Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
tangis Aina


__ADS_3

Di dalam mobil jenazah, Aina masih duduk bersama dengan Ryan, bahkan saat sampai di rumah.


Aina jatuh pingsan karena syok melihat jenazah ayahnya, Ryan pun mengendong gadis itu.


Bu pawoh merasa kasihan pada gadis sekecil itu, pasalnya dia menjadi yatim piatu tanpa Sabak saudara


Ryan pun menjadi tuan rumah hari itu, dia yang bertindak menjadi wali dari Aina.


Saat jenazah di angkat untuk di berangkatkan ke pemakaman, tiba-tiba Aina lari dan langsung menahan keranda itu sekuat tenaga yang dia miliki.


"jangan bawa ayah ku pergi, jangan!!!" teriak gadis itu dengan tangis yang tak terbendung.


Bu pawoh menarik Aina, tapi gadis itu tak mau melepaskan tangannya, Ryan pun meminta ganti pada salah satu warga.


Dia berjalan ke arah Aina, "Aina jangan seperti ini..."


"tidak... Aku hanya punya ayah," tangis gadis itu


"sekarang Aina punya mas Ryan," kata Ryan menyentuh tangan Aina yang akhirnya melepaskan keranda sang ayah.


Ryan memeluknya erat, "ayah!!!" teriak Aina yang melihat keranda itu di bawa pergi dan akhirnya kembali pingsan di pelukan Ryan.


semua warga yang melihat itu pun seakan tak bisa bicara, semua bisa merasakan kesedihan dari Aina.


Pemakaman berjalan dengan baik, setelah pemakaman, seluruh keluarga Ryan berkumpul di ruang tamu menyambut para pelayat yang berdatangan.


salah satu pegawai dari pak Andika mendekati Ryan, "mas Ryan permisi, bisa kita bicara empat mata,"


"baik pak," jawab Ryan yang mengikuti pria itu.

__ADS_1


Keduanya berjalan ke salah satu ruangan kamar, "ada apa pak,"


"saya mendapatkan amanat dari pak Andika beberapa hari yang lalu, saya tak percaya siapapun, tapi hari ini melihat mbak aina begitu menurut pada anda, saya yakin jika anda orang yang tepat," kata pria itu memberikan beberapa lembar map yang berisi segalanya.


Ryan melihat itu tak percaya, ternyata semua itu semua aset yang di miliki oleh pak Andika, dan juga sebuah surat cerai yang juga terlampir.


Dan juga ada beberapa kerjasama ydng belum di jalankan, "apa ada pesanan yang belum di kerjakan pak?" tanya Andika.


"ada mas, beberapa pesanan dari juragan Baron dan juga beberapa klien luar kota," jawab pria itu.


"jadi pak..."


"pak Kusno mas,"


"pak Kusno, sekarang kita libur sampai tujuh hari om Andika, setelah itu kita akan mulai mengerjakan semua pesanan itu, dan aku yang akan bertanggung jawab atas segalanya, sebagai wali dari Aina," kata Ryan yang kini mengambil alih untuk membesarkan gadis itu.


mama Wulan dan juragan Baron yang sedang beribadah pun kaget dengan apa yang terjadi


"jangan sedih mas, Allah sudah mengabulkan permohonan mu,sekarang cak Andika tak sakit lagi," kata mama Wulan pada suaminya itu.


"tapi bagaimana dengan putrinya Aina dek,dia bahkan masih SMP, dan harus jadi sebatang kara di usia semuda itu," kata juragan Baron.


"putra mu sudah mengambil tanggung jawab itu, dia sekarang yang akan jadi wali dari Aina mas," kata mama Wulan yang sangat percaya dengan putranya itu.


"Iya dek,aku percaya itu," jawab juragan Baron yang harus fokus ibadah lagi.


Hari berganti hari, akhirnya tujuh hari itu terlewati, dan selama itu juga, Ryan tak pernah meninggalkan rumah Dina di temani Gofar dan Kevin.


Aina masih terus duduk diam, dan kali ini Ryan harus membuat gadis itu bangkit dan tak boleh terpuruk makin dalam.

__ADS_1


"ayo makan Aina,"


"tidak mau," jawab Aina.


"cukup Aina, aku tak tahan lagi,kamu makin kurus, apa kamu ingin menyusul ayah mu, dan meninggalkan aku di sini,"


"jika itu lebih baik,aku mau ikut ayah,"


"kalau begitu di hari kamu mati,aku akan ikut dengan mu,"


"mas jangan gila," marah Aina.


"kamu yang membuat ku gila!" bentak Ryan.


"aku mengucapkan janji pada om Andika untuk menjaga satu-satunya putrinya,tapi lihatlah dia malah ingin menyusulnya, dari pada aku hidup menanggung beban,lebih baik aku ikut dengan mu," kata Ryan yang tiba-tiba berdiri dan mengambil obat serangga.


"kita mati bersama," kata Ryan.


"kamu sudah gila Ryan," kata Kevin yang melihat temannya itu.


"berhenti di sana!"marah Ryan.


Sedang Aina yang melihat Ryan mengamuk seperti itu pun luluh dan memrluk tubuh Ryan.


"aku akan hidup demi mas Ryan, tapi jangan tinggalkan Aina sendiri,"


"aku bersumpah atas nyawaku, aku tak akan meninggalkan mu sendiri," jawab Ryan


akhirnya siang itu Aina mau makan,dan besok Ryan yang akan mengurus semua pekerjaan itu.

__ADS_1


Dan Aina akan ikut dengan Ryan tinggal di rumahnya bersama di kembar, toh gadis itu juga dekat dengan dua adiknya.


__ADS_2