Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
sabar tole


__ADS_3

Juragan Baron sampai di ruangan kepala yayasan,sebuah ruangan besar yang hanya ada karpet dan juga beberapa alas untuk duduk.


"assalamualaikum..." salam pria itu.


"wa'alaikumussalam warahmatullahi wa barakatuh, kene le," kata Mbah kyai yang menepuk tempat di sampingnya.


Dan juragan Baron pun duduk dengan santai, amarahnya belum reda sedikit pun, dan Mbah kyai tau itu.


"bisa tolong lepaskan dulu amarah mu, aku tau jika kamu terluka saat ini, tapi semua di luar kendali," kata Mbah kyai.


"bagaimana bisa, padahal para pengawas di sini begitu banyak, dan kenapa menerima anak gila dan membiarkannya begitu saja, belum lagi pengawas Mbah kyai yang menyebalkan itu, bisa-bisanya dia mengatakan hal semudah itu, dengan uang apa bisa menyembuhkan semua trauma yang di alami putra ku," kata juragan Baron yang bahkan tampak tak gentar meski di dekat pria sepuh yang paling di segani di tempat itu


"itu salah ku, karena salah memilih orang, tapi kamu juga harus bisa mengendalikan dirimu," kata pria itu lagi.


"aku sudah cukup sabar, tapi lihatlah apa yang dulu aku dapat Mbah,apa anda lupa segalanya, saat anda sendiri pernah membuang ku," kata juragan Baron tegas.


Mbah kyai pun diam, dia tak menyangka jika sekarang dia di pertanyakan oleh cucunya yang bahkan tak mau memaafkan dirinya lagi.


"maafkan Mbah le, hanya karena keegoisan dan keburukan ku, dan belum lagi karena takut malu, kesalahan itu Mbah ambil," jawab pria itu.


"aku sudah bahagia, dan kesempatan Mbah untuk memperbaiki hubungan ini gagal, dengan terlukanya putra ku, aku seharusnya tak mengirimnya kesini, setidaknya dia tak akan trauma," kata juragan Baron.


"tunggu le, jangan seperti itu, Mbah masih merasa bersalah pada orang tua mu,"


"kalau begitu kenapa dulu Mbah mengusir mereka, bahkan ibu harus di pisahkan dari semua keluarganya hanya karena mencintai seorang pemuda yatim-piatu yang menjadi pengawas di sini, karena semua itu apa Mbah,jadi tolong jangan sampai orang tua hubungan kita, cukup di sini saja, lagi pula aku tak tertarik dengan semua ini, karena aku sudah punya segalanya keluarga dan juga harta, jadi ini pertemuan kita yang terakhirnya," kata juragan Baron.


Pria sepuh itu terdiam dan melihat kepergian dari cucu yang baru dia temukan setelah sekian lama, tapi sekarang dia malah di benci.

__ADS_1


ya itu semua salahnya, seandainya dulu dia tdk menentang pilihan putrinya yang mencintai salah satu pengurus yang memang bisa di bilang kurang mampu.


Mungkin hari ini tak akan terjadi, dan dia tak akan di benci seperti ini oleh juragan baron.


Seorang gadis mendengarkan semua percakapan dari dalam ruangan lain, dia tak menyangka jika kakak sepupunya itu bisa memperlakukan kakek mereka seperti ini


Bahkan pukul tiga pagi, juragan Baron pun pergi dari pondok pesantren itu dengan marah, dan esok semua tinggal menunggu kabar mengejutkan.


Wulan dan Bu pawoh tampak begitu cemas dengan suaminya, bagaimana tidak, semua belum ada kabar.


"tenang nduk, mungkin mereka masih di jalan, atau sedang sarapan dulu, karena sudah jam enam pagi juga," kata Bu pawoh.


"tapi Bu,aku khawatirkan, karena aku takut suamiku melakukan sesuatu yang tidak-tidak."


"ibu yakin Baron bisa mengendalikan dirinya," kata Bu pawoh


Wulan mendekat, tapi pria itu melewatinya begitu saja dan segera menaruh Ryan di kamar.


Wulan yang melihat kondisi putranya pun lemas, tapi untungnya juragan Baron segera menangkapnya hingga tak sampai jatuh ke lantai.


"kenapa putra ku bisa luka-luka seperti ini?" tanya Wulan.


"dia mengalami penganiayaan oleh beberapa seniornya yang mengalami gangguan mental, bukan hanya Ryan tapi ada beberapa orang," kata pria itu memeluk istrinya.


"aku tak rela mas...." tangis Wulan.


"aku tau dek, aku sudah memberikan pelajaran berharga pada pemuda itu dan keluarganya, karena berani mengusik putra kita," jawab juragan Baron.

__ADS_1


pagi itu, keluarga dari pemuda yang mengusik Ryan benar-benar hancur, bagaimana tidak kasus korupsi, kasus pencucian uang, dan juga kasus kotor lainnya yang di lakukan oleh pria yang congkak kemarin malam di bongkar habis.


bahkan semua kasus yang menyeret semua anaknya dan istrinya yang terlibat dengan perdagangan manusia secara ilegal


Dan untuk ustadz Hilman juga mendapatkan hal serupa, pria itu terbukti melalukan penggelapan dana pondok, dan harus mengembalikan dan bertanggung jawab secara penuh.


Dan iagi itu ustadz Yusuf sedang menghadap pada mbah kyai yang sedang terbaring lemah, ya pria itu syok setelah kepergian juragan Baron.


"Mbah, izinkan aku ke rumah mas sepupu untuk membujuknya," kata Annisa.


"jangan lakukan itu,kita tak boleh mengusik keluarganya, terlebih dia sudah bahagia," kata Mbah kyai.


"tidak Mbah..."


ustadz Yusuf yang memang baru mengetahui semua cerita yang sebenarnya pun tak menyangka sedikitpun.


Sedang pagi itu, keluarga juragan Baron pun menyelesaikan semuanya, dan kini bisa sarapan bersama.


Bahkan mereka makan menunggu Ryan sadar, dan dengan tangannya sendiri Wulan menyuapi putranya itu.


Raina dan Raisa pun duduk mengapit kakaknya itu dengan penuh sayang.


"kak... I umah ja ya," kata Raisa.


"angan elgi Agi," tambah Raina.


"iya, mas sekarang akan tinggal di rumah dan tak akan pergi lagi, karena ayah tak mengizinkan dia mondok lagi," kata juragan Baron tegas.

__ADS_1


__ADS_2