Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
tidak masalah


__ADS_3

"pak, anda harus mengurus administrasi," kata salah satu suster pada juragan Baron.


Mendengar itu, juragan Baron langsung menuju ke bagian administrasi, dan untungnya kedua orang tersayangnya itu tak mengalami masalah besar.


"jadi dokter apa yang terjadi dengan putra saya dan istri saya?" tanya juragan Baron yang melihat dokter yang berjaga di UGD.


"apa putra anda pernah mengalami trauma, atau ketakutan mendalam, sepertinya dia syok dan kembali mendapatkan serangan panik akan sesuatu, dan itu yang menyebabkan kejang padanya," jawab dokter itu.


dan tiba-tiba dokter obgyn menghampiri juragan Baron juga, "ternyata anda lagi, kan sudah ku katakan untuk menjaganya, untung hanya kelelahan dan kaget, kenapa sampai memicu istri anda dalam kondisi seperti ini," kata dokter itu yang sudah memberikan obat penguat kandungan.


"maafkan saya dokter, mungkin dia kaget melihat putra kami kejang dan tak sadarkan diri," kata juragan Baron dengan sedih.


"tenang saja pak, sekarang semuanya sudah baik dan sebaiknya istri anda istirahat total hingga sebulan kedepan dan jangan melakukan pekerjaan berat,"


"dan pastikan putra anda juga tak mendapat rangsangan yang bisa memicu terjadinya traumanya kembali,hari ini kita bisa menolongnya, tapi lain kali kita belum tentu bisa," kata dokter yang membuat juragan Baron terdiam.


Di sisi lain, pak tadi tak menyangka jika gambarannya yang ingin memukul putrinya bisa memicu hal seperti ini.


Bahkan hampir dua orang dari keluarga juragan Baron celaka karenanya.


pria itu langsung menelpon Bu pawoh untuk membantunya menjaga istrinya dan setelah itu dia duduk bersama pak Yadi.


"tenang saja pak, kenapa anda sepanik itu, maaf aku jadi lupa tujuan utama ku yang tadi datang ke rumah anda,kami ingin anda mau menerima bantuan sekolah untuk Ilmi dan juga sedikit sembako meski tak setiap bulan, setidaknya bisa membantu anda dan keluarga,"


"tapi saya tidak butuh bantuan juragan,kami masih bisa bertahan hidup,"


"tolong jangan keras kepala, semua kader posyandu sudah bilang pada saya tentang kondisi putra anda yang mengalami stunting dan lagi belum lagi Ilmi yang juga butuh nutrisi untuk menjadi gadis yang sehat, dan bisa mengangkat derajat keluarganya, jangan anggap ini bantuan cuma-cuma, anggap saja ini untuk pekerjaan anda,"kata juragan Baron.


"apa maksudnya juragan?"


"ya karena putra ku ini sekolah di tempat yang sama dengan putri anda, bisakah anda mengantar jemput nya, dan sebagai imbalan tentu kami akan memberi gaji dan sedikit hadiah, sebenarnya itu tawarannya, tapi malah kejadian seperti ini," kata pria itu.


"baiklah juragan Baron, saya akan memikirkannya dan saat putra anda sudah bisa masuk kesekolah saya akan mengantarnya," kata pria itu.

__ADS_1


akhirnya Bu pawoh datang dengan pak Dikin, dan keduanya tampak begitu panik.


Dan langsung menghampiri dua orang yang tampak berbincang-bincang itu.


"bagaimana kondisi Wulan dan Ryan?"


"Wulan baik tapi harus istirahat total sebulan, dan Ryan sepertinya punya ketakutan besar pada kekerasan, aku tak tau apapun ibu?" kata juragan Baron yang membuat Bu pawoh diam.


"apa dia belum mengatakannya," kata Bu pawoh yang terlihat begitu sedih.


"ibu tolong jawab,"


"Baron tenangkan dirimu nak," kata pak Dikin yang kaget menantunya itu berani membentak ibu mertuanya.


Bu pawoh pun duduk dan tampak begitu sedih. "aku harus mulai dari mana, itu kisah lama yang sebisa mungkin di lupakan oleh istrimu," kata Bu pawoh dengan suara lirih.


Farhan yang begitu emosi karena melihat istrinya yang begitu menentang ucapan ibunya.


"kenapa kamu begitu kasar, ibu melakukan itu demi kebaikan Ryan," suara pria itu menjambak rambut Wulan dengan keras.


Tapi Farhan seperti tak mau mendengarnya, dan tetap membuat istrinya itu kesakitan.


Dan dia melakukan itu di depan putranya, dan tanpa terduga obu dari Farhan yang membawa kopi panas ingin menyiramkannya pada putranya.


Melihat hal itu, Wulan menginjak kaki suaminya dan langsung memeluk Ryan.


Air panas itu mengenai lengan bagian kanan wanita itu dan membuat Farhan kaget.


"ibu kenapa menyiramnya dengan kopi panas itu," marah Farhan melihat istrinya yang terluka


"tangan ibu kepleset, toh gak papa kok," kata wanita itu.


"pergi sialan!!" maki Wulan yang mendorong Farhan.

__ADS_1


Dia membawa putranya itu ingin keluar rumah, tapi tiba-tiba sebuah balok keras menghantam kepala bagian belakang wanita itu.


Hingga wanita itu pingsan sambil memeluk putranya, bahkan saat pingsan pun dia terus memeluk Ryan yang menangis histeri.


karena marah juragan Baron membanting ponselnya dan kemudian menonjok tembok rumah sakit.


Semua orang terkejut melihat pria itu, dia benar-benar tak menyangka jika wanita yang begitu dia cintai dari awal.


Harus mengalami hal seburuk itu,"aku akan membunuh Keluarga itu,"


"tenang Baron,jika kamu masuk penjara, siapa yang akan menjaga istri dan anak mu," kata pak Dikin.


"tapi kenapa..." tiba-tiba juragan Baron menangis.


"mungkin di saat itu, Ryan selalu ketakutan saat seseorang ingin memukul dengan batang, seperti kemoceng, balok atau ranting, karena dia menyaksikan ibunya yang terluka parah saat itu,"


"dan saya juga ingin tau, kenapa dokter bilang, kemungkinan untuk istri ku untuk hamil lagi akan Mustahil, jika sampai keguguran itu sangat besar?"


"karena dulu saat dia keguguran adik dari Ryan, karena sebuah pukulan di bagian perut bawahnya, yang di lakukan oleh kakak iparnya, karena dia di kira ingin melukai anak wanita itu, hingga Wulan di dorong hingga menabrak pinggiran meja dengan keras," terang Bu pawoh.


"ya dewa, sebenarnya ayah dan kakek istriku itu buta atau apa, kenapa mereka mengirim putri mereka ke neraka," kata juragan Baron yang menangis tersedu-sedu di depan ibu mertuanya.


"semua terjadi karena uang," kata Bu pawoh malu dan tak berdaya dulu.


Akhirnya mereka membawa Wulan dan Ryan pulang, keduanya tak harus menginap untuk di rawat.


Bahkan pak Yadi juga meminta maaf pada Ryan, sedang Wulan merasa jika suaminya sedikit berubah.


Bahkan selama di dalam mobil pun, pria itu tetap diam tak mengeluarkan perkataan sedikitpun.


"ibu ... Mas kenapa?"


"tenang nak, kamu harus tenang, dan ingat sekarang kamu harus istirahat total tanpa usah bekerja sedikitpun, karena bayi kalian hampir keguguran, jadi tolong jaga kondisi mu," bisik Bu pawoh.

__ADS_1


mendengar itu Wulan diam, dia tau mungkin suaminya itu kecewa karena dia terus menerus membuat dirinya dalam bahaya.


juragan Baron melihat istrinya dari kaca spion, dia tau apa yang di pikiran istrinya itu, "tak usah berpikiran yang tidak-tidak, aku tak marah," kata juragan Baron.


__ADS_2