Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
pasangan juga ih


__ADS_3

Aina sedang berfoto bersama teman-temannya dan kejutan tadi juga berhasil.


Ya meski Aina setelah itu mendapatkan jeweran dari Ryan karena berani menari di depan semua orang.


Bahkan selama pertunjukan itu, mata Ryan seakan melompat keluar karena ulahnya.


"mas..."


"berhenti dek,sebelum aku hilang kendali dan membuat mu menyesal, ya Tuhan jika tidak ingat dosa, aku sudah ah... Lupakan," kata Ryan yang memilih untuk menahannya.


setelah foto-foto, terlihat Ivan dan Edo tampak duduk termenung saja.


"ada apa bos, kok diam saja galau?" tanya Ryan dengan nada bicara menyebalkan.


"bisa diam mulut anda yang super duper menyebalkan itu," kesal Edo.


"ada apa, aku hanya bertanya tak usah sinis gitu dong,"

__ADS_1


"kamu seminggu lagi akan menikah, Kevin sudah menikah dan kamu ya beginilah nasib perjaka tua," kata Ivan yang merasa telat nikah karena semua temannya menikah muda.


"oh iya aku lupa, kemarin pak mudin bilang ingin cari mantu, sebenarnya aku ingin mengajukan Kevin rencananya, tapi berhubung Kevin sudah menikah, bagaimana jika di antara kalian berdua?"


"tidak terima kasih,saya masih ingin menikmati hidup, ya umur tiga puluh deh nikah," jawab Edo.


"kalau anak pak mudin desa, ngapunten mas, Kulo mundur mawon, pun mboten sanggup," kata Ivan yang tak ingin gila.


"cocot mu Cok,"


Aina datang membawa es krim dan martabak telur untuk Ryan, "mas cicipi deh, enak loh," kata gadis itu tersenyum ramah.


tak lama pengantin juga datang bergabung, Ryan tampak senang karena dia di suapi oleh Aina.


"ini sebenarnya yang pengantin baru itu Irvin atau kamu sih yan," kata Edo.


"emang kenapa, kami juga akan jadi pasangan tau, iri bilang Boss..." ledek Ryan dengan wajah menyebalkan.

__ADS_1


"boleh aku memukulnya dengan keras, ya dia benar-benar mengesalkan," kata Edo.


"ha-ha-ha santai saja," kata Kevin.


Laila memanggil salah satu pegawai catering untuk membawakan makanan kecil ke meja mereka.


Terlihat Laila juga dengan sopan menemui para tamu yang datang.


Bahkan orang tua Kevin sangat bangga bisa memperkenalkan Laila yang sudah cantik juga baik hati.


"lihatlah senyum orang tua mu Kevin,mereka tanpa bilang saja bisa menunjukkan jika, inilah menantuku," kata Ryan yang membuat semua orang menoleh.


"ya kamu benar, bahkan semalam ayah terus berterima kasih, entah apa yang di miliki oleh gadis itu hingga bisa membuat orang tua ku begitu menyukainya,"


"ya kamu tinggal lihat saja pelayanannya bukan,karena aku dan Laila di sekolah kami di ajarkan tentang fiqih dan ilmu agama yang lain,bahkan Laila memegang satu hadist yang menurutnya adalah baik, Dari Mu'adz bin Jabal, ia berkata, Aku pernah pergi ke Syam. Lalu aku lihat mereka sujud kepada para pendeta dan ulama mereka. Maka engkau wahai Rasulullah SAW lebih pantas kami sujud kepadamu. Beliau berkata, Sekiranya aku memerintahkan seseorang sujud kepada seseorang, niscaya aku perintahkan wanita sujud kepada suaminya karena besarnya hak suami atas dirinya. Shahih: Al Albani (Shahih Al Jami’: 5294)."


"itu adalah hadits, kalau kamu memegang apa dek untuk taat pada suami," tanya Ryan penasaran.

__ADS_1


"aku ya, aku memegang satu gadis juga mas,yaitu Kemudian jagalah dirimu terhadap wanita. Kamu boleh mengambil mereka sebagai amanah Allah, dan mereka halal bagimu dengan mematuhi peraturan-peraturan Allah. Setelah itu, kamu punya hak atas mereka, yaitu supaya mereka tidak membolehkan orang lain menduduki tikarmu. Jika mereka melanggar, pukullah mereka dengan cara yang tidak membahayakan. Sebaliknya mereka punya hak atasmu. Yaitu nafkah dan pakaian yang pantas. (HR. Muslim) [No. 1218 Syarh Shahih Muslim] Shahih."


__ADS_2