sebuah pesan masuk kedalam ponselnya, "bos geng kapak melakukan transaksi besar," isi pesan itu.


Ryan pun memerintahkan semua anak buahnya bergerak menyerang.


tentu dia juga akan ikut, dan dia sudah memastikan jika rumah itu aman, karena ada orang yang akan mengawasi dari jauh.


Ryan keluar mengunakan pintu rahasia yang ada di lantai satu, dan dia tak bisa membahayakan anak buahnya saat dia sendiri sedang santai.


Tiba-tiba Ryan sudah sampai di markas besar miliknya, "kita berangkat sekarang, dan Pastikan semuanya beres, jangan sampai polisi tahu" perintah Ryan.


"Tapi kenapa Bos datang, Bukankah Bos harusnya menemani istri dan adik-adik bos," tanya Yuli penasaran.


"kamu kira aku aku bisa melakukan itu, meninggalkan kalian di saat seperti ini, jadi jangan katakan hal seperti itu lagi, sekarang kita laksanakan tugas ini dulu, urusan lain kita balas nanti," kata Ryan dingin.


Mereka semua pun berangkat menuju tempat di mana transaksi besar itu akan terjadi.


Dan yang membuat terkejut saat mereka sampai, dan mengawasi situasi sekitar, Ryan tak sengaja melihat sosok gadis yang dia kenal.


Tak hanya satu orang tapi tiga orang, dan dia benar-benar tak menyangka akan menyaksikan hal ini sendiri.


"Brengsek! Seharusnya aku membuat mereka semua mati dulu, daripada aku menolong mereka," marahnya


Pasalnya tiga orang itu adalah Ilmi, Yuni dan Sarah, mereka semua adalah saudara sepupu dan juga Rian mengenal mereka.


"Bos, mereka adalah kaki tangan yang mengedarkan semua barang itu, dengan menggunakan cara, kalian pesan, kami datang," kata Pras.

__ADS_1


"sekalian menawarkan diri mereka bukan," kata Ryan merasa jijik.


__ADS_2