Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
kesedihan


__ADS_3

Wulan sedang membantu suaminya, saat tiba-tiba perutnya merasa begitu tak nyaman.


juragan Baron melihat istrinya itu, "kamu kenapa sayang?"


"tidak apa-apa mas, cuma perut ku merasa tak nyaman, terlebih setelah Maghrib tadi, sepertinya ada yang tak beres saja," jawab Wulan.


"duduklah," kata juragan Baron.


dia pun berlutut di depan perut istrinya, dan kemudian menaruh belati miliknya.


"siapapun yang ingin berniat buruk pada istri dan putra ku, semoga kembali padanya," lirih Juragan Baron yang mengusap perut istrinya.


Dan tiba-tiba dua putrinya menangis histeris, otomatis Ryan keluar kamar dan segera mengambil kedua adiknya itu.


"bismillahirrahmanirrahim..." katanya sambil mengendong Raisa dan Raina.


"ya Allah... Perutku tak nyaman mas," kata Wulan yang memegang tangan juragan Baron.


Ryan mengajak kedua adiknya ke ruang tamu di mana orang tuanya ada di sana, dan terlihat juragan Baron sedang membaca sesuatu.


"Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir).


Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: 'Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir'.


Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui."


Mendengar suara lirih ayahnya, Ryan pun duduk dengan memangku kedua adiknya.


“Allohu la ilaha illa huwal hayyul qoyyum, laa ta’huzuhu sinatu wa la naum. Lahu maa fii ssammaa waati wa maa fil ardi, man dzallazii yashfa’u indahu illa bi’idznihi, ya’alamu maa baina aidiihim wa maa gholfahum, wa laa yuhiituuna bisyai’in min” ilmihi illaa bimaa syaa’a wasi’a kursiyuhu ssammaaa waati wal ardo, wa laa ya’uu duhu hifzuhumaa wahuwal aliyyul adzhiim“

__ADS_1


dia pun membacanya sebanyak tiga kali, dan akhirnya adiknya tenang, dan Wulan langsung di beri minuman oleh juragan Baron.


"mas ..."


"tidak apa-apa, kita tidur di ruang tengah untuk malam ini, dan tolong nak telpon ustadz Hasan, bilang ayah ingin bertemu dengannya," kata juragan Baron.


"inggeh ayah," jawab Ryan yang bergegas ke kamarnya.


Dan di ruang tengah, Wulan dan dua putrinya sudah di minta istirahat terlebih dahulu dan tak lupa juragan Baron menaruh belati miliknya di dekat tempat ketiga wanita tercintanya tidur.


saat sedang berada di samping istrinya, tiba-tiba terdengar suara ledakan cukup keras dari luar rumah pria itu.


duar....


Suara itu sangat kencang, juragan Baron buru-buru keluar, ternyata para warga sedang melakukan patroli.


"ada apa pak," tanya pria itu yang langsung mendekati para warga.


Ustadz Hasan datang di antar putranya, "assalamualaikum.."salam pria sepuh itu yang turun dari motor.


"wa'alaikumussalam ustadz," jawab semua orang.


Para warga merasa aneh, kenapa juragan Baron memanggil ustadz Hasan, tapi mereka juga tak enak jika harus bertanya.


"ya sudah kami mau melanjutkan patroli dulu,dan besok jadwal juragan Baron ya, kalau bisa ajak beberapa anak buahnya sebagai teman,"


"baiklah pak," jawab pria itu yang langsung masuk bersama dengan ustadz Hasan yang dari tadi manggut-manggut saja.


"kamu sedang bingung Baron, kenapa putri ku dan istrimu tiba-tiba di ganggu barang aneh," tanya pria itu yang menginjakkan kaki kedalam rumah itu.

__ADS_1


"iya ustadz, padahal tadi sore semuanya baik-baik saja, tapi barusan ketiganya mengalami hal tak terduga,"


"kamu dari mana, sampai bawa teman, dan di tambah teman yang mengikuti mu ini mengincar bayi mu yang di kandung istrimu,"


"apa... Saya dari daerah kulon untuk kulakan gabah seperti biasa, tapi tadi tak sengaja aku menyadari salah satu wanita ingin memberikan ajian padaku, aku membuatnya malu, apa semenjak itu," tanya juragan Baron bingung


"repot ya jadi wong ganteng, diam diri saja banyak di kejar orang," kata pak ustadz Hasan tersenyum


Dia pun melihat Wulan yang sedang tidur bersama dua anaknya di ruang tengah, untungnya tadi Ryan menutupi ketiganya dengan selimut.


Tiba-tiba ustadz Hasan membaca sesuatu dan mengibaskan sorban yang di bawanya sambil mengatakan hal yang cukup aneh bagi juragan Baron.


"moleh, Ngon mu gak nok kene, nyengkreh ..." suara itu cukup ketus.


Tiba-tiba suasana rumah seperti berubah, dan yang tak terduga, malah juragan Baron yang muntah darah.


"ayah..." panik Ryan melihat itu.


"tunggu le,"kata ustadz Hasan melihat mata juragan Baron terlihat merah.


"titip canggah ku, Dee Kabeh di incar wong,"


"insyaallah ya Mbah Sukmo, tapi tolong kembalikan Baron," kata ustadz Hasan yang langsung membuat pria itu terjatuh pingsan.


Melihat darah yang mengeluarkan asap,membuat ustadz Hasan menggeleng pelan.


"kenapa ada orang yang masih ingin jahat, dan mengunakan ilmu hitam seperti ini," katanya sambil memercikkan air doa pada bekas darah yang kemudian hilang begitu saja.


Ryan di titipi air minum untuk semua orang, dan juragan Baron di minta untuk membuat acara doa untuk keluarganya.

__ADS_1


Dan jika bisa melakukan santunan kepada anak yatim dan janda, dan berdoa agar semuanya baik setelah itu.


__ADS_2