Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
balasan langsung tunai


__ADS_3

Winda pun lari pulang dengan malu dan kondisi yang acak-acakan, dia tak menyangka jika para ibu itu bisa menggila seperti ini.


"aku akan membuat mu tau jika aku bisa memiliki suamimu," kata Winda yang sudah punya uang untuk membuat pria itu tergila-gila padanya.


dia membawa uang itu untuk di bawa ke salah satu rumah orang pintar di luar kota.


Dia tau rumah orang pintar itu dari temannya yang kini bisa menjadi istri simpanan salah seorang juragan sukses.


Sedang di rumah juragan Baron, pria itu tak menyangka akan melihat wanita gila seperti Winda lagi.


Pasalnya anak buahnya bilang jika Winda ini sudah pergi meninggalkan rumah, tapi nyatanya tidak seperti itu.


Dia khawatir pada istrinya yang tadi melakukan gerakan ekstrim karena wanita itu.


"ada apa," tanya Wulan yang sadar jika suaminya itu memperhatikan dia berlebihan


"tidak ada sayang, aku hanya penasaran dengan mu," kata juragan baron.


"penasaran kenapa, jangan melihat ku seperti itu, sudah lakukan apa yang seharusnya," kata Wulan yang tak ingin suaminya itu khawatir.


juragan Baron pun membangunkan putranya untuk bersiap ke sekolah, sedang Wulan mengirimkan pesan pada seseorang agar membereskan Winda karena gadis itu seperti ngengat yang menganggu.


pagi itu, mereka pun sarapan bersama, dan tentunya juragan Baron sudah dapat kabar tentang kematian dari para orang yang menganggunya.


Mulai dari kecelakaan hingga keracunan massal, tentu semua di lakukan dengan cara yang baik dan benar.

__ADS_1


Setelah sarapan juragan Baron akan menunggu hingga pak Yadi datang untuk menjemput Ryan, baru dua berangkat ke sawah karena hari ini ada panen kacang tanah dan juga kedelai.


"mas nanti kalau mau, tolong bawakan kacang ya, aku mau buat kacang telur," kata Wulan yang memang tidak punya pekerjaan.


"tapi itu kacang masih basah, atau aku belikan yang sudah keting saja ya sayang," kata pria itu.


"baiklah terserah mas saja, kalau begitu sekalian bahannya ya, nanti aku kirimkan lewat pesan ole mas," kata Wulan.


"baiklah, kalau begitu aku berangkat, dan tolong ciumannya," kata juragan Baron yang langsung mendapatkan ciuman mesra di bibir.


setelah itu dia pun berangkat, sedang pagi ini Azizah sudah cuti karena ingin di rumah saja merawat suaminya yang katanya sakit


Di hanya mak yem yang datang ke rumah Wulan dan juragan Baron.


di rumah Azizah menang sedang jerawat Rojak, tapi tidak merawat pria sakit pada umumnya.


Ya Rojak yang awalnya di tantang izin oleh istrinya, tak menyangka akan menikmati servis terbaik dari istrinya itu.


Bahkan pria itu pun sudah tak bisa menahannya hingga akhirnya lepas dan bebas.


Di sisi lain Azizah benar-benar tak menyangka jika punya suami yang sehat secara jasmani dan rohani itu menyenangkan.


Setelah merasa cukup, dia melanjutkannya dengan bagian yang makin aduhai, bahkan meski mereka melakukannya di beberapa tempat tak masalah tapi toh tak ada orang.


Sedang Winda sudah berangkat ke kota yang tertera di alamat yang dia punya, dia bahkan sudah hampir sampai di rumah dukun yang di katakan hebat itu.

__ADS_1


Terlihat banyak antrian yang menunggu giliran, dia pun langsung mendaftar dan dapat tempat terakhir.


Dia menunggu cukup lama sekitar tiga jam sebelum akhirnya di panggil masuk kedalam.


Saat dia masuk kedalam rumah, pintu rumah dukun itu pun di tutup rapat oleh pegawainya.


Dan Winda belum sadar jika sekarang dia dalam masalah besar karena dia tergiur cara instan.


Pegawai dukun itu masuk kedalam rumah dan mengangguk pada pria yang di panggil Aki itu.


"Ki saya datang mau membuat seorang pria jatuh hati pada saya hingga tergila-gila, apa bisa Ki?"


"tentu bisa, apa kamu punya maharnya?" tanya pria itu yang tentu tak mau kehilangan yang namanya uang.


"saya bawa Ki, ini mahar untuk pekerja itu, dan di sana juga ada fotonya," kata Winda


"bisa di atur, kalau begitu sekarang aku harus memandikan dirimu dengan bunga setaman, dan memberikan ajian pada mu, jadi saat kamu di depannya, matanya tak akan berpaling darimu," kata pria itu yang ternyata dukun palsu.


"baik Ki, saya siap," jawab Winda


mereka langsung ke bagian belakang sumur yang ada di rumah itu dan langsung mengganti bajunya dengan kemben.


Dia pun di mandikan dengan bunga berbagai macam warna, dan tanpa terduga Winda risih karena tubuhnya di pegang-pegang.


"tanggalkan kemben mu agar aku bisa membuka aura mu," kata dukun itu.

__ADS_1


mendengar itu dia tau ada yang tidak beres, dia ingin lari tapi di tangkap oleh pegawai dari dukun itu dan langsung di Tasik dan di lempar ke kamar.


Dan dia pun tak bisa lari lagi, dia tak bisa melawan juga karena dia di hajar dan di injak sebelum akhirnya di lecehkan oleh dua pria itu.


__ADS_2