
Sosok Kevin terkejut melihat Aina, "menjauhlah," bentak Kevin.
"wah ada apa ini, beraninya kamu membentak calon istriku, mau mati Kevin!" bentak Ryan yang membuat pria itu mundur.
Aina memeluk sahabatnya itu, "apa kamu baik-baik saja Laila?" tanya Aina yang kaget melihat Kevin sekasar itu.
Sedang Ryan juga kaget melihat reaksi dari temannya itu, "dek aku harus mengejar Kevin, kamu di sini dulu ya, nanti biar ayah yang jemput, aku harus tanya ada epa sebenarnya,"
"iya mas,", jawab Aina yang masih menenangkan temannya itu.
Ryan mengejar mobil Kevin dengan mobilnya, Aina pun menelpon juragan Baron untuk meminta tolong di jemput.
Mobil Ryan menyalip mobil Kevin dan menghentikan paksa mobil Kevin hingga keduanya terlibat dengan kecelakaan.
Ryan turun dan langsung menyeret Kevin keluar mobil, "apa kamu ingin benar-benar mati, kenapa tak ada penjelasan apapun sialan!!" makinya.
"aku harus dia, hanya karena kakak ku menghamili kekasihnya, sekarang aku yang harus mau menikah dengan gadis yang bahkan tak aku cintai dan kenal!" kata Kevin.
mendengar itu, Ryan berhenti dan membiarkan lebih menangis sedih, "aku ingin menikah dengan gadis yang aku cintai, tapi kenapa harus dengan perjodohan ini," kata Kevin lagi.
"kau tau Kevin,kita tak pernah tau jodoh dari Allah dan bagaimana caranya datang,kenapa tidak bicara baik-baik dan perlahan-lahan mengenalnya, aku lihat sepertinya dia gadis yang baik," kata Ryan
"aku tak tau tapi ya aku seharusnya tak sepengecut ini," kata Kevin yang akan mencoba menghadapi semuanya.
"kamu mau hadiah apa,atau kita bulan madu bersama, toh pernikahan ku juga kurang dari sepuluh hari lagi," kata Ryan yang tau jika itu mungkin sedikit bisa menghibur temannya itu.
"ke Bali,"
"tidak, aku akan Manado," kata Ryan yang mengejutkan Kevin.
"tempat yang tak biasa untuk bulan madu,"
"tentu saja, jika ke Bali kasihan istriku,kamu lihat sendiri bagaimana dia keseharian di rumah,"
"kita ke Jogja ajalah, lumayan seminggu di sana dan bantu aku untuk dekat dengannya,"
"baiklah," jawab Ryan.
Mereka berdua pun akan pulang, tapi saat melihat kondisi mobil mereka.
__ADS_1
Ryan menepuk dahinya,"Cok bamper ku acur, ini mobil Anyar,"
Kevin hanya mengerdikkan bahunya, karena Ryan sendiri yang menghadangnya.
ya mobil Kevin menang penyok tapi lebih kuat karena jenisnya adalah panther, sedang mobil yang di bawa oleh Ryan, adalah mobil Rush yang biasa di bawa kakeknya.
"wah mampus kalau gak di bawa ke bengkel," gumamnya yang langsung menghubungi bengkel ketok magic sekalian servis.
"kenapa kamu sepanik itu,"
"ini mobil kakek ku, bisa di rujak lembut jika sampai mobil ini pulang ringsek,"
"ya sudah, aku antar," kata Kevin yang mengantarkan temannya itu ke bengkel.
Setelah itu keduanya pulang dan ternyata juragan Baron mengajak Aina dan Laila pulang ke rumahnya untuk bertemu mama Wulan.
"turun dulu Kevin, kita ngobrol dengan baik, dan semoga ada jalan keluarnya," kata Ryan mengajak temannya itu.
Akhirnya mereka semua duduk di ruang tamu, Laila duduk dengan Aina, dan Ryan dengan Kevin.
"jadi maka harus mendengarkan dari siapa dulu," kata mama Wulan.
"dek kita suit," ajak Ryan.
Keduanya suit tapi Aina menarik kuping Ryan, "masalah karena kalah cepat,"
"baiklah, Kevin kamu cerita terlebih dahulu, dan kamu gadis ini awas loh ya," kata Ryan kesal.
Laila pun merasa itu melihat Aina yang begitu di cintai oleh calon suaminya itu, berbeda dengannya.
"aku harus mulai dari mana, sebulan yang lalu keluarga ku dan Laila mengumumkan pertunangan antara Laila dengan kakak ku Vinod, tapi seminggu yang lalu kakak ku datang bersama mantan kekasihnya, dan mengatakan jika dia sedang hamil muda, bahkan mereka datang membawa bukti USG," kata Kevin yang mengingat bagaimana keosnya malam itu di rumahnya.
malam itu keluarganya bahkan kaget karena pernikahan akan segera di gelar tapi Vinod melakukan kesalahan besar.
"kita tak bisa membatalkan segalanya," kata ibu dari Kevin .
"ya kita bisa malu, tapi kita punya pilihan apa?" kata kepala keluarga itu.
"kenapa tak meminta Kevin untuk menikah, toh dia juga sudah waktunya menikah," kata Vinod.
__ADS_1
"apa yang kamu katakan, aku tak mau gadis yang telah memilih mu," ketus Kevin.
"aku bahkan hanya menemuinya satu kali,"
"aku tak suka dengan bekas mu bajingan!!" marah Kevin yang murka.
tapi akhirnya pilihan tetap harus di ambil, dan mereka menyetujui usulan itu.
"aku benci kalian semua," kata Kevin.
dia tak mengira akan kalah dari pria yang tiba-tiba datang dan mengaku sebagai putra pertama keluarga itu dari mantan kekasih ayahnya.
Tapi saat kevin berada di kamarnya, ayahnya mendatanginya, "ini kesempatan mu untuk mengamankan semua milik mu nak,jika kamu tak ingin menikah dengan Laila, aku akan membagi semua harta ku jadi tiga bagian, kamu, ibu mu dan juga Vinod,"
"tapi itu tak adil ayah, dia datang seenaknya dan sekarang ingin mengambil semua dariku dan ibu," kata Kevin.
"kalau begitu menikahlah, dan delapan puluh persen harta ku akan jadi milik mu,"
Kevin pun tak ada pilihan dan keluarganya pun memberikan pengertian pada keluarga Laila.
mama Wulan mengangguk, "tapi aneh kan, jika kakak ku memang ingin memiliki semua harta ayah mu, harusnya dia tetap menikah dengan Laila, tapi kenapa malah membawa seorang gadis luar yang sedang hamil,"
"aku juga tak mengerti mama," jawab Kevin.
"karena aku kemungkinan akan sulit memberikan anak,karena mengalami PCOS," kata Laila yang membuat semua orang kaget.
"apa Laila?"
"iya, aku di ajak Vinod untuk melakukan pemeriksaan,dia bilang jika aku harus langsung hamil agar bisa memberikan cucu dan membuat posisinya di keluarga yang telah membuangnya itu kuat, tapi setelah melakukan pemeriksaan,dia marah besar karena aku di diagnosa seperti itu,"
"ayolah dia hanya seorang dokter bukan Tuhan, ya sudah nanti mama buatkan jamu untuk kalian berdua agar bisa segera hamil bersama, tapi jujur aku juga sulit hamil setelah menikah, tapi kami melakukan sesuatu yang mungkin tak di percaya orang, kami mandi hujan bersama sambil bersenang-senang, setelah itu kami melakukan hubungan dengan baik dan ingat jangan lupa berdoa,"
"dan hasilnya ada dua bocah cantik itu," kata juragan Baron.
"orang tua ku dulu juga kesulitan memiliki anak karena ibu di nyatakan penyempitan di jalan indung telur menuju ke rahim, tapi atas kepercayaan dan hasil dari berserah diri,aku hadir di tahun ke empat pernikahan orang tua ku," kata Aina, yang mencoba agar temannya itu, memiliki hati yang besar.
Kevin pun merasa sedih, "menikahlah dengan ku,dan kura buktikan pada Vinod jika dia memang tak memiliki tempat di keluarga ku, dan kamu adalah gadis yang sempurna, memang kita tidak saling mencintai, tapi kita bisa mengenal dan mencoba semuanya dari awal," kata Kevin mengulurkan tangannya.
"baiklah mas, tapi tolong bicara dengan pelan-pelan ya," kata Laila mencium tangan Kevin yang membuat pria itu sedikit kaget tapi juga merasa sangat di hargai.
__ADS_1
Ryan dan Aina merasa senang, "ya sudah antar pulang mas Kevin, tapi sebelum sampai di rumah, ajaklah dia makan dulu, karena dia tak akan meminta apapun tanpa kamu menawarinya,"
"baiklah,kami pulang dulu mama dan ayah," pamit Kevin.