
Ryan sedang duduk santai di teras rumah bersama dengan juragan Baron.
keduanya asik main sesuatu, ya mereka ini memang tidak bisa diam dari pagi, tapi ya tidak bisa di larang, orang keduanya sedang fokus main karambol.
"mas dan mas Ryan ini mama bawa minuman untuk kalian," kata Wulan menaruh nampan berisi makanan dan minuman
"terima kasih mama," kata bocah itu dengan semangatnya.
"wah Ryan kamu ini kenapa, hei itu incaran ayah," protes pria itu yang langsung membuat Ryan tertawa.
"ya salah sendiri ayah kelamaan, lagi pula ini giliran ku," kata bocah itu tertawa.
Saat sedang asik seperti itu, tiba-tiba perut Wulan seperti merasa tendangan dari dalam.
"ugh... Kamu kenapa dek," lirihnya dengan suara yang lembut.
dia juga mengusap perutnya perlahan, setelah itu dia duduk santai sambil duduk di pinggir suami dan anaknya.
Wulan tak menyangka jika hamil kali ini sedikit berbeda dengan yang dia alami saat hamil Ryan dulu.
__ADS_1
Pasalnya dulu dia saat hamil Ryan, semua semua bisa dia atasi,bahkan saat harus bekerja sampingan juga.
tapi saat ini, sangat berbeda, pasalnya anaknya yang sekarang sangat manja terlebih suaminya yang juga panikan.
"ayah sebentar lagi kan kenaikan kelas, katanya mau di ajak liburan kok sampai sekarang belum berangkat juga?" tanya Ryan yan. masih mengingat janji dari ayahnya itu.
"iya ya, ayah pernah janji mau mengajak kalian untuk jalan-jalan ke Jogja ya, ya mau bagaimana lagi kondisi mama mu kemarin belum stabil dan tunggu mama tujuh bulanan dulu ya, kan Minggu depan mas, baru setelah itu kita cek ke dokter jika mama bisa perjalanan jauh kita berangkat," kata juragan Baron.
"siap ayah,kalau begitu aku tunggu ya,"
"iya nak, jangan sedih begitu, ayah dan mama janji akan mengajak mu berangkat, tenang saja," jawab Wulan yang tersenyum pada putranya itu.
"yey... Janjinya ma," kata bocah itu senang.
setelah lelah, mereka pun memilih untuk mencuci mobil sendiri, karena mereka ingin santai dulu.
tak hanya itu mereka mandi, sedang Wulan menyiapkan makan malam untuk kedua orang pria tercintanya.
"mama sedang buat apa?"
__ADS_1
"iya mas, susah mandi ya, sekarang mama sedang goreng ayam lengkuas, memang ada apa mas?" tanya Wulan pada putranya itu.
"emm... Aku mau makan dadar telur tapi di pakaikan kuah kecap," kata Ryan yang tiba-tiba ingin makan begituan.
"baiklah, mama buatkan," jawab wanita itu dengan senyum
Akhirnya Wulan membuat dasar telur dan membuat kuah kecap spesial untuk putranya itu.
Tak butuh waktu lama, lauk kesukaan putranya itu sudah jadi, saat suaminya bergabung dengan mereka berdua.
"ada apa sayang, loh kok Ryan makan dadar telur kuah kecap lagi," tanya juragan Baron yang merasa jika putranya itu terlalu suka dengan masakan itu.
"memang kenapa ayah, ini sangat enak tau, tapi aku juga makan ayam goreng mama," jawab bocah itu
Mendengar hal itu juragan Baron pun mengangguk melihat putranya itu.
Mereka pun makan bersama, setelah itu mereka berangkat ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan rutin.
Dan persiapan untuk acara tujuh bulanan akan di persiapkan oleh ibu dari Wulan yaitu Bu pawoh.
__ADS_1
Karena mereka tak mau repot jadi memesan catering tapi dengan kemasan yang berbeda.
tentu saja kue juga berbeda dari biasanya, dan itu sudah satu paket. karena ini kehamilan keduanya, tapi harus tetap melakukan acara tujuh bulanan karena itu menjadi sesuatu yang wajib di desa itu.