
Hari ini Ilmi memotong rambutnya hingga pendek, dan dia merubah penampilannya, entah dia ingin berbuat apa, tapi yang pasti Yuli tetap mengawasi wanita itu.
Bahkan setelah penampilannya wanita itu pun bergegas Menaiki bus, tentu saja Yuli tetap mengikutinya dari belakang, tapi yang aneh malah wanita itu menuju ke kota Surabaya.
Sesampainya di Surabaya, wanita itu turun di salah satu Terminal, dan langsung pergi dengan menggunakan ojek.
 ternyata dia masuk ke sebuah perumahan yang cukup rapat dan sedikit terkena sinar matahari.
Di sana dia menemui seseorang, dan menerima sebuah bungkusan yang cukup mencurigakan, setelah itu dia pun kembali ke Terminal untuk kembali pulang lagi ke desa.
Sedang yang dibuat bingung adalah Pras, dia tak menyangka jika di zaman seperti ini masih ada orang yang percaya dengan ilmu klenik.
Dia terus mengikuti Delia, apapun kegiatan Gadis itu, bahkan saat di sekolah Gadis itu seperti menanamkan sesuatu di pojok sekolah tersebut.
Setelah menanamkan hal itu, Delia pun pergi tapi tidak dengan Pras, tak lama ternyata dia malah menyaksikan hal yang tak terduga, dia menyaksikan ada dua orang siswa-siswi yang sedang melakukan hal tak senonoh di sana.
"brengsek, Kukira apa, ternyata tempat gak genah cok cok!" kesal Pras yang memilih menunggu di salah satu warung.
Saat dia sedang menunggu, tiba-tiba dia melihat sesosok pria yang tak asing baginya, ya dia adalah Mbah dukunnya ditemui Delia Kapan hari.
Melihat sosok itu, pras langsung mencoba mengikutinya, ternyata dia pria itu menuju ke sebuah rumah kosong.
dan di sana sudah tersedia sebuah tempat yang ditutupi oleh kain hitam, serta berbagai macam pernak-pernik yang digunakan untuk sesembahan mungkin.
karena pras sendiri kurang tahu apa saja yang digunakan untuk persembahan atau memuja iblis.
Tapi saat mengawasi, tak sengaja kaki Pras menginjak sebuah plastik, dan itu mempunyai membuat bunyi kresek...
Otomatis pria itu langsung menoleh ke arah Pras, saat melihat bayangan menjauh dari tempat itu.
Ternyata pria itu berkeinginan untuk mengikutinya. Untungnya Pras sangat cepat hingga dia bisa melarikan diri dari pria itu.
Sedang di kantor miliknya, Ryan sedang santai karena dia sedang mengawasi sawah yang akan jadi percontohan.
Dia juga sedang memeriksa laporan dari beberapa cabang outlet rumah makan miliknya.
Dan tiba-tiba sebuah telpon masuk, ya ternyata itu adalah pemesanan beberapa barang yang harus di kerjakan oleh bengkel las.
tentu saja Ryan meminta timnya untuk mengatur segalanya, sedang dia menghubungi penanggung jawab di peternakan sapi miliknya.
"Gofur apa ada masalah, apa penjualan sapi kali ini baik?" tanya Ryan yang memdng sengaja menyendiri kan masalah peternakan sapi itu.
"semuanya baik Ryan,dan untuk pembayaran beberapa ekor sapi kemarin dia sudah selesai?" tanya pria itu yang masih di tempat peternakan sapi.
"ya semuanya sudah sesuai perjanjian,oh ya jika kamu butuh pakan baru atau apapun itu, aku akan menyediakan untuk mu,"kata Ryan
"sepertinya tidak karena para sapi di sini sudah cocok dengan sentrat yang baru ini,"
__ADS_1
"baguslah," jawab Ryan yang mematikan panggilan itu.
Dan dia menghubungi dokter hewan untuk memberikan beberapa vaksin jika memang di butuhkan di peternakannya.
Saat sedang seperti itu, tiba-tiba Ryan mendapat pesan dari sang Mama.
yang mengatakan, meminta Ryan untuk memberikan mahar dan juga uang belanja untuk Aina.
karena mama Wulan merasa jika Ryan kadang terlalu sibuk hingga lupa segalanya.
Ryan yang membaca pesan itu, Dia langsung menepuk dahinya, karena dia juga sendiri lupa.
dia belum memberikan ATM yang bisa di gunakan oleh istrinya untuk belanja kebutuhan rumah maupun istrinya.
dan lagi uang mahar juga belum diberikan, karena Ryan menyimpannya di deposito yang baru di buat, dan untuk surat tanah juga masih berada di brankas miliknya sendiri.
Dia pun bergegas lari ke arah rumahnya dan segera menemui istrinya itu.
Aina yang sedang menonton drama Korea di kamar pribadi mereka, kaget melihat tingkah suaminya itu.
"Ada apa mas, Kenapa lari-lari begitu?"
"aku lupa dengan maharmu, aku belum memberikannya, Ya Tuhan, Untung kita belum melakukannya, aku bisa dosa besar karena melupakan hal itu."
"Kenapa kamu sepanik itu? aku saja, santai, karena apa? hartamu, sekarang milikku. benarkan?" kata Aina dengan senyuman yang merekah.
dia mengambil surat tanah yang ada di brankas, serta surat berharga yang berupa Deposito, yang menjadi mahar Aina.
Tak hanya itu ada juga perhiasan, emas batangan dan juga beberapa surat kendaraan dan surat tanah beserta bangunannya.
Aina yang melihat tumpukan barang-barang itu di meja jadi bingung.
perhiasan ada emas juga, dia saja sampai bingung melihatnya. Bagaimana tidak, Rian memberikannya terlalu banyak.
padahal yang dia tahu, dia hanya mendapatkan lebih sedikit dari itu, uang berupa deposito, tanah dan bangunannya, serta perhiasan dan yang lain itu tidak ada.
"Mas, Sepertinya kamu berlebihan deh, Setahuku tidak sebanyak itu."
"tapi, aku ingin memberikan ini padamu, jadi kamu harus menerimanya, Dan ini menjadi milikmu, titik!"
Vina yang mendengar itu pun hanya bisa menghela nafas, dia tak mengira jika suaminya bisa memberikan barang sebanyak ini.
padahal dia tak menginginkannya, dia hanya butuh cinta dari Ryan, itu saja sudah cukup untuknya.
Sedang di rumah sakit, Laila juga mendapat perhatian khusus dari suaminya Kevin.
dan pria itu sangat memperhatikan istrinya yang sedang terluka, Kevin merasa bersalah karena di istrinya masuk rumah sakit karena dirinya.
__ADS_1
yang tidak berguna untuk melindungi keluarganya sendiri, masker untuk melawan Vinod pun dia tak berguna.
Seperti bisa membaca kegelisahan di dalam diri suaminya.
tiba-tiba Laila menyentuh pipi Kevin dengan libur, "apa Mas sedang memikirkan sesuatu? aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja, Janganlah sedih begitu." suara lembut itu membuat hati Kevin sedikit bergetar.
bagaimana dia bisa memiliki perasaan jahat pada wanita sebaik ini.
atau mungkin hanya karena dia yang tak menerima Perjodohan, hingga menutup mata pada gadis cantik dan sebaik Laila.
"Aku hanya merasa sedih karena melihatmu terluka karena ingin melindungi ibu ku," lirih Kevin.
"apa yang Mas maksud, sekarang ibu Mas adalah ibuku juga, jadi aku terluka, untuk melindungi Ibuku sendiri, jadi tolong jangan membedakan kami Mas, ibumu adalah Ibuku, orang tuamu adalah orang tuaku, dan sekarang aku akan mengabdikan hidupku padamu, jadi Tolong lihat aku sebagai istrimu, Jangan lihat aku sebagai mantan calon Kakak iparmu, Tentu saja itu akan melukaiku. Jika kamu bisa melakukan itu," kata Laila yang berhasil membuat Kevin terdiam dan termenung.
"Maafkan aku Laila, Seharusnya aku sadar, Jika kamu itu istri yang baik. bukan gadis yang tak bodoh atau tak berguna, seperti yang dikatakan oleh Vinod!"
"Aku tak apa-apa mas, lebih baik menyadari terlambat, daripada tidak ada perubahan sama sekali," jawab Laila dengan ramah.
Kevin pun memeluk istrinya itu dan mereka pun benar-benar akan memulai hidup bahagia sekarang.
Di tempat lain, Aina sedang berdiri diam melihat sosok yang datang ke rumahnya.
Sosok itu adalah wanita yang telah meninggalkan ayahnya di saat terluka dan sakit.
"mau apa dia ke sini!!"marah Aina yang tiba-tiba berteriak saat melihat sosok Wati di teras rumahnya
Melihat reaksi itu, pak Karno tak menyangka, akan melihat sosok Aina, yang biasanya lemah, lembut, dan bertutur kata santun, tiba-tiba berteriak histeris seperti ini.
Ya, itu bukan salah Aina, karena luka yang diberikan oleh Wati, itu sangat menyakitkan.
Terlebih saat sosok Pak Andika menghembuskan Nafas Terakhirnya di depan anak gadis yang masih remaja.
Anak gadis itu bahkan harus menjaga ayahnya sendiri, yang dalam keadaan sakit, dan tak berdaya.
dan sekarang, saat Aina sudah bahagia, dan memiliki suami yang mencintainya, tiba-tiba dia muncul tanpa di undang.
Dia ingin mengakui Aina adalah anak gadis yang dia besarkan sendiri.
Bukankah itu seperti omong kosong bagi siapapun yang mendengarnya ,bahkan seluruh orang di desa tau cerita itu.
apa dia menganggap Aina adalah permainan saja ini, padahal Aina sudah menganggap Wati seperti ini kandungnya, tentu saja terluka saat mengetahui Wati meninggalkan keluarga itu saat pak Andika sakit.
Ryan yang melihat reaksi istrinya yang marah,sedih serta terluka. ingin sekali mengusir wanita itu dan menyingkirkannya untuk selama-lama.
Tapi dia harus menyembunyikan perasaan itu, dan bersikap tenang untuk menenangkan istrinya.
jika tidak dia bisa ketahuan Jika dia punya Sisi Gelap yang di sembunyikan dari orang-orang yang mengenalnya.
__ADS_1