
malam hari setelah makan malam, mereka bertiga pamit pulang karena besok hari biasa jadi Ryan harus sekolah.
Wulan kaget saat naduk mobil dua melihat ada banyak tumpukan kardus yang ternyata suaminya itu belanja kebutuhan untuk Ryan.
Bahkan ternyata ada beberapa jajanan coklat dan ciki kesukaan dari bocah itu.
"ayah apa ini? Semuanya jajanan kesukaan ku?" tanya Ryan tak percaya.
"iya nak, itu semua jajanan kesukaan mu, tapi kamu harus izin mama dulu sebelum makan, karena kamu tak boleh menghabiskannya dalam satu waktu, nanti gigi mu bisa berlubang," kata juragan Baron mengingatkan putranya itu.
"baiklah ayah, aku sayang ayah dan mama," kata bocah itu dengan senang.
Mereka pun bersiap untuk pulang, tapi ternyata saat melewati daerah dekat tundh pak lurah, ada sedikit penutupan jalan.
Jadi mereka harus berputar, tepi tdk jauh juga, setelah sampai di rumah, juragan Baron dan Ryan membawa semua belanjaan tadi.
Wulan yang kini bertugas menatanya dengan rapi, bahkan semua camilan milik putranya itu sangat rapi tertata.
Tak hanya ada susu kotak ada juga susu botol dan berbagai jenis jajanan lain.
karena kadang-kadang teman-teman putranya itu bisa main sewaktu-waktu, bahkan untuk es krim sendiri juga ada di freezer box.
Dan itu juga di belikan dengan berbagai macam rasa, dan Ryan benar-benar menjadi kesayangan ayahnya.
Setelah itu mereka semua istirahat karena besok harus beraktifitas lagi, meski Wulan harus tetap di rumah
sedang di tempat yang lain, ada Ajeng yang benar-benar merasa senang, karena orang tua suaminya sangat menerima baik dirinya.
malam ini dia di minta untuk menginap karena ibu dari mas Andi ingin menantunya itu tidur di rumahnya.saat malam hari, setelah melakukan hubungan suami istri seperti biasa.
Ajeng pun memutuskan ke kamar mandi dengan mengenakan pakaian milik suaminya, mulai dari kaos oblong berwarna hitam dan juga celana kolor juga.
saat keluar dari kamar, dia kaget karena melihat suami adik iparnya itu masih menonton tv meskipun sudah jam satu malam.
"mau kemana mbak," tanya pria itu.
__ADS_1
"ke dapur sebentar," kata ajeng yang langsung bergegas ke belakang.
Dia pun mengunci pintu kamar mandi saat di dalam, setelah selesai dia keluar dan kaget melihat pria itu sudah di dapur.
pria itu tersenyum kearah Ajeng, dan karena panik dan merasa aneh, Ajeng pun bergegas kembali ke kamar suaminya.
Dan terlihat suaminya itu masih terlelap tidur, dia pun segera memeluk mas Andi dan menikmati tidur dalam pelukan hangat.
esok paginya, pukul empat pagi Ajeng sudah mandi dan membantu di dapur.
terlihat adik iparnya yang perempuan sedang membuat makanan sendiri untuk putranya.
"memang kalau di sini sarapannya jam berapa, kamu jam segini kok hampir matang semua?" tanya Ajeng heran.
"gak mesti mbak, ibu karena harus membawa bekal jadi aku masak pagi, dan selesai masak baru berangkat ke tukang sayur untuk membeli beberapa barang di sana," kata adik iparnya itu.
"owalah begitu ya, boleh aku tau tukang sayurnya di mana, sekalian mau cari tahu untuk nassk di rumah nanti malam," kata Ajeng.
Ya mereka sudah menyiapkan semua bekal untuk keluarga yang bekerja, sedang mas Andi bangun tapi tak mendapati istrinya di sampingnya.
bahkan bekal untuk ibu dan adik iparnya juga, sepertinya istrinya itu sedang belanja bersama adiknya.
"loh kamu sudah bangun le?" tanya ibu pria itu yang baru selesai mandi.
"iya Bu, kenapa. aduh bekerja di usia ibu seperti ini, lebih baik duduk di rumah saja, toh aku juga akan mengirimkan uang untuk mu," kata pria itu.
"alah le, orang pekerjaannya santai saja, ini juga tak mau berpangku tangan dan berdiam duduk di rumah, ibu itu butuh hiburan dan hiburan ibu ya begini, kerja dan bertemu teman-teman di pabrik, dan ibu merasa senang jika bisa memberikan kalian hadiah dengan uang ibu sendiri," kata wanita itu dengan senang hati.
"tapi ibu bisa sakit nanti, aku tak ingin itu terjadi ibu," kata mas Andi.
"tidak akan le, karena bagi ibu ini seperti keseharian yang menyenangkan, tapi istrimu mana kok sepi?"
"seperti ikut indah belanja ke tukang sayur," kata mas Andi yang duduk menikmati rempah kelapa.
Dia tersenyum saja karena mengenali masakan itu, dan ibu pria itu juga mencicipinya takut tak sesuai seleranya.
__ADS_1
Tapi setelah mengigit makanan itu, dia kaget karena rasanya sangat pas dan familiar, "ah ini baru makanan," kata ibu mas Andi.
"memang seenak itu Bu?"
"Tentu saja,bahkan ini sangat luar biasa, ternyata istri mu pintar masak ya, tadi gorengan tempe saja juga enak loh, sepertinya di buatkan bumbu ya," kata wanita sepuh itu.
"iya Bu, jadi nanti kalau putra mu ini gemuk jangan kaget ya, karena menantu mu itu sangat pintar dalam memanjakan suaminya, tak hanya makanan, bahkan dalam hubungan ranjang dia tak pernah protes meski aku memintanya lebih,"
"kamu memang putra kandung ayah ku, dulu dia juga begitu, bahkan dia sempat marah saat tau ibu mengunakan KB, ya menurut mu, akan sebanyak apa adik mu jika ayah ku seperti mu," kata wanita itu yang membuat mas Andi tertawa.
Akhirnya kedua wanita itu pulang dengan membawa beberapa belanjaan, ternyata Ajeng belanja untuk di rumah sendiri.
Tapi indah bilang jika semua belanjaan ini yang membayar adakah Ajeng.
sebelum pulang keduanya mendapatkan beras, dan juga lele yang sudah di bumbui dan di taruh dalam freezer.
Dan saat sampai di rumah Ajeng langsung menata di kulkas dengan rapi agar mudah saat ingin mengambilnya.
Bahkan lele itu di bagi dalam beberapa tempat agar tak rusak saat ingin memasaknya jadi beberapa kali.
"mas sudah jam setengah delapan kok belum berangkat?" tanya Ajeng.
"ah aku lupa jika hari ini belum bisa lanjut karena bahan proyek belum datang, sebab terkendala pengantaran," kata mas Andi yang santai menonton tv.
mendengar itu Ajeng pun tersenyum dan ikut duduk menonton tv bersama suaminya.
Dan tentu saja keduanya tak bisa diam, di tempat lain ada Ryan yang sangat bosan.
Pasalnya pagi ini dia sudah di buat pusing dengan pelajaran agama, meski dia bisa mengaji dan mengerti sedikit-sedikit.
Tapi kali ini mereka harus hafalan surat pendek tiga qul. Untungnya dia hafal dan langsung dapat nilai sembilan puluh.
Tapi banyak dari temannya yang tak bisa dan itu membuatnya kasihan, seperti halnya Ivan yang kurang satu hafalannya yaitu surat Al-alaq.
Sedang Tyo malah blas katas, dari empat puluh dua murid di kelas itu hanya sepuluh murid yang lolos dengan hafalan penuh.
__ADS_1