Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
liburan asyik


__ADS_3

Ryan sudah bersiap untuk pulang, dan membeli beberapa jajanan tentu tak sendiri karena tadi pagi mamanya yang janji akan mengajaknya belanja.


"kamu tunggu jemputan Ryan," tanya Tyo.


"ya tadi mama yang bilang mau jemput, soalnya mau belanja deh, kenapa," tanya bocah itu dengan aneh


"tidak kok cuma tanya saja, nanti kalau beli jajanan tolong ingat dengan teman mu ini ya," kata Tyo yang di angguki oleh Ivan.


"itu benar."


"apa aku pernah tak memberi kalian apa yang aku makan,hingga kalian bisa mengatakan itu, sangat menyebalkan," kesal Ryan.


"aku hanya bercanda bung,gak usah ngegas gitu," kata Ivan tertawa


Tak lama mobil jemputan datang, ya ternyata tak hanya Wulan yang datang, tapi dengan juragan Baron juga.


"ya sudah duluan ya, sudah di jemput," pamit Ryan.


"oke, ingat jangan lupakan kami ya," kata Tyo.


"Iyo!!" jawab Ryan kesal.


bocah itu pun langsung naik ke dalam mobil, "kami duluan ya," kata juragan Baron pada dua teman putranya itu.


"iya om," jawab keduanya.


Mobil juragan Baron pun menuju ke swalayan terbesar di kotanya, dan untuk dua putrinya juga sudah anan karena sudah banyak yang jaga.


mereka pun turun dan sekalian belanja bulanan, tentu mereka membawa tiga troli belanja berukuran besar.


"kakak ambil semua jajanan yang kamu inginkan, dan satu jajanan beli untuk satu kelas ya," kata Wulan dengan lembut.


"kalau dua boleh ma?"


"tentu kak, sekalian dengan minumannya juga," kata juragan Baron.


"baiklah, sekarang mama mau beli ke area mie instan dan bumbu dulu ya," kata Wulan yang mendorong troli yang dia bawa.


Ryan segera memanggil pramuniaga dan meminta dua mereka Snack minta masing-masing dua kardus, dan untuk minuman dia juga minta dua kardus.


setelah itu, dia segera lari mengejar mamanya karena dia tak ingin wanita tercintanya itu terluka.


Sedangkan juragan Baron yang menyeret dua troli berisi penuh itu, tapi akhirnya satu troli di bawakan ke depan oleh pramuniaga.


Kedua pria itu hanya mengikuti Wulan berbelanja, dan ternyata yang di beli cukup banyak.

__ADS_1


Pasalnya mereka punya dua kulkas berukuran besar,belum lagi ada lemari pendingin minuman yang ada di teras rumah.


Pasalnya di rumah mereka memang sering ada tamu, jadi membeli seperti itu cukup membantu.


Karena para asisten rumah tangga tidak ada selama dua puluh empat jam


"apa semuanya sudah mama?" tanya juragan Baron.


"sudah mas," jawab Wulan


saat mereka ingin membayar, tiba-tiba pesan dari pak Dikin masuk ke ponsel milik juragan Baron


"sayang, ini bapak bilang jika ibu punya pesanan," kata juragan Baron menunjukkan ponselnya pada istrinya itu.


Wulan pun tersenyum dan kembali ke rak-rak yang berisi beberapa barang.


Ternyata Bu pawoh titip beberapa camilan dan juga mie instan kesukaannya.


Setelah membayar, juragan Baron di bantu oleh pramuniaga membawa belanjaan yang super banyak itu masuk kedalam mobil.


Bahkan Ryan juga membantu dan tak mengizinkan mamanya itu membantu sedikitpun.


Setelah selesai, mereka belum pulang karena harus membeli buah, dan saat membeli buah ini.


Kejadian itu sangat cepat, saat tengah memilih buah di lapak pedagang.


tiba-tiba seorang anak lari dan langsung merampas tas miliknya, karena kaget Wulan hampir tersungkur.


Untungnya juragan Baron menangkap tubuh istrinya itu, "mas tas ku di ambil,"


"copet," teriak pemilik lapak buah


Ryan yang sedang bermain ponsel pun,menoleh dan melihat seorang bocah lari, dia mengambil batu dan melemparnya.


Dan tepat mengenai bocah itu, para orang yang tadi mendengar teriakan itu pun segera menangkap dan ingin melakukan pengeroyokan.


"jangan melakukan hukum sendiri," teriak Ryan yang lari ingin menyelamatkan bocah pencopet itu.


Tapi warga sudah berkerumun dan beberapa sudah memukuli bocah itu, "aku bilang hentikan atau aku akan melaporkan semuanya ke polisi karena penganiayaan pada bocah itu," marah Ryan yang membuat semua orang diam.


Ryan pun mengambil tas milik mamanya, dan mengenggam erat lengan bocah itu.


Yang kemungkinan berusia di atasnya, tapi tubuhnya sangat kurus, "seharusnya kamu tak mencopet, bodoh sekali," kesal Ryan yang memang punya kekuatan lebih di banding bocah seusianya.


wulan dan juragan Baron tak menyangka jika putra mereka punya hati baik, bahkan tak tega membiarkan seorang bocah di massa karena kita tak tau alasan di balik dia melakukan itu.

__ADS_1


"mama, dia yang hampir melukaimu," kata Ryan membuat bocah remaja itu berlutut di depan Wulan.


"dasar bocah miskin sialan!" maki salah satu pedagang dan memukul kepala bocah itu.


"heh!! Kamu mau aku memotong tangan mu," marah juragan Baron melihat itu.


ya juragan Baron seperti melihat gambaran masa lalunya yang juga pernah mencuri sepotong roti karena sangat kelaparan.


"jadi kenapa kamu mencopet le?" tanya Wulan dengan lembut.


"maafkan saya Bu, nenek sedang sakit dan saya ingin membawanya ke dokter tapi uang gaji saya tak di berikan karena saya tadi memecahkan dua semangka," kata bocah itu.


"antar kami melihat nenek ku, dan lain kali jangan melakukan hal seperti itu," kata juragan Baron.


"terima kasih,tapi saya sudah berbuat buruk,"


"kaku melakukannya karena keadaan, dan orang yang tak punya hati itu yang memperkerjakan seorang remaja, dan tak membayarnya karena itu tak sebanding dengan gajimu," kata Ryan dengan pedas.


Akhirnya setelah membayar, mereka pun berangkat menuju ke rumah remaja pria itu


terlihat di rumah itu ada beberapa orang yang berkerumun di rumah itu, "tidak, kenaia semua orang berkumpul," kata bocah itu langsung turun dari mobil dan lari ke arah rumahnya.


juragan Baron tanpa sadar mengingat masa lalunya, dia dulu bekerja keras demi menghidupi dirinya dan bebek dari ayahnya.


Hingga suatu siang, saat dia pulang dengan membawa beras dari sebuah warung, dia melihat banyak orang yang berkerumun di rumahnya.


"mas baik-baik saja," tanya Wulan yang melihat suaminya.


"iya dek, aku hanya teringat masa sulit ku dulu," jawab juragan baton dengan suara gemetar menahan tangis.


Tiba-tiba suara teriakan terdengar, "nenek!!!" ketiganya langsung turun dan ternyata, bebek dari remaja itu sudah meninggal dunia karena sakit


Wulan tak percaya dengan apa yang dia lihat, sedang Ryan yang melihat hal itu merasakan kesedihan dalam.


Dia pun langsung memeluk remaja itu dengan erat, juragan Baron pun menangis tanpa sadar karena teringat mendiang sang nenek.


"kenapa semuanya cuma diam, apa tak ada yang akan mengurus jenazah?" tanya Wulan pada para tetangga.


"tak ada uang, tak akan ada yang mengurus mayat orang miskin," jawab salah seorang wanita dengan perhiasan yang begitu banyak.


"yang di katakan Bu RW benar," jawab salah satu warga.


"saya yang akan mengurus semua biayanya, tolong urus jenazahnya dulu," kata Wulan yang merasa kasihan


kenapa masih ada hal seburuk ini di desa yang harusnya masih erat dengan rasa gotong royong.

__ADS_1


__ADS_2