Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
akhirnya berangkat


__ADS_3

Ryan baru sdmpai di rumah, bahkan dia batu turun dari mobil miliknya.


saat dia melihat istrinya Aina berlari kecil ke arahnya sambil tersenyum.


dia juga langsung memeluk istrinya itu, "ada apa dek, kenapa sampai lari-lari begitu,"


"tidak ada mas, tadi aku di dalam membantu mengemas kue, terus aku seperti mendengar langkah kaki mas Ryan, jadi aku langsung keluar eh taunya benar," kata Aina yang membuat suaminya itu tertawa


Tapi Aina menang dari dulu sering melakukan itu, jadi dia percaya saja toh itu bisa membuat senang istrinya.


"kok sudah di bungkus dek?"


"kan memang sudah semakin dekat, loh mas gak tau ya kalau kakek sudah mengganti jadwalnya dan beruntung semua bus bisa," terang Aina yang membuat Ryan tersenyum.


"iya aku yang lupa, jadi istriku sudah habis berapa juta sayang untuk hari ini?"


"dia habis satu juta untuk mobil ayah, jadi aku sudah menggantinya, tolong cek rekening mu Aina," kata juragan Baron yang membuat kaget menantunya itu.


"ayah... itukan mengunakan uang mas Ryan,"

__ADS_1


"aduh kamu ini lucu ya, uang Ryan itu uang mu,jadi tak masalah dong jika ayah transfer ke rekening punya mu,"


"baiklah terserah ayah saja," kata Ryan yang tak bisa mendebatnya lagi.


Sedang di sisi lain semua orang yang akan ikut wisata religi itu sangat senang tapi tidak dengan Gofar, ya dia tak ingin ikut karena di peternakan tak bisa di tinggalkan begitu saja.


jadi dia dan Kipli memilih untuk tinggal di peternakan dan memilih ganti rugi.


Toh dia juga nanti tinggal nitip beberapa camilan khas dari Ampel juga.


seorang gadis muda dan berkulit sawo matang datang ke peternakan.


"mas Gofar, aku bawa makan siang nih," teriak gadis itu yang sepertinya masih mengenakan seragam sekolah miliknya.


"iya Ndut, taruh di sana, oh ya kamu Bukannya juga ikut ke acara wisata religi ya," tanya Gofar yang melihat gadis gemuk itu


"iya mas, tapi berhenti memanggilku gendut, namaku itu Dewi, jadi panggil nama dong, ndat Ndut saja," kesal gadis itu yang memberikan dua rantang pada Gofar.


"iya iya maaf,oh ya kamu kalau ikut aku boleh titip camilan gak,"

__ADS_1


"eh camilan apa mas," tanya Dewi bingung.


"itu loh yang di jual di pasar Ampel, aku pernah makan di belikan ayah Baron yang isinya daging bentuknya segitiga, dan ada yang roti bulat tapi tipis,"


"ha-ha-ha.... Itu namanya samosa, pastelnya orang arab, dan roti bulat itu namanya roti cabe, oh ya itu paling enak kalau makannya pakai susu,"


"itu benar, dan aku tak salah untuk menanyakan itu padamu, karena kamu tukang makan bukan," kata gofar tertawa


"eh kok gitu sih, menyebalkan aku gak mau nganter makansuang dan sore lagi deh," kata Dewi kesal.


"jangan gitu dong, kasihan itu mas gofar dek, oh ya kamu naik lagi bobot mu,"


"menyebalkan,mas dan mas Gofar menyebalkan!!" teriak Dewi yang membuat gadis itu sedih.


"iya iya maaf deh, ini uang titip camilan dan yang lima puluh uang saku milik mu, oh ya kamu bisa pasang tabung gas gak, aku beli kompor di dalam, tapi gak bisa pasang,bantu dong, tuh mas mu gak guna juga," kata Gofar


"baiklah aku lihat ya, oh ya kalau beli kompor lebih baik punya panci dan wajan atau teflon untuk masak,memang kok tumben setelah sekian Purnama," heran Dewi


"ya biar kalau mau buat kopi tak harus ke warung dong, he-he-he," jawab pria itu tertawa.

__ADS_1


__ADS_2