Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
permintaan maaf 2


__ADS_3

Setelah selesai makan, keduanya memilih untuk duduk-duduk santai sambil menunggu waktu subuh.


tadi Wulan juga sudah mengukep ayam untuk di masak saat sarapan, ya meski kepalanya sedikit berputar dan nyeri.


tapi dia tak boleh beralasan dan lemah seperti itu, terlebih dia harus kuat demi putra dan suaminya.


Bu pawoh bangun saat subuh dan dia ingin memasak untuk anak dan menantunya.


Tapi malah kaget melihat juragan Baron dan Wulan tertidur di ruang tengah depan tv.


dia hanya tersenyum dan langsung bergegas pergi menuju ke dapur untuk mulai masak.


Wulan terbangun dan mendengar suara di dapur, dia pun menepuk pipi suaminya pelan.


"MMM... Apa sayang, aku masih mengantuk," suara juragan Baron yang terdengar lirih dan berat.


"ibu sudah bangun, mas pindah ke kamar tak enak dengan pak Dikin," kata Wulan yang bangun duluan.


Tapi pria itu tidak berkutik, akhirnya Wulan membiarkannya saja. Dia melihat ibunya yang hampir selesai memasak.


Pukul setengah tujuh pagi, semua sedang sarapan bersama, dan dua hari kedepan juragan Baron dan istrinya harus istirahat.

__ADS_1


Pak Dikin sudah siap untuk mengantar cucunya Ryan ke sekolah, "mama dan ayah, aku pamit dulu ya,"


"hati-hati ya kak, nanti kalau mau pulang, ayah jemput ya," kata juragan Baron.


"tidak usah, biar nanti bapak yang jemput," kata pak Dikin.


"baiklah," jawab juragan Baron yang tak bisa membantah ayah mertuanya itu.


setelah Ryan dan pak Dikin pergi, Bu pawoh pun langsung ingin membicarakan tentang sosok Tami yang bekerja di rumah menantunya itu.


"sepertinya kalian harus memecat Tami, karena ibu rasa jika wanita itu sangat tak baik, terlebih dia seperti orang yang tak tau malu, masak semalam, saat ibu kira dia sudah pulang karena malam, malah sedang mandi tak mengenakan sehelai benang pun di sumur belakang rumah kalian, apa kalian tak takut itu bisa berimbas pada Ryan," kata Bu pawoh.


"itu bukan alasan nduk, kamu seorang wanita memang tugas mu di rumah, dan untuk toko kamu bisa datang mengeceknya saat suamimu sudah berangkat kerja, simpel," kata Bu pawoh.


"baiklah Bu aku mengerti, dan aku akan memberhentikan Wanita itu sesuai permintaan ibu," jawab Wulan pasrah.


"bagus kalau kamu mengerti, karena sekuat apapun seorang pria, jika terus menerus ada pemandangan yang membuat imannya runtuh, perlahan si Imron bisa tak kuat kan bisa bahaya," kata Bu pawoh.


"siapa Imron," tanya juragan Baron yang masih sibuk dengan ayam goreng di piringnya.


"ini sayang," kata Wulan sambil meremas sesuatu yang membuat pria itu kaget karena tangan istrinya ada di area sensitif miliknya.

__ADS_1


"bukan Imron sayang, tapi Jamal jumbo sayang,"


"kalian ini, sudah setelah ini lebih baik istirahat dan berjemur agar lekas sembuh, dan cepat minum obat sebelum lupa,"


"iya ibu,"jawab keduanya bersamaan


Tami yang datang agak siang pun langsung di berhentikan oleh juragan Baron,karena tak mau membuat ibu mertuanya itu mencurigakan tentang dirinya.


dan saat siang hari, saat putranya baru pulang sekolah, Ahmad dan istrinya datang ke rumahnya untuk bertamu.


Awalnya juragan Baron sangat tak menerima baik, tapi istrinya itu dan ibu mertuanya menyambutnya.


"Monggo silahkan," kata Bu pawoh.


"iya Bu terima kasih, tidak usah repot-repot Bu,"


"cuma air apanya yang repot, oh ya ada urusan apa kesini?" tanya Wulan yang menaruh gelas di meja.


"kami datang untuk meminta maaf, karena keteledoran kami, menyebabkan anda berdua celaka, dan ini sedikit oleh-oleh tolong di terima," kata Ahmad.


"baiklah aku terima,tapi jika sampai ada orang terluka lagi karena keteledoran kdlian lagi, ku pastikan kamu masuk penjara jika tidak lebih baik berikan putra mu itu je panti agar di jaga dengan baik, percuma bisa bikin anak tapi tak bisa merawatnya,", kata juragan Baron yang paling tak suka orang tua yang tak memiliki tanggung jawab.

__ADS_1


__ADS_2