Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
pembantu rumah baru


__ADS_3

Keesokan harinya, saat Andika sedang membereskan rumah, dia kaget melihat seorang gadis yang masih sangat muda berdiri di depan rumahnya seperti orang bingung.


"maaf kamu mencari siapa?" tanya Andika.


"permisi pak, saya adalah Wati, saya dari desa tunggal saudara dari mas Seno yang mau melamar pekerjaan," kata gadis itu.


"baiklah masuk saja, aku tak sangka kamu semuda ini, tugas mu cukup mudah,kamu hanya perlu memastikan jika rumah bersih, Aiba di jaga dan di rawat dengan baik, dan untuk memasak ya boleh jika kamu bisa membagi waktunya," kata Andika yang memang tak terlalu penting hal itu.


"baik pak, terus tempat tinggal ku?" tanya Wati dengan sopan


"ada di kost belakang rumah, kamu pegang ini, karena ini kunci dari pagar belakang rumah agar kamu bisa pulang pergi bebas, karena Sina bisa sewaktu-waktu nge-reog tak tau apa yang di inginkan," kata Andika yang menyerahkan kunci itu.


Wati pun mengangguk dan menaruh tasnya di dapur dulu, dan mulai membuka kulkas, ternyata di rumah itu hanya ada nasi dan telur serta semua jenis Frozen food.


Dia pun mulai memasak nasi goreng dari sisa bagi di kulkas, dan membuatkan sosis gurita mie untuk gadis cantik bernama Aina itu.


Gadis kecil itu baru bangun dan bingung melihat ada seorang wanita di rumahnya, dia pun langsung memeluk ayahnya karena takut.


"papa..."


"jangan takut Aiba, dia mbak Wati yang akan menjaga ku saat ayah kerja, mengerti,"kata Andika memberikan penjelasan kepada putrinya itu.


"ati..."


"iya mbak Wati, jadi jangan takut, lihat dia punya apa," kata Andika yang mencoba membujuk putrinya itu.


Wati menunjukkan gurita mie yang baru dia buat, melihat itu Aina pun mendekat dan mengambilnya.


Gadis itu pun tersenyum menyukai, saat gadis itu mau mengambil lagi,satu mengulurkan tangannya.


"mau berteman dengan Wati,nanti Wati biarkan yang banyak mau," kata wanita itu yang membuat Aina menerima tangan wati dan mau berteman.


Andika yang melihat pun tak menyangka akan hal itu, pasalnya Wati bisa langsung membuat Aina nyaman dengannya.


Andika memilih sarapan, saat Wati memandikan putrinya, terdengar suara lirih ada nyanyian.


ternyata Wati sedang mengajarkan Aina menyanyi beberapa lagi anak-anak,setelah mandi dan rambut Aina di kuncir rapi.

__ADS_1


Gadis kecil itu di suapi dengan telaten, "permisi pak, kenapa di kulkas tak ada sayur,boleh saya belanja untuk keperluan rumah, karena berbeda barang juga tidak ada," kata Wati bertanya.


"iya aku lupa belum belanja bulanan," jawab pria itu yang mengeluarkan dompetnya dan memberikan waktu yang satu juta.


Wati yang mendapatkan uang itu pun mengerti akan membuatnya menjadi sebulan jika bisa, toh hanya belanja sayur ini


Setelah sarapan, dia juga sarapan atas izin Andika, dia pergi dengan mengendong Aina untuk berbelanja di warung sayur dekat situ


Selama dalam perjalanan, wona terus tertawa bersama wati, sesampainya di warung dia langsung mengambil semua jenis sayur yang bisa dia oleh.


Dan lagi dia membeli deterjen, pewangi dan apapun itu, yang di butuhkan di rumah Andika.


Setelah itu, akhirnya mereka pun pulang dan saat sampai di rumah, dia melihat tumpukan baju kotor.


Wati pendudukan Aina di bak di belakang rumah dan memberikan gadis itu mainan bola dan air.


Sedang dia memilih mencuci semua baju itu dengan tangan, karena itu baju kerja yang terkena oli dan juga apapun itu.


Setelah selesai dia pun segera menjemur pakaian itu dan setelah itu memandikan Aina.


Setelah itu selesai semua, kini dia menonton tv bersama Aina setelah tadi Andika menunjukkan bagaimana cara menyalakan tv.


"jadi bagaimana bos, apa semuanya baik?"


"sepertinya iya, Aina tak terdengar menangis dari tadi," kata Andika yang merasa senang karena putrinya sangat tenang.


Setelah melakukan tugasnya,ini jam istirahat Andika masuk kedalam rumah dan melihat Wati sudah memasak untuknya.


"kamu masak Wati?"


"iya pak, ini tugas saya," jawab Wati yang tampak begitu cekatan.


Andika melihat putrinya itu sedang tidur sambil memeluk guling, "Aina sudah tidur dari tadi sepertinya kecapekan saya ajak main di belakang tadi."


"ya dia memang seperti itu, baiklah boleh aku makan ini sudah cukup lama aku tak nakan makanan rumah seperti ini," kata Andika yang duduk dan langsung makan.


Wati pun mengambilkan air minum dan ke belakang untuk mengangkat jemuran yang sudah kering.

__ADS_1


Andika kaget dia tak mengira jika gadis itu akan mencuci juga, menang tangannya bisa melakukan semuanya sendiri


Wati membawa baju itu di dekat putrinya untuk mulai melipatnya dan juga menyetrika.


Ya selagi bocah itu tidur Wati tak boleh menunda pekerjaan itulah yang di ajarkan ibunya dulu.


Setelah baju di setrika, dia memisahkan baju sesuai pemiliknya, yaitu Aina dan Andika.


terlihat Semuanya licin dan wangi, "kamu ini minta gaji berapa kalau melalukan semuanya?" tanya Andika


"terserah bapak saja, karena saya bekerja sesuai dengan perintah anda," jawab gadis itu


Akhirnya Andika kembali bekerja dan giliran Wati makan sebelum Aiba bangun.


Andika yang bersama dengan Seno pun penasaran dengan gadis yang bekerja di tempatnya itu


"Hadi siapa dia, dia begitu cekatan, setengah hati bekerja rumah ku beres dan Aina juga tampak begitu terurus, serta dia bisa melakukan pekerjaan dengan sangat baik," tanya Andika.


"dia itu hanya lulusan SMP bos, dia terbiasa bekerja seperti itu dari lama,karena bekerja di kampungnya hasilnya tak banyak, itulah kenapa dia mencari disini," kata Seno.


"kalau begitu aku akan memberinya uang yang cukup untuk keluarganya, ya setidaknya aku tak peduli menghawatirkan putriku, karena dia sekarang punya seseorang yang mengurusnya," kata Andika.


Seno pun merasa tak malu memberikan pekerjaan ini pada Wati, karena di desanya Wati sudah di cap ganjen.


Karena gadis itu hampir di lecehkan oleh bos pemilik rumah, tapi istrinya malah menuduh wati.


Padahal di desa juga semua orang tau jika suaminya mata keranjang, tapi tetap saja yang tak punya yang jadi korban.


Pukul tiga sore, juragan Baron datang ke tempat Andika untuk memesan mesin cacah untuk membuat pakan sapi.


Ya karena sekarang peternakannya sudah sangat besar, bahkan dia membangun peternakan semakin besar lagi, itukah kenapa dia butuh mesin cacah.


"tenang bos, butuh tang sebesar spa, ini ada yang ready karena jenatin pemesan tak sanggup ambil karena terlalu besar, dan kami sekarang sedang mengerjakan ydng kecil lagi dari ini," kata Andika santai.


"boleh aku ambil ini, uang cash atau transfer, bisa di baikan sekarang juga karena ini sangat penting," kata juragan baron yang benar-benar tak bisa menunggu.


"terserah anda transfer ke nomor rekening biasanya juga boleh.."

__ADS_1


"aku suka berbisnis dengan anda," kata pria itu.


__ADS_2